Don't Miss

Riset, Riset, Riset dan Riset Pemasaran, Again!

By on January 14, 2010

Masih tentang artikel pemasaran, pada waktu saya membaca buku “cerdas beriklan”, menurut pengarangnya,  banyak dari pengusaha-pengusaha kita masih jarang memanfaatkan riset pasar.

Padahal ada seorang staf pemasaran sebuah perusahaan asing mengatakan bahwa di perusahaannya ada bagian Research and Development.

Menurut anda, apa tugasnya? Tentu saja riset pemasaran, terkhusus untuk mengembangkan produk-produk baru.

Jadi kalau mereka ingin mengeluarkan produk baru, anggaplah “pena anti macet”, idenya tersebut adalah hasil dari kebutuhan pasar. Bukannya “nemu wangsit” terus langsung diproduksi dan dipasarkan begitu saja.

Saya ambil contoh motor matic. Kenapa tiba-tiba motor matic begitu booming di Indonesia? Karena hasil riset menunjukkan bahwa banyak para wanita yang kesusahan dan malas naik motor dengan gigi perseneling yang merepotkan. Bahkan setelah produk diluncurkan, ternyata kaum pria-pun banyak yang menyukainya.

Coba anda bandingkan dengan para pengusaha-pengusaha kita. Apalagi yang masih awam dengan dunia riset-meriset atau dunia marketing. Begitu mereka menemukan “ide cemerlang”, tanpa melakukan riset pasar mereka langsung merealisasikan ide mereka. Masalah sesuai atau tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen itu perkara nantilah.

Yang lebih parah, sudah nggak pakai riset, langsung diproduksi dalam skala besar tanpa tes dan ukur terlebih dahulu. Alasannya sangat klasik, supaya cepet untung gedhe. Alhasil bukan untung yang di dapat tetapi malah buntung yang diterima.

Jika memang demikian pentingnya, mengapa tetap saja banyak pengusaha yang enggan melakukan riset pasar? Jawabannya sederhana. Malas dan terlalu njlimet (baca : rumit) untuk dilakukan.

Karena jangan salah, bukan hanya produk baru yang harus anda riset. Menentukan harga yang pas, memilih kemana produk anda akan dipajang, media periklanan yang dibaca oleh calon konsumen anda, hingga warna kemasan produk-pun perlu diriset. Pokoknya semuanya diriset!

Makanya jangan heran apabila proses meluncurkan sebuah produk baru bisa memakan waktu yang sangat lama. Eniwei, kalau anda belum tahu bagaimana caranya riset pasar, silahkan baca artikel saya tentang 3 metode riset pasar.

Dulu waktu saya hendak meluncurkan sebuah produk agrobisnis, saya harus mempersiapkan lebih dari tiga bulan untuk memperoleh kesimpulan dari produk saya. Bisa lebih cepat sebenarnya, cuman saya lebih banyak santainya. Biasa, penyakit malasnya kumat.

Saya mulai menentukan responden, membuat janji bertemu, memanggil koki untuk memasak produk saya, mewawancara masing-masing responden selama 1 jam, mencari pengganti apabila responden tiba-tiba menolak, dan sebagainya. Melelahkan dan menjemukan!

Tapi hasil yang saya dapat sungguh luar biasa. Saya jadi tahu berapa harga yang pas buat produk saya, kemana para konsumen itu pergi berbelanja, berapa besar keinginan mereka untuk repeat alias membeli lagi produk saya, sampai berapa kali mereka makan produk sejenis dalam satu minggu! Ini yang disebut menentukan segmentasi pasar.

Bandingkan apabila anda tiba-tiba “nemu wangsit” dan tanpa ba..bi..bu, langsung anda hajar! Iya kalau berhasil. Kalau gagal? Berapa kerugian yang harus anda tanggung? Berapa lama anda butuh waktu untuk mengembalikan semangat anda? Padahal semangat anda adalah bahan bakar anda. Atau jangan-jangan anda malah trauma!

Makanya seperti yang pernah saya tulis tentang pemasaran atau produksi, mana yang harus didahulukan, saya lebih suka mendahulukan pemasaran. Saya hanya mengeluarkan biaya tidak sampai 500 ribu untuk melakukan riset pasar tersebut!

Jadi sebelum anda akan merealisasikan “ide brilian” anda, riset, riset, riset dan riset! Ini bukan hanya sekedar slogan. Hal ini mutlak harus anda lakukan. Dan ingat, riset disini bukannya kita terlalu banyak mikir, terlalu banyak pertimbangan atau mau bisnis aja kok repot.

Riset disini fungsinya hanya untuk membuat produk agar sesuai dengan apa yang konsumen butuhkan. Biar pemasaran produk nantinya nggak susah. Juga biar nanti pada waktu merancang strategi pemasaran produknya nggak pusing.

Kira-kira anda mau dan sanggup melakukannya? Menunda kesenangan anda untuk hal-hal yang melelahkan? Hanya anda dan Sang Pencipta yang tahu jawabannya, kecuali kalau anda cerita ke teman anda… :)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

16 Comments

  1. Ade

    February 15, 2010 at 14:23

    Wah..bacanya baru sekarang..coba kalo dari dulu ..Tks Bro

    http://dijaminmakmur.com

    • Om Nip-Nip

      February 15, 2010 at 17:45

      @Ade : sama-sama mas…

  2. arifiin

    September 12, 2011 at 10:43

    riset, riset, riset!!! mantap, mantap, mantap!!!!!!!!!!!

  3. doremi

    May 22, 2013 at 23:11

    kak tolong kasih tambahan info apa-apa aja yang harus kita analisa dan action-kan dalam melakukan riset pasar?

    p.s tapi saya bakal risetnya secara sembunyi2 (saya gak pengen ketauan temen kalo punya niatan dagang) biar surprise, gak kesannya dikira cuma omdo hehe

  4. Yeye

    August 2, 2014 at 09:26

    riset, riset, dan riset. Itu memang penting tapi susah bagi saya orang awam, saran solusinya Om, Terima kasih

    • Om Nip-Nip

      August 4, 2014 at 06:43

      @Yeye : insya Allah nanti akan saya beri contohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>