bedah bisnis

Mengulas dan Mengupas Tuntas Denyut Nadi Sebuah Bisnis

franchise

Klik Disini Untuk Lihat Informasi Seputar Franchise

motivasi

Anda Baru Down atau Patah Semangat? Baca Artikel Motivasi!

pemasaran

Diulas Dengan Bahasa yang Mudah Anda Pahami

tips bisnis

Tips dan Trik Bisnis Ampuh Untuk Anda

Home » franchise

18 Tips Praktis Sebelum Anda Memilih Usaha Waralaba (Bagian 3)

Submitted by Om Nip-Nip on Thursday, 15 October 2009No Comment
18 Tips Praktis Sebelum Anda Memilih Usaha Waralaba (Bagian 3)

Akhirnya sampai juga kita pada pembahasan yang terakhir tentang bagaimana tips memilih waralaba. Bagi anda yang ketinggalan membacanya, jangan khawatir.

Anda bisa lihat tips memilih franchise bagian 1 untuk membaca tips ke-1 sampai ke-9 dan tips memilih franchise bagian 2 untuk membaca tips ke-10 hingga ke-14.

15. Pelajari laporan keuangan franchisor.
Franchisor
yang baik dan profesional biasanya terbuka dengan laporan keuangannya. Di negara-negara maju, hal ini sudah menjadi tuntutan sesuai dengan peraturan pemerintah atau undang-undang yang berlaku. Keterbukaan informasi keuangan akan sangat membantu calon franchisee untuk menilai kesehatan perusahaan dan seberapa besar resikonya. Sebaliknya, franchisor yang tertutup menunjukan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi usahanya, anda patut curiga.

16. Bandingkan tingkat penghasilan yang akan anda peroleh dengan penghasilan deposito.
Franchise bukanlah investasi yang bebas risiko. Kemungkinan gagalnya tetap ada, meskipun tidak sebesar bisnis baru. Oleh karenanya, penghasilan yang diperoleh setidak-tidaknya harus mencapai dua kali penghasilan bebas resiko. Jadi jika penghasilan deposito sekitar 10%, itu berarti return on investment yang dapat anda harapkan minimal sebesar 20%.

17. Pertimbangkan besarnya franchisee fee dan royalty.
Besarnya franchisee fee cukup beragam bergantung dai investasi awal yang diperlukan, sistem, teknologi yang dikembangkan, ataupun jenis bisnisnya (jasa atau manufaktur). Biasanya semakin tinggi nilai investasi sebuah gerai franchise, semakin rendah franchisee fee-nya. Hal ini dimaksudkan agar franchisor tidak membebani investor yang ingin membeli franchise.

Franchisee fee juga tergantung pada jenis bisnisnya. Franchise di bidang jasa seperti salon, agen properti, dan lain-lain, biasanya lebih besar, yakni sekitar setengah persen atau lebih dari nilai investasinya. Bidang jasa bukanlah bisnis padat modal yang membutuhkan pabrik, tanah, atau gedung, sehingga franchise fee-nya lebih tinggi.

18. Segera action!
Untuk tips yang terakhir ini sangat klise, tetapi banyak yang tidak melakukannya. Penyebab utamanya adalah takut untuk mencoba, malas, menganggap sepele atau sering menunda-nunda.

Padahal tips yang satu ini merupakan tips yang terpenting dari tips memilih franchise yang lainnya. Karena tanpa anda bertindak, semua tips yang telah anda dapatkan menjadi sia-sia.

Ingat, jangan memilih franchise seperti membeli kucing dalam karung. Selidiki dulu, baru anda putuskan. Selamat memilih franchise…

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • PDF
  • Technorati

Related posts:

  1. 18 Tips Praktis Sebelum Anda Memilih Usaha Waralaba (Bagian 2)
  2. 18 Tips Praktis Sebelum Anda Memilih Usaha Waralaba (Bagian 1)
  3. 8 Tips Bagaimana Menilai Seorang Franchisor Waralaba
  4. Info Franchise : Peluang Usaha Waralaba Bakso Cak Eko
  5. Tips Bagaimana Memilih Karyawan yang Berprestasi

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.