Home » pemasaran

3 Metode Riset Pemasaran agar Produk Anda Tidak Gagal di Pasaran

Ditulis Oleh pada Saturday, 3 October 200913 Komentar

Anda pasti sering bertanya-tanya, “Bagaimana caranya ya perusahaan X atau Y tahu produk apa yang laris dan dibutuhkan konsumen?” Atau anda bertanya dalam hati, “Kok bisa-bisanya produk mereka sesuai keinginan saya?”

Rahasianya adalah dengan melakukan sistem riset pemasaran. Dan sekarang dengan kecanggihan teknologi internet, anda sangat diuntungkan dengan adanya metode riset pemasaran secara online.

Sebenarnya, metode riset pemasaran untuk mengetahui apa yang diinginkan konsumen cukup banyak. Ada 3 yang cukup populer yang bisa anda gunakan guna mengurangi resiko produk anda gagal di pasaran, yaitu kuisioner, grup fokus dan survei.

Mungkin ada dari anda yang tidak tahu teknis bagaimana mengaplikasikan metode riset pemasaran? Ok, akan saya terangkan secara ringkas.

1. Kuesioner.

Metode riset pemasaran kuisioner bisa dilakukan dengan survei kertas (wawancara langsung) atau online. Pada umumnya, kuesioner lebih berpeluang dijawab jika ada insentifnya (yakni imbalan).

Dulu waktu saya masih bekerja sebagai peneliti lapangan di salah satu lembaga survei terkenal di Indonesia, responden yang saya wawancara diberi sebuah kaos ekslusif dengan logo perusahaan tersebut dibelakangnya.

Kalau insentif metode riset pemasaran McDonald adalah, pada saat mereka hendak meluncurkan “ice cream cone”, setelah diwawancarai, si responden dikasih imbalan sebesar 20ribu, diberi bingkisan kenang-kenangan dan “give-give” lainnya.

2. Grup Fokus.

Grup fokus adalah metode riset pemasaran dengan mengunakan grup kecil konsumen yang dikumpulkan dibawah arahan seorang moderator, sementara para peneliti merekam dan mencatat pengamatan mereka atas respon, reaksi, dan komentar pelanggan. Peserta biasanya dibayar atas waktu mereka.

Berdasarkan pengalaman saya, sepuluh responden dengan satu moderator dan tiga peneliti cukup efektif untuk metode riset pemasaran ini. Tapi hati-hati jika menggunakan metode riset pemasaran ini, jawaban yang diperoleh dari responden seringkali bias.

3. Survei.

Survei lebih singkat dibanding kuesioner, jadi tidak perlu imbalan. Survei secara online akan mendapat respon yang luar biasa jika metode riset pemasaran ini anda suguhkan secara positif. Melalui situs web anda, anda dapat memasukkan beberapa pertanyaan (yang tidak mengganggu, sederhana, dan mudah dijawab) untuk memperoleh komentar dan saran dari pengunjung situs web, terutama para pembelanja.

Catatan Penting…!!! Metode riset pemasaran menggunakan survei telepon adalah teror bagi orang yang sedang makan dengan tenang atau tidur siang. Kebanyakan dari mereka sangat terganggu dan semakin tidak populer (dan tidak dapat diandalkan).

Jadi, sebelum anda membuat dan meluncurkan produk anda, gunakanlah metode riset pasar diatas agar anda tidak mengalami produk gagal di pasaran. Setelah anda dapatkan kesimpulan hasil riset pemasaran anda, tes dan ukur dulu dalam skala kecil. Tujuannya adalah supaya anda benar-benar tahu bahwa produk akan anda laku di pasaran.

Ok? Saya tunggu komentar anda…

Incoming search terms for the article:

metode riset pemasaran, contoh riset pasar, riset pemasaran, artikel pemasaran produk, Kuesioner pemasaran, metode riset pasar, metode riset, sistem riset pemasaran, contoh produk gagal di pasaran, tujuan riset pasar

Related posts:

  1. Riset, Riset, Riset dan Riset Pemasaran, Again!
  2. Obrolan Pemasaran dari Om Jack : Anda Sudah Riset Perilaku Konsumen?
  3. 5 Penyebab Mengapa Sebagian Besar Pengusaha Tidak Sukses di Bidang Pemasaran
  4. Metode dan Cara Bagaimana Menentukan Harga Jual Sebuah Produk
  5. Pemasaran atau Produksi, Mana yang Harus Didahulukan?

