6 Kesalahan Cara Memasang Iklan di Koran dan Majalah serta Bagaimana Memperbaikinya


By on October 15, 2009

Cara paling gampang untuk memasarkan produk adalah dengan cara memasang iklan di koran atau di majalah. Anda setuju? Memang demikian adanya.

Cukup anda tulis penawarannya, sediakan uang tunai, dan pasang iklan majalah atau iklan koran yang anda sukai.

Saking mudahnya taktik pemasaran ini menyebabkan banyak orang yang tidak tahu (bisa jadi tidak mau tahu) prinsip penting dalam cara memasang iklan di koran atau majalah.

Padahal kesalahan yang dianggap kecil ini bisa berakibat fatal. Anda beresiko kehilangan uang…dalam jumlah besar tentunya…jika anda melakukan kesalahan cara memasang iklan. Ada 6 kesalahan yang umum dilakukan.

Kesalahan pertama : Tidak memasang iklan di koran atau majalah yang tepat.
Kebanyakan orang ingin iklan produknya dipasang di surat kabar atau majalah terkenal. Tujuan promosi mereka adalah menjaring sebanyak-banyaknya pembaca iklan. Tapi mereka tidak memikirkan seperti apa dan bagaimana perilaku orang yang membaca koran atau majalah tersebut. Padahal cara memasang iklan bergantung dari segmen yang dibidik.

Contohnya seperti ini, anda menjual bibit ikan lele. Kemudian anda lihat bahwa koran X sangat terkenal di kota anda. Anda memutuskan untuk memasang iklan di koran tersebut dengan asumsi, koran tersebut adalah “koran rakyat” yang banyak pembacanya.

Akan tetapi anda tidak melihat siapa dan bagaimana perilaku orang yang membaca koran tersebut.

Koran tersebut memang laris di kota anda. Tapi bisa anda bayangkan apa jadinya kalau ternyata koran tersebut adalah koran yang hanya dibaca oleh orang yang sedang mencari lowongan perkerjaan.

Para petani atau pengusaha ikan lele yang notabene adalah target dan calon potensial pembeli bibit lele anda tidak membaca koran tersebut.

Bacaan mereka adalah majalah Y, sebuah majalah agrobisnis yang tampaknya kalah populer dengan “koran rakyat” pilihan anda. Usaha anda akan sia-sia dan uang andapun akan lenyap begitu saja.

Solusinya adalah, lihat siapa dan bagaimana perilaku segmen pasar yang anda bidik. Ambil sampelnya, tanyakan koran atau majalah apa yang biasa mereka baca. Baru cara memasang iklan anda benar. Anda ingin tahu caranya? Lakukan riset pasar!

Kesalahan kedua : memasang headline nama usaha atau perusahaan.
Orang akan jauh lebih tertarik dengan headline yang berisi penawaran yang menarik dari anda, bukan nama perusahaan anda. Jadi tulislah headline yang mengundang hasrat mereka untuk menghubungi anda. Jangan tulis nama usaha anda.

Menurut anda headline cara memasang iklan yang mana yang lebih menarik, “PT. Properti Bintang Jaya Nusantara” atau “Dijual Rumah Eksotik Pinggir Pantai, Gratis Motor Matic dan Kulkas 2 Pintu Senilai 15 Juta Untuk Anda”. Pasti headline cara memasang iklan yang kedua kan?

Kesalahan ketiga : tidak tahu bagaimana teknik memasang iklan di koran atau majalah.
Jika anda ingin trik cara memasang iklan yang efektif, saya sarankan anda gunakan trik berikut ini. Trik ini saya dapatkan dari Tung Desem Waringin.

1. Halaman kanan lebih baik dari halaman kiri. Kecuali di China dan di Arab, halaman kiri lebih bagus daripada halaman kanan.
2. Sering lebih baik daripada besar. Tentu saja yang terbaik adalah besar dan sering.
3. Atas lebih baik daripada bawah.
4. Berbentuk vertikal lebih baik daripada horizontal, kecuali ekstrim horizontal.
5. Ada gambar lebih baik daripada tulisan saja. Namun ingat, tulisanlah yang menjual, bukan gambar.

Kesalahan keempat : tidak memberikan benefit / keuntungan yang akan didapatkan oleh konsumen.
Tulislah keuntungan yang didapat oleh calon konsumen yang membaca iklan anda. Anda bisa tulis manfaat apa yang didapatkan jika mereka membeli produk anda. Kemudian anda beri keuntungan tambahan bagi yang langsung memutuskan untuk membeli.

Kesalahan kelima : tidak memberikan kontak person yang jelas.
Tulislah dengan jelas siapa yang bisa mereka hubungi berikut nomor teleponnya. Karena begitu mereka tertarik, mereka akan berusaha menghubungi anda. Contohnya bisa seperti ini : “Segera hubungi saya, Bpk. Haristya di (0274) 512898”. Gunakan selalu cara memasang iklan diatas.

Kesalahan keenam : tidak mengukur tingkat keefektifitasan iklan yang telah dipasang.
Kasus yang sering terjadi adalah begitu iklan sudah terpasang di koran atau majalah, iklan tersebut didiamkan meskipun orang yang merespon sedikit sekali.

Cara memasang iklan yang terbaik adalah ukur tingkat efektifitas iklan anda. Pasang dalam waktu tertentu yang tidak begitu lama. Begitu hasilnya kurang memuaskan, anda bisa ubah cara memasang iklan anda. Entah headlinenya, atau ubah hari pemuatannya, atau anda ubah lokasinya atau bahkan anda ganti medianya.

Berapa uang yang terbuang jika anda terus mendiamkan iklan anda tanpa mengukur tingkat efektifitasnya?

Perhatikanlah keenam hal diatas apabila anda hendak memasang iklan koran, iklan majalah, iklan baris bahkan sampai iklan gratis. Dengan menghindari ke-6 kesalahan cara memasang iklan tersebut, anda bisa terhindar dari pemborosan biaya iklan yang tidak berguna.

Ada yang mau menambahkan?

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

12 Comments

  1. Budi

    November 21, 2015 at 16:54

    Tks ats sarannya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *