Don't Miss

4 Syarat Jual Beli Pengiriman Barang yang Harus Anda Ketahui

By on February 27, 2010

Pernah suatu ketika saya mendapatkan email berisi penawaran barang. Di akhir email tersebut, si penjual memberikan harga kepada saya dengan tambahan keterangan pengiriman barang domestik : franco gudang. Pada saat itu saya tidak tahu apa itu franco gudang.

Karena saya takut dibilang “pengusaha udik” (padahal iya), akhirnya saya cari apa sih franco gudang itu. Ternyata franco gudang adalah syarat jual beli terkait masalah pengiriman barang. Dan syarat jual beli ini “masih ada teman-temannya” yang lain.

Berhubung saya yakin anda juga akan sakit hati kalau nanti ada yang bilang kepada anda “pengusaha udik”,  maka sebelum hal itu terjadi kepada anda, saya jelaskan apa saja syarat jual beli yang terkait pengiriman barang tersebut.

  1. Loko Gudang
    Pada syarat jual beli ini, pembeli harus menganggung biaya pengiriman barang dari gudang penjual ke gudang pembeli.
  2. Franco Gudang
    Kebalikannya syarat jual beli loko gudang, pada syarat jual beli ini, penjual menanggung biaya pengiriman barang sampai ke gudang pembeli.
  3. Free on Board
    Kalau anda sudah mulai terlibat perdagangan luar negeri, ada bisa saja dikenakan syarat jual beli free on board. Pemberitahuannya biasanya dikirim lewat surat bisnis atau email. Free on board adalah syarat jual beli yang membebankan biaya pengiriman barang kepada pembeli dari luar negeri. Biaya pengiriman barangnya meliputi biaya dari pelabuhan muat penjual sampai ke pelabuhan penerima yang digunakan oleh si pembeli. Penjual di dalam negeri, dalam hal ini Indonesia, hanya menanggung biaya pengangkutan sampai ke pelabuhan muatnya saja.
  4. Cost, Freight, and Insurance
    Kadang-kadang dalam surat perjanjian jual beli disebutkan bahwa penjual harus menanggung cost, freight and insurance. Anda tidak perlu bingung dengan syarat jual beli ini. Cost, freight and insurance ini adalah syarat jual beli dimana penjual harus menanggung biaya pengiriman barang dan asuransi kerugian atas barang yang dikirim.

Sekarang anda sudah tidak lagi disebut “pengusaha udik”. Anda sudah tahu keempat syarat jual beli yang terkait dengan pengiriman barang yang telah saya terangkan di atas.

Jadi jangan sampai kalau nanti anda dikirimi surat penawaran bisnis atau ditanya pembeli,  “Pak, biaya pengiriman barang-nya loko gudang apa franco gudang?”.

Anda hanya bengong sambil mengatakan, “Terserah bapak saja, saya ikut”. Bukan karena anda memberikan pilihan yang bijak kepada pembeli, tapi karena anda nggak mudeng apa itu franco dan loko gudang. :)

(sumber gambar : eriassumarnabusinessopportunity.blogspot.com)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

5 Comments

  1. gt-one

    March 7, 2010 at 14:21

    weeee saya comment pertama, kalau boleh saya nanya..ya om
    kalau saya mau jual barang, pembeli dari luar kota mengirim via TIKI, saya jual barang, harga plus ongkos kirim ditanggung pembeli, barang dikirim setelah pembayaran masuk rekening kita, strategi ini benar atau salah ?

    • Om Nip-Nip

      March 8, 2010 at 14:50

      @gt-one : sebenarnya gak ada yang salah mas, fine-fine aja cara itu…yang penting konsumen tidak keberatan, kecuali kalo kompetitor anda menggratiskan ongkos kirim, anda harus segera bertindak… :)

  2. Bintang Mas Jaya

    July 2, 2010 at 12:46

    terimakasih atas informasinya

  3. aan

    February 15, 2011 at 18:30

    menarik pak..

    ohya saya masih bingung dengan istilah FOB (Free On Board)
    saya pernah ditawari produk dengan pengiriman kapal, dengan sistem FOB. padahal perdagangannya msh sama2 di dalam negeri, bahkan masih satu pulau. Itu bagaimana pak ?

  4. farmer bandung

    October 30, 2011 at 07:26

    Anda hanya bengong sambil mengatakan, “Terserah bapak saja deh, saya ikut”. Bukan karena anda memberikan pilihan yang bijak kepada pembeli, tapi karena anda nggak mudeng apa itu franco dan loko gudang. hehehe ..tulisannya menarik kebetulan sy salah seorang pengusaha udik juga hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>