Incoming search terms for the article:

metode riset pemasaran, contoh riset pasar, riset pemasaran, artikel pemasaran produk, Kuesioner pemasaran, metode riset pasar, metode riset, sistem riset pemasaran, contoh produk gagal di pasaran, tujuan riset pasar

13 Komentar »

  • Alasan Mengapa Desain Kemasan Sebuah Produk Harus Menjual « alhijaz said:

    [...] tetap harus yang disukai oleh konsumen. Bukan disukai oleh anda. Caranya gimana? Dengan melakukan riset pemasaran. Anda bisa tanyakan ke mereka, “Pak, bu…kemasan ini menarik nggak buat [...]

  • nina said:

    hallo, gmna dgn perencanaan utk membuka usaha di bidang komunitas untuk anak-anak, apa aja kiat2 nya, terima kasih.

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Nina : maaf mbak, bisa dijelaskan lebih lanjut tentang apa itu komunitas untuk anak-anak?

  • Randy said:

    salam kenal Om Nip Nip..
    saya nubi yang punya hasrat besar terjun di dunia usaha..
    bisa tolong diperjelas poin2 apa yang harus ada di kuisioner?

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Randy : insya Allah nanti saya jelaskan di postingan yang lain mas…kalau nggak lupa lho…hohohohoho…

  • NITA PRIDUL said:

    thanx 4 information

  • Reza Arki said:

    Saya lagi mau pelajari riset tentang bisnis properti, apakah metode yang sudah disebutkan di atas cukup cocok diterapkan di bisnis ini ? apakah investor teryakinkan dengan hasil analisa yang diambil dari pengumpulan data calon konsumen / konsumen (user), sedangkan pertimbangan utama mereka adalah dari sisi profit atau tingkat pengembalian modal? mohon jawabannya ya om.. tq

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Reza : asalkan mas Reza melakukan riset dengan benar, pasti investornya yakin. Karena kalau investor mas Reza ngerti akan masalah bisnis dan investasi, pasti mereka akan menanyakan kepada mas Reza dasarnya mas Reza mengambil keputusan untuk berbisnis properti. Dan biasanya, salah satu pertanyaannya adalah “siapa konsumen yang mas Reza bidik?”… Lha darimana mas Reza bisa menjawab pertanyaan ini kalau nggak riset pasar? :)

  • rumahciputat said:

    Salam kenal Om Nip-nip, saya Vicky Then, profesi saya pemasar properti, persisnya Manager Pemasaran perumahan di daerah Ciputat, Tangsel. Apa yang Anda sampaikan saya 100% setuju, memang benar bahwa SEBELUM meluncurkan gagasan kita menjadi sebuah usaha atau bisnis, riset pemasaran mutlak harus dikerjakan, untuk mengetahui respon para calon pengguna/konsumen produk kita.
    Contohnya di proyek perumahan tempat saya bekerja, sudah sukses dengan 1 proyek seluas 1,2 ha dengan harga rumah 250-300 juta, sekarang justru membuka proyek dengan harga jual rumah 600-800 juta tanpa melakukan riset pasar, akibatnya penjualan mandeg dan proyek terancam jalan di tempat alias tidak laku-laku, sedangkan modal investasi sudah tertanam. Pengalaman ini moga-moga menjadi pelajaran bagi Anda yang bergerak di bidang properti. Tq.

  • didi said:

    Terimakasih atas infonya.
    Ini sangat berguna sekali buat saya yg mulai
    usaha membuka kursus bahasa.

    Salam sukses buat bapak :)

  • thomas said:

    Asslmkum…aku mintak tlg gai mana cara nya bisnis itu cocok buatku kira2 bisnis apa itu? kalo pulsa gai mana, kalo koperasi gaimana? kalo, kalo jadi apa ya….?? please help me as you knows as well…thanks so much.

  • arifiin said:

    untuk cari respoden nya gimana ya tips nya agar data yang kita dapat bisa akurat??n apa perlu milih2 responden?trimakasih

  • nara said:

    bisa tanya ga? contoh perusahaan yang menggunakan sistem penelitian pemasaran itun apa?
    bukti buktinya juga kalo dia menggunakan itu
    plis email yaaaa

Leave Your Response!


3 Metode Riset Pemasaran agar Produk Anda Tidak Gagal di Pasaran

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


3 Metode Riset Pemasaran agar Produk Anda Tidak Gagal di Pasaran