Home » bedah bisnis, tips bisnis

Tips Bisnis Kilat : Bagaimana Memulai Membuka Usaha Makanan

Ditulis Oleh pada Wednesday, 31 March 20108 Komentar

Kalau anda suka dengan usaha yang “berbau makanan”, saya punya tips singkat tentang bagaimana membuka peluang bisnis makanan.

Tips ini saya peroleh dari teman dekat saya, mas Yanuar Gajaksahda. Kebetulan mas Yanuar ini adalah seorang pebisnis yang punya hobi kuliner bareng istrinya.

Saya juga hobi kuliner. Bedanya hanya satu, saya lebih suka kuliner gratis alias dibayarin. Berikut ini tips singkat membuka usaha makanan dari mas Yanuar, monggo silahkan dinikmati…

Keberhasilan memulai membuka usaha makanan tidak hanya bergantung pada kemampuan membuat makanan yang lezat. Mengetahui cara bagaimana membuat makanan yang lezat dengan bisa mengelola sebuah bisnis adalah dua hal yang berbeda.

Dua hal tersebut harus anda gabungkan. Jadi selain anda tahu bagaimana cara membuat makanan yang enak, anda juga harus mengetahui bagaimana caranya membangun usaha makanan.

Dimulai dari produk, selalu perbaharui dan perbaiki kualitas masakan anda. Untuk mengetahui kualitas rasa dari masakan yang anda buat, gunakanlah selalu metode riset pemasaran. Caranya cukup mudah, berikan sampel kepada teman atau saudara terdekat anda untuk mengetahui pendapat mereka terhadap produk anda.

Setelah anda mendapatkan segala keinginan mereka, segera perbaiki produk anda sesuai dengan apa yang mereka mau. Anda juga harus bisa untuk selalu memperbarui resep serta memperbaiki penampilan makanan dan cara penyajiannya.

Untuk masalah pemasaran usaha makanan, perlu anda pikirkan juga bagaimana rencana outlet atau distribusi penjualan anda. Apakah anda berencana membuka toko makanan atau anda lebih suka bekerjasama dengan pihan lain. Terserah anda.

Yang penting, pertimbangkanlah baik buruknya sebelum anda memutuskan. Contoh sederhananya adalah jika anda memilih untuk membuka usaha makanan basah, anda bisa melakukan kerjasama dengan toko-toko makanan yang lokasinya strategis.

Jika anda tertarik untuk membuat gerai bisnis makanan sendiri, anda bisa mengambil konsep franchise untuk mengembangkan usaha anda. Anda juga bisa melakukan sistem konsinyasi dengan kantin-kantin sekolah misalnya. Lobilah kantin tersebut agar anda dapat mensuplai produk usaha makanan anda setiap hari.

Khusus untuk hal ini, anda harus memperhatikan sistem pengantarannya, karena hal ini berkaitan dengan ketepatan waktu serta biaya transportasi yang ujung-ujungnya mempengaruhi keuntungan anda.

Pikirkan juga teknologi yang anda gunakan dalam memulai membuka usaha makanan anda. Pertimbangkanlah, apakah pembuatan produk anda memerlukan ruangan khusus untuk mempersiapkannya, atau anda perlu membeli peralatan tertentu untuk menyimpan bahan baku.

Namun yang perlu anda pahami adalah pada saat awal memulai membuka usaha makanan, usahakan anda meminimalisasi pengeluaran untuk investasi teknologi produksi yang terlalu tinggi. Entah dengan menyewa mesinnya atau mencari mesin yang jauh lebih sederhana. Tujuannya agar beban kebutuhan modal awal usaha makanan anda tidak terlalu berat.

Setelah usaha bisnis makanan anda berjalan lancar dan punya keuntungan lebih, anda dapat membeli peralatan produksi tersebut. Tapi ingat, hal itu anda lakukan jika memungkinan. Jika tidak, jangan pernah mengorbankan kualitas produk bisnis makanan anda demi pengiritan modal investasi awal.

Selain beberapa hal diatas, anda juga harus memikirkan bahwa produk anda aman untuk dikonsumsi. Bisa jadi anda harus menguji makanan anda terlebih dahulu kepada pihak yang berkompeten untuk memastikan keamanan produk anda agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Satu lagi yang harus anda perhatikan, kemasan yang menjual. Selain bisa memberikan nilai lebih bagi produk anda, kemasan yang menjual juga dapat meningkatkan image produk anda yang akhirnya bisa mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kemasan makanan bisa berasal dari plastik maupun kertas, yang penting aman untuk digunakan.

Terakhir, dalam memulai bisnis apapun termasuk memulai membuka usaha makanan, anda harus mengalahkan rasa takut gagal pada diri anda. Pikiran-pikiran seperti apakah produknya nanti laku atau tidak, bagaimana jika nanti ada yang mengeluh atau bagaimana jika anda rugi harus anda tepis jauh-jauh.

Caranya adalah dengan berpikiran positif, segera bertindak dan terus-menerus berusaha. Anda harus mempersiapkan mental usaha anda dan memahami bahwa usaha yang berhasil hanya dapat dicapai melalui proses yang penuh hambatan, insya Allah…

(sumber gambar : smsmile.wordpress.com)

Incoming search terms for the article:

usaha makanan, tips memulai usaha makanan, tips membuka usaha makanan, memulai usaha makanan, rencana usaha makanan, memulai bisnis makanan, perencanaan usaha makanan, tips usaha makanan, tips bisnis makanan, cara memulai usaha makanan

Related posts:

  1. Mau Bisnis Makanan yang Murah? Ambil Saja Peluang Usaha Mie Ayam
  2. Bedah Prospek Bisnis : Peluang Membuka Usaha Warnet
  3. Cara Bagaimana Mengalahkan Kebiasaan Menunda Memulai Bisnis Baru
  4. Tips Bagaimana Seharusnya Mencari Ide Bisnis yang Kreatif
  5. Usaha Counter Pulsa Saya Tidak Berkembang, Perlukah Membuka Cabang?

Incoming search terms for the article:

usaha makanan, tips memulai usaha makanan, tips membuka usaha makanan, memulai usaha makanan, rencana usaha makanan, memulai bisnis makanan, perencanaan usaha makanan, tips usaha makanan, tips bisnis makanan, cara memulai usaha makanan

8 Komentar »

  • azizah said:

    saya sangat setuju dengan Anda.Beberapa minggu yang lalu saya mencoba untuk membuka usaha makanan(snak).Saya juga melakukan hal-hal yg Anda tulis tersebut.Respon pasar cukup baik.Tapi beberapa hari ini saya berhenti,mungkin penyebab usaha saya gagal karena saya bekerja sendiri.Saya ibu rumah tangga yg dari dulu bercita-cita punya usaha sendiri yg benar-benar mandiri(punya karyawan).Saya membuat makanan/produk ketika tidak menemani anak saya,biasanya ketika dia tidur atau main sm neneknya.lama-lama saya merasa kelelahan lalu sakit.Saya merasa usaha saya bisa maju dengan menjadi usaha riil(punya karyawan dan managemen yg baik).Masalahnya saya tidak ada modal dan saya tidak berani karna tidak punya pengalaman ataupun mentor/orang yg bisa di tanyai tentang masalah