Home » pemasaran

Riset, Riset, Riset dan Riset Pemasaran, Again!

Ditulis Oleh pada Thursday, 14 January 201013 Komentar

Masih tentang artikel pemasaran, pada waktu saya membaca buku “cerdas beriklan”, menurut pengarangnya,  banyak dari pengusaha-pengusaha kita masih jarang memanfaatkan riset pasar.

Padahal ada seorang staf pemasaran sebuah perusahaan asing mengatakan bahwa di perusahaannya ada bagian Research and Development.

Menurut anda, apa tugasnya? Tentu saja riset pemasaran, terkhusus untuk mengembangkan produk-produk baru.

Jadi kalau mereka ingin mengeluarkan produk baru, anggaplah “pena anti macet”, idenya tersebut adalah hasil dari kebutuhan pasar. Bukannya “nemu wangsit” terus langsung diproduksi dan dipasarkan begitu saja.

Saya ambil contoh motor matic. Kenapa tiba-tiba motor matic begitu booming di Indonesia? Karena hasil riset menunjukkan bahwa banyak para wanita yang kesusahan dan malas naik motor dengan gigi perseneling yang merepotkan. Bahkan setelah produk diluncurkan, ternyata kaum pria-pun banyak yang menyukainya.

Coba anda bandingkan dengan para pengusaha-pengusaha kita. Apalagi yang masih awam dengan dunia riset-meriset atau dunia marketing. Begitu mereka menemukan “ide cemerlang”, tanpa melakukan riset pasar mereka langsung merealisasikan ide mereka. Masalah sesuai atau tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen itu perkara nantilah.

Yang lebih parah, sudah nggak pakai riset, langsung diproduksi dalam skala besar tanpa tes dan ukur terlebih dahulu. Alasannya sangat klasik, supaya cepet untung gedhe. Alhasil bukan untung yang di dapat tetapi malah buntung yang diterima.

Jika memang demikian pentingnya, mengapa tetap saja banyak pengusaha yang enggan melakukan riset pasar? Jawabannya sederhana. Malas dan terlalu njlimet (baca : rumit) untuk dilakukan.

Karena jangan salah, bukan hanya produk baru yang harus anda riset. Menentukan harga yang pas, memilih kemana produk anda akan dipajang, media periklanan yang dibaca oleh calon konsumen anda, hingga warna kemasan produk-pun perlu diriset. Pokoknya semuanya diriset!

Makanya jangan heran apabila proses meluncurkan sebuah produk baru bisa memakan waktu yang sangat lama. Eniwei, kalau anda belum tahu bagaimana caranya riset pasar, silahkan baca artikel saya tentang 3 metode riset pasar.

Dulu waktu saya hendak meluncurkan sebuah produk agrobisnis, saya harus mempersiapkan lebih dari tiga bulan untuk memperoleh kesimpulan dari produk saya. Bisa lebih cepat sebenarnya, cuman saya lebih banyak santainya. Biasa, penyakit malasnya kumat.

Saya mulai menentukan responden, membuat janji bertemu, memanggil koki untuk memasak produk saya, mewawancara masing-masing responden selama 1 jam, mencari pengganti apabila responden tiba-tiba menolak, dan sebagainya. Melelahkan dan menjemukan!

Tapi hasil yang saya dapat sungguh luar biasa. Saya jadi tahu berapa harga yang pas buat produk saya, kemana para konsumen itu pergi berbelanja, berapa besar keinginan mereka untuk repeat alias membeli lagi produk saya, sampai berapa kali mereka makan produk sejenis dalam satu minggu! Ini yang disebut menentukan segmentasi pasar.

Bandingkan apabila anda tiba-tiba “nemu wangsit” dan tanpa ba..bi..bu, langsung anda hajar! Iya kalau berhasil. Kalau gagal? Berapa kerugian yang harus anda tanggung? Berapa lama anda butuh waktu untuk mengembalikan semangat anda? Padahal semangat anda adalah bahan bakar anda. Atau jangan-jangan anda malah trauma!

Makanya seperti yang pernah saya tulis tentang pemasaran atau produksi, mana yang harus didahulukan, saya lebih suka mendahulukan pemasaran. Saya hanya mengeluarkan biaya tidak sampai 500 ribu untuk melakukan riset pasar tersebut!

Jadi sebelum anda akan merealisasikan “ide brilian” anda, riset, riset, riset dan riset! Ini bukan hanya sekedar slogan. Hal ini mutlak harus anda lakukan. Dan ingat, riset disini bukannya kita terlalu banyak mikir, terlalu banyak pertimbangan atau mau bisnis aja kok repot.

Riset disini fungsinya hanya untuk membuat produk agar sesuai dengan apa yang konsumen butuhkan. Biar pemasaran produk nantinya nggak susah. Juga biar nanti pada waktu merancang strategi pemasaran produknya nggak pusing.

Kira-kira anda mau dan sanggup melakukannya? Menunda kesenangan anda untuk hal-hal yang melelahkan? Hanya anda dan Sang Pencipta yang tahu jawabannya, kecuali kalau anda cerita ke teman anda… icon smile Riset, Riset, Riset dan Riset Pemasaran, Again!

Incoming search terms for the article:

contoh riset pemasaran, analisis swot usaha bakso, manfaat riset pemasaran, artikel riset pemasaran, riset bisnis dan pemasaran, riset pemasaran produk, analisa SWOT pemasaran, riset pemasaran bisnis, riset pemasaran motor matic, perusahaan yang melakukan riset pemasaran

Related posts:

  1. Obrolan Pemasaran dari Om Jack : Anda Sudah Riset Perilaku Konsumen?
  2. 3 Metode Riset Pemasaran agar Produk Anda Tidak Gagal di Pasaran
  3. 3 Masalah Pemasaran yang Harus Anda Perhatikan
  4. Pemasaran atau Produksi, Mana yang Harus Didahulukan?
  5. 5 Penyebab Mengapa Sebagian Besar Pengusaha Tidak Sukses di Bidang Pemasaran

Incoming search terms for the article:

contoh riset pemasaran, analisis swot usaha bakso, manfaat riset pemasaran, artikel riset pemasaran, riset bisnis dan pemasaran, riset pemasaran produk, analisa SWOT pemasaran, riset pemasaran bisnis, riset pemasaran motor matic, perusahaan yang melakukan riset pemasaran

13 Komentar »

  • NegeriHijau.Com said:

    Saudara TS

    Analisa anda hampir mendekati analisa SWOT yang selama ini digembar-gemborkan dan dalam aktualisasinya membutuhkan keahlian khusus.

    Pemasaran suatu produk memang harus tepat sasaran, dan jika tidak, sama artinya membuang uang dan tenaga.

  • bloggerspeed said:

    Saya juga berfikir demikian Om, riset pasar adalah kunci kesuksesan, bahkan sebelum kita terjun ke pasar tersebut. Saya mendata Tool Keyword Research Gratis di blog saya. Semoga bisa menambah manfaat artikelnya om Nip Nip : http://bloggerspeed.com/melakukan-keyword-research-dengan-tool-riset-keyword-niche-gratis/

  • Zaiful Anwar said:

    Salam kenal…
    artikelnya bagus, dan saya jarang sekali melakukan riset untuk permasaran..

  • arief maulana | motivasi, bisnis, manajemen diri said:

    Walau saya berkecimpung di bisnis internet, bukan bisnis konvensional riset pemasarn sama-sama pentingnya. Bunuh diri namanya kalau ngga riset. Kenapa? Produk terlanjur dibuat, eh barang ngga laku.

    Memang untuk menuju hasil maksimal kadang dibutuhkan sedikit kenjlimetan. Kalau memang hasil di akhir bisa membayar lebih semua jerih payah itu, kenapa tidak!

  • Om Nip-Nip (author) said:

    sama-sama mas..salam kenal juga… :)

  • Om Nip-Nip (author) said:

    Analisa anda hampir mendekati analisa SWOT yang selama ini digembar-gemborkan dan dalam aktualisasinya membutuhkan keahlian khusus.
    Pemasaran suatu produk memang harus tepat sasaran, dan jika tidak, sama artinya membuang uang dan tenaga.

    Ho..ho..ho…mungkin nggak juga kok mas…caranya simpel…beda dengan analisa SWOT…percaya deh, hehehehehehe…

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @BloggerSpeed : wokeeehh…langsung On The Way…ha..ha..ha..

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Zaiful : salam kenal juga mas…

  • Om Nip-Nip (author) said:

    Walau saya berkecimpung di bisnis internet, bukan bisnis konvensional riset pemasarn sama-sama pentingnya. Bunuh diri namanya kalau ngga riset. Kenapa? Produk terlanjur dibuat, eh barang ngga laku.

    Memang untuk menuju hasil maksimal kadang dibutuhkan sedikit kenjlimetan. Kalau memang hasil di akhir bisa membayar lebih semua jerih payah itu, kenapa tidak!

    Bettttttttooooooooeeellllllll…setuju mas Arief… :)

  • sarkawi said:

    Salam Kenal Om Nip Nip

    Saya sudah lamuayan lama bekerja di marketing riset, dan sekarang di perusahaan FMSG, sebenarnya tidak semuanya riset itu ngejelimet dan berbiaya mahal, tetapi kalau pelaku sudah mudeng riset, bisa dikerjakan dengan cara sederhana, tetapi hasilnya luar biasa juga.
    artikel Anda bagus, seoga makin banyak tulisan bagus yang bisa saya baca ya Om

    skw

    Sama sama mas Sarkawi, makasih atas komentarnya…

  • Ade said:

    Wah..bacanya baru sekarang..coba kalo dari dulu ..Tks Bro

    http://dijaminmakmur.com

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Ade : sama-sama mas…

  • arifiin said:

    riset, riset, riset!!! mantap, mantap, mantap!!!!!!!!!!!

Leave Your Response!


Riset, Riset, Riset dan Riset Pemasaran, Again!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Riset, Riset, Riset dan Riset Pemasaran, Again!