Pemasaran atau Produksi, Mana yang Harus Didahulukan?


By on October 7, 2009

Pada saat anda mulai membangun bisnis, pernakah terlintas di benak anda pertanyaan seperti ini : “pemasaran atau produksi, mana yang harus saya lakukan terlebih dahulu?”. Kalau pernah, saya ucapkan selamat. Berarti pengetahuan bisnis anda lebih baik dari saya waktu itu.

Dulu, waktu pertama kali saya membangun sebuah bisnis yang bergerak bergerak di bidang agrobisnis, pertanyaan pemasaran dan produksi tersebut sama sekali tidak pernah terlintas di benak saya. Yang saya pikirkan hanyalah : pelajari teknik budidayanya, rekrut pegawai, panen, lalu jual hasilnya. Padahal ada dua bentuk organisasi bisnis terkait pemasaran dan produksi:

  1. Organisasi yang berorientasi penjualan.
    Menjual apa yang mereka buat atau mereka produksi.
  2. Organisasi yang berorientasi pada pemasaran.
    Membuat apa yang terjual.

Perbedaan antara kedua organisasi pemasaran dan produksi tersebut ada pada rancangan produk atau jasanya. Pada organisasi yang berorientasi penjualan, produk atau jasanya dikembangkan dengan memberi perhatian minimal pada kebutuhan konsumen di pasar sasaran.

Fokus utamanya adalah membuat produk atau jasa. Setelah produk atau jasa tersebut selesai dibuat, barulah pemasarannya dirancang. Konsekuensinya, biasanya dibutuhkan banyak upaya (bahkan terkadang sangat keras) untuk menjual produk atau jasa tersebut, dengan catatan : jika kenyataannya produk atau jasa tersebut dapat dijual.

Pada organisasi yang berorientasi pemasaran, sebelum produk atau jasa tersebut dibuat, informasi mengenai kebutuhan konsumen dikumpulkan dari konsumen itu sendiri. Kata lainnya adalah anda melakukan riset pasar terlebih dahulu. Setelah itu, produk atau jasa tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Nah, kira-kira seberapa banyakkah perhatian anda terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pemasaran? Minimal atau bahkan sebaliknya, dicurahkan lebih banyak.

Tinggal masing-masing dari anda yang menentukan perihal pemasaran dan produksi. Apakah anda buat dulu produk atau jasanya, kemudian anda kerahkan berbagai upaya yang luar biasa besarnya untuk menjualnya. Atau sebaliknya, produk atau jasanya anda rancang dan anda sesuaikan dengan target konsumen yang telah anda tentukan.

Kalau saya ditanya masalah pemasaran dan produksi diatas, saya akan memilih bentuk organisasi bisnis yang kedua. Organisasi yang berorientasi pada pemasaran, membuat apa yang terjual. Mengapa? Karena dengan membuat apa yang bisa terjual, saya tidak perlu bersusah payah dan “berdarah-darah” menjual produk saya seperti dulu waktu pertama kali saya membangun bisnis.

Kalau sekarang anda ditanya masalah pemasaran dan produksi diatas, anda pilih yang mana?

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

4 Comments

  1. Heri Kusdianto

    November 2, 2009 at 06:07

    saya tidak bisa memproduksi, makanya saya lbh fokus ke pemasaran aja…

  2. arifiin

    September 12, 2011 at 10:49

    klo tidak punya produk yang kita pasarkan apa dong mas?? pake barang orang lain dulu kah?trims

  3. sukron

    February 9, 2013 at 19:26

    Kalau saya,jelas berorientasi pada pasar dahulu,baru kemudian pada produksi.

  4. basry

    March 9, 2013 at 12:27

    terimakasih atas ilmunya, tapi kalau saya bisa komen, di lengkapi contoh2nya.
    klw menurut saya produk dlu. jika tidak ada produk apa yang kita pasarkan. terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *