Dahsyatnya Teknik Promosi Free Sampel Untuk Mendatangkan Konsumen


By on March 4, 2010

Kalau anda menawarkan produk atau menawarkan jasa anda kepada konsumen baru, apa yang paling anda takuti? Apakah anda takut ditolak atau anda takut produk atau jasa anda dicerca?

Kalau anda tanya saya, saya paling malas kalau konsumen tersebut “menolak sebelum mencoba” produk saya. Saya sering sekali mengalaminya. Rasanya “gregetan” kalau orang Jawa bilang.

Kebetulan saya mempunyai seorang teman bisnis yang sering kali berdiskusi dengan saya. Dia bergerak di bidang properti dan beberapa kali mengikuti seminar tentang bisnis dan investasi. Suatu saat teman saya tersebut bercerita tentang seminar yang baru saja ia ikuti di Jakarta.

Kemudian ia menceritakan tentang teknik promosi produk yang dilakukan oleh pemilik Kebab Turki Babarafi, mas Hendi.  Mas Hendi mempunyai cara unik dan simpel untuk mengenalkan Kebab Turki Babarafi-nya ke konsumen. Dan ternyata cukup efektif.

Caranya seperti ini, ia mempromosikan produknya di sebuah mall besar. Roti kebab turki buatannya dibagi menjadi 4 potong. Kemudian ia menggunakan teknik promosi free sampel tersebut, memberikan setiap orang yang mau masuk ke mall potongan kebab turki tadi. Anda tahu mengapa mas Hendi memilih orang yang mau masuk ke mall yang ia berikan potongan kebab turkinya?

Karena kalau ia berikan orang yang mau masuk ke mall, pada saat orang tersebut mau pulang, ada kemungkinan orang tadi akan membeli kebab Turki miliknya. Jadi teknik promosi free sampelnya berjalan. Beda jika yang dikasih orang yang mau pulang. Teknik promosinya tidak efektif. Bisa-bisa 2 hari lagi baru beli. Atau bahkan nggak beli karena sudah lupa.

“Wah, teknik promosi free sampel ini ide yang bagus”, pikir saya. Kemudian saya pelajari lebih lanjut teknik promosi free sampel tersebut. Akhirnya saya tahu alasan mengapa konsumen susah mencoba produk atau jasa baru.

Mereka khawatir jangan-jangan mereka membayar terlalu mahal atau produk atau jasa yang mereka beli tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Inilah resiko yang ditakuti oleh para konsumen. Makanya anda harus menguasai teknik penjualan agar produk atau jasa anda laku.

Salah satu caranya adalah dengan memberikan teknik promosi free sampel ini. Dan kalau menurut pak Tung Desem, teknik promosi free sampel tersebut bisa anda berikan dengan dua cara :

  1. Gratis produk atau jasa dalam ukuran kecil.
  2. Gratis produk atau jasa dalam ukuran normal.

Untuk contoh kasus diatas, mas Hendi memberikan teknik free sampel dengan menggunakan cara yang pertama, gratis produk dalam ukuran kecil. Contoh lainnya adalah voucher gratis 1 jam koneksi internet di warnet. Anda bisa gunakan jam-jam dimana warnet sepi pelanggan. Misalkan jam 3 pagi sampai jam 9 pagi.

Harga sewa warnet anda adalah 3 ribu per jam. Padahal pada jam-jam tersebut, anda tetap harus menghidupkan AC, menggaji pegawai dan membayar listrik walaupun warnet anda sepi

Anda bisa terapkan teknik promosi free sampel dengan memberikan penawaran menarik “Gratis voucher interent 1 jam setiap harinya selama 1 minggu senilai 21 ribu rupiah, khusus jam 3 – 9 pagi”. Anda sebarkan voucher itu ke konsumen baru. Biayanya sebenarnya kan murah. Anda hanya butuh kira-kira 2 ratus rupiah per lembar untuk bikin kertas vouchernya.

Setelah mereka merasakan cepat dan nyamannya warnet anda, mereka dengan sendirinya akan memakai koneksi internet anda lebih dari satu jam.

Lha wong buka facebook saja nggak kerasa sudah 45 menit. Belum chatting sama browsingnya. Anda bisa dapat pemasukan pada jam-jam sepi tersebut. Belum lagi pemasukan dari soft drink jika anda berjualan softdrink.

Jadi, yang terpenting adalah usahakan konsumen mencoba dulu produk atau jasa anda. Caranya ya dengan teknik promosi sample gratis tadi.  Setelah mereka merasakan manfaat produk atau jasa anda, baru anda tawarkan yang berbayar. Anda mau coba strategi promosi penjualan free sample ini?

(sumber gambar : bariatricchoice.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

15 Comments

  1. ivansyah

    February 3, 2013 at 19:10

    pak mohon bantuannya..
    saya mempunyai Usaha Dagang (UD) bahan bangunan&alat-alat listrik baru buka sekitar 5 bulanan..
    bagaimana teknik-teknik jitu promosi yang dapat mendatangkan banyak konsumen untuk membeli di toko saya..???karena di tempat saya sudah ada 2 toko bahan bangunan terlebih dahulu buka. Untuk harga saya sama bersaing dengan sekitar..

    mohon dengan sangat bantuannya jawabannya melalui email saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *