Home » info bisnis

Ada 4 Jenis Sekolah Bisnis, Mana yang Akan Anda Ikuti?

Ditulis Oleh pada Monday, 11 January 201015 Komentar

Ada yang pernah tahu sekolah bisnis? Kalau sekolah akademik pasti anda tahu kan? Ada playgroup, TK, SD, SMA, SMK, S-1, S-2 dan seterusnya.

Dulu saya tidak tahu seperti apakah sekolah bisnis tersebut. Waktu itu yang saya hanya berpikiran untuk mencari peluang bisnis saja.

Sampai suatu ketika saya membaca buku karya Robert T Kiyosaki, akhirnya saya mengetahui ada 4 jenis sekolah bisnis menurutnya. Dan beruntungnya, Kiyosaki sempat mengikuti keempat jenis sekolah bisnis tersebut.

1. Sekolah Bisnis Tradisional.

Sekolah ini berlokasi di perguruan tinggi negeri dan atau universitas swasta berakreditasi. Keduanya menawarkan gelar MBA. Para pengajar atau instrukturnya biasanya adalah karyawan sekolah bisnis tersebut atau karyawan perusahaan yang berpengalaman.

Siswanya sebagian besar berusaha menjadi karyawan yang berpendidikan tinggi dan bergaji tinggi, seperti halnya para pengajar atau instrukur mereka. Mereka berusaha mendaki tangga perusahaan untuk mencapai jabatan penting di perusahaan dimana mereka bekerja.

2. Sekolah Bisnis Keluarga.

Banyak bisnis keluarga yang bisa anda jadikan tempat yang bagus untuk mendapatkan pendidikan bisnis. Contoh bisnis keluarga adalah Bakrie Group atau yang semisalnya. Hanya saja, biasanya seseorang yang “diterima” di sekolah tersebut adalah keluarga mereka.

Tapi kalau anda dekat dengan salah satu dari keluarga mereka, anda bisa belajar banyak dari mereka. Sekolah tersebut adalah sekolah yang bagus. Apalagi jika pemilik perusahaan keluarga tersebut bukan hanya entrepreneur yang hebat, tapi juga guru yang baik.

Anda tidak perlu mencari bisnis sebesar Bakrie Group. Banyak bisnis skala kecil dan menengah yang telah sukses yang bisa anda ikuti. Tinggal mencocokannya dengan tipe bisnis yang cocok bagi anda. Kalau anda belum tahu tipe bisnis apa yang cocok bagi anda, bacalah artikel saya mengenai jenis-jenis bisnis yang cocok bagi anda.

3. Sekolah Bisnis Perusahaan.

Sebagian besar bisnis atau perusahaan menawarkan program internal bagi “siswa muda” yang menjanjikan. Setelah lulus, perusahaan tersebut akan menuntun kemajuan karier mereka. Biasanya perusahaan tersebut membayar biaya pendidikan siswanya, bahkan memberikan waktu untuk meneruskan pendidikan mereka.

Setelah menerima pendidikan formal, karyawan yang menjanjikan tersebut seringkali di rotasi ke divisi berbeda perusahaan itu sehingga mereka bisa melihat keseluruhan bisnis dan mendapatkan pengalaman langsung. Sebagai gambaran, ada sebuah perusahaan, sebut saja “Perusahaan X” yang mempunyai fasilitas pendidikan penjualan.

Anda akan dilatih dengan metode khusus mereka. Setelah itu, mereka akan menuntun anda untuk mepraktekan apa yang telah anda pelajari di ruang kelas. Mentor anda bisa membuat anda tetap berada sesuai dengan teori yang anda dapat di ruang kelas hingga anda mampu menerapkan pada tantangan bisnis di dunia nyata.

Banyak yang bisa anda dapat dari sekolah jenis ini. Tidak hanya ketrampilan menjual yang bisa anda dapat, tapi juga menganalisis strategi pesaing, membuat materi iklan yang efektif dan sebagainya.

4. Sekolah Bisnis di Jalanan.

Sekolah jenis ini menurut Kiyosaki adalah sekolah yang diikuti entrepreneur saat ia meninggalkan “rasa aman” yang ada di sekolah bisnis tradisional, sekolah bisnis keluarga atau sekolah bisnis perusahaan. Ini adalah sekolah tempat “kecerdasan jalanan anda” dibangun, yaitu anda memulai sendiri membangun “kerajaan bisnis” anda sendiri.

Sekolah bisnis di jalanan adalah sekolah bisnis yang buruk, guru yang kasar, dan pelit dalam nilai. Anda seringkali harus berhadapan dengan ketakutan terbesar yang didalamnya terdapat keraguan dalam diri anda. Seringkali anda harus menempuh resiko-resiko bisnis yang sebenarnya daripada hanya teori diatas kertas.

Bahkan jika anda pernah mengikuti sekolah bisnis perusahaan dan terjun langsung di lapangan, kerugian akibat kesalahan dan kegagalan anda ditanggung oleh perusahaan. Paling banter anda tidak mendapatkan komisi. Skenario terburuknya adalah anda dipecat. Di sekolah bisnis jalanan, andalah yang harus menanggung sendiri kerugian akibat kesalahan dan kegagalan anda.

Namun, sekolah jenis ini adalah sekolah bisnis terbaik bagi anda, setidaknya begitulah kata Kiyosaki. Anda tidak akan mendapatkan nilai A dan B, pujian atau komisi yang besar. “Nilai anda” di jalanan diukur dengan uang yang anda dapat dan uang yang anda keluarkan.

Kebanyakan pengusaha atau entrepreneur yang berhasil adalah orang yang mengikuti sekolah jenis ini, terjun langsung membangun sebuah bisnis.

Saya hanya pernah dan masih bersekolah di “sekolah bisnis jalanan” ini. Dan saya mempunyai seorang teman yang mengikuti sekolah bisnis tradisional, jenjang S-2. Saat kami sedang berdiskusi, banyak sekali pendidikan bisnis yang saya dapat dari dia.

Bahkan sampai ke beberapa teori dan perhitungan bisnis yang teramat rumit yang kadangkala bertentangan dengan apa yang saya dapat di sekolah bisnis jalanan. Memang tidak semua, beberapa diantaranya sangat bagus sebagai masukan bagi saya.

Sayangnya, saat ini teman saya memutuskan untuk bekerja membangun bisnis orang lain daripada membangun bisnisnya sendiri. Dengan kata lain, beliau bekerja ke perusahaan orang lain. Itulah mengapa saya setuju dengan pendapat Kiyosaki bahwa sekolah bisnis di jalanan adalah sekolah sekaligus guru yang terbaik.

Anda akan langsung berhadapan dengan “pendidikan bisnis jalanan” yang bengis, kejam dan tak pandang bulu. Seiring dengan waktu, di sekolah bisnis jalanan pengetahuan, keberanian dan mental pengusaha anda akan terbentuk. Jadi, bagi anda yang ingin sekolah bisnis, anda bisa memilih satu atau lebih dari sekolah bisnis diatas.

Kalau saya sendiri, saya lebih suka sekolah bisnis jenis yang keempat, sekolah bisnis jalanan. Karena bagi saya, hanya sekolah itu yang bisa saya pilih dan saya ikuti. Sekolah bisnis terbaik yang pernah saya dapatkan. Ingat, ini bagi saya lho, mungkin anda berbeda. Kalau anda sendiri, pilih yang mana?

Incoming search terms for the article:

sekolah bisnis, bisnis sekolah tk, sekolah bisnis bakrie, jenis sekolah, sekolah bisnis terbaik 2010, usaha yang cocok untuk pelajar sma, jenis jenis sekolah, Jenis-jenis sekolah, usaha yang cocok dekat sekolah, Jenis usaha kreatif

Related posts:

  1. Bangunlah Hubungan yang Baik, Maka Bisnis Anda Akan Sukses
  2. 4 Jenis Pasar yang Bisa Anda Bidik Untuk Usaha Anda
  3. Bangunlah Merek Dagang Anda, Maka Anda Akan Mendapatkan 8 Manfaatnya
  4. 6 Jenis Perseroan Terbatas Yang Perlu Anda Ketahui
  5. Pemasaran atau Produksi, Mana yang Harus Didahulukan?

Incoming search terms for the article:

sekolah bisnis, bisnis sekolah tk, sekolah bisnis bakrie, jenis sekolah, sekolah bisnis terbaik 2010, usaha yang cocok untuk pelajar sma, jenis jenis sekolah, Jenis-jenis sekolah, usaha yang cocok dekat sekolah, Jenis usaha kreatif

15 Komentar »

  • online-business-story.com said:

    kalo saya belajar bisnis di komunitas mas. Mungkin mas pernah dengar EU (entrepreneur university) ?

    dan kedepannya saya juga akan belajar dari blog ini mas haris :)

    Salam Kreatif,
    Octa Dwinanda

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Mas Octa : Ooo, pernah mas…itu malah bagus….lebih cepat karena belajar dari pengalaman orang lain…
    Belajar dari saya? hoooo…..jangan gitu mas…saya jadi malu ntar… xixixixixixixi

  • online-business-story.com said:

    belajar disini kan juga belajar dari pengalaman orang lain mas…
    saya juga baru merintis di bisnis offline mas. Mudah2an kita bisa saling sharing ya..

  • Om Nip-Nip (author) said:

    belajar disini kan juga belajar dari pengalaman orang lain mas…
    saya juga baru merintis di bisnis offline mas. Mudah2an kita bisa saling sharing ya..

    sama-sama mas Octa…

  • panji said:

    Wah posting yang bagus, menarik, banyak informasi yang saya dapatkan.
    Mudah2an saya bisa sekolah di 4 jenis diatas.
    Saya baru mulai untuk sekolah jalanan, baru melangkah untuk menjadi entrepreneur.

    Dari pengalaman yang masih sedikit (belum asin garamnya,hehehe), saya mau share tentang kepuasan pelanggan.

    Di sekolah tradisional, saya mendapatkan pelajaran ttg kepuasan pelanggan yang hanya teori, yang dpt mengarahkan kita untuk melakukan yang terbaik.
    Namun, kenyataan yang saya alami di sekolah jalanan, hal tersebut sangat berbeda.
    Walaupun beberapa teori dapat dipraktekan secara langsung, namun ini hanya sedikit. Dinamika dilapangan sangat fluktuatif, banyak aspek ‘rasa’ yang tidak dapat dihitung dan diperkirakan dalam teori, seperti perasaan tidak enak, malu, takut, ragu, marah, kecewa, bahagia, pujian, dan sebagainya.

    Oleh karena itu, saya sangat setuju dgn pendapat Anda mengenai sekolah jalanan dapat membentuk keberaian dan mental usaha.

    Ohiya, saya mohon ijin untuk meng-copy tulisan ini untuk motivasi rekan2 yang lain [sumber akan dicantumkan].

    Terima kasih

  • BLOG MOTIVASI SUKSES said:

    saya secara pribasi meminta maaf jika tulisan tersebut sama persis seperti postingan anda mas, karena jujur saya mengambilnya dari blog sahabat juga => http://beranigagal.blogspot.com, sekali lagi saya minta maaf yah mas :)

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Panji : oke mas, makasih atas kunjungannya..dicopy aja nggak papa…asal jangan lupa, sumbernya di tulis, hehehehehehe

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Motivasi Arif : oh, gitu ya…ndak papa mas…maaf juga…hehehehehe

  • DeECom said:

    mohon maaf atas kealpaan mencantumkan sumbernya.
    perlu diketahui bahwa artikel di http://www.deecom.org di copas dari http://motivasi-arif.blogspot.com/2010/01/ada-4-jenis-sekolah-bisnis-mana-yang.html
    berhubung di akhir artikel tersebut ada keterangan “Sumber: Anonymous” maka tidak perlu di cantumkan sumbernya, toh disana tertulis anonymous, jadi siapapun boleh mengutip.
    Begitu baca komentar dari Sdr Haris_DokterBisnis.net, maka dengan ini saya cantumkan sumber yang seharusnya. Sekali lagi mohon maaf. terimakasih

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @deecom : ok mas…nggak papa…makasih atas atensinya…

  • bunda said:

    Sy perpaduan ke4 nya :-D

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Bunda : ke-4 yang mana bu…he..he..he..

  • Bisnis said:

    Wah… kok kesannya sekolah bisnis keluarga lebih baik dari sekolah tradisional gitu ya?? Apa emang sekolah tradisional kurikulumnya untuk mencetak pekerja???

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Bisnis : sebenarnya enggak juga mas…cuman memang realitanya sekolah bisnis tradisional kebanyakan jadinya bekerja ke perusahaan, mengurusi bisnis orang lain daripada sendiri…tapi ada juga kok yang sekolah di bisnis sukses membangun bisnisnya sendiri… :)

  • sablon kaos jogja said:

    blognya ini menjadi inspirasi buat saya.

Leave Your Response!


Ada 4 Jenis Sekolah Bisnis, Mana yang Akan Anda Ikuti?

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Ada 4 Jenis Sekolah Bisnis, Mana yang Akan Anda Ikuti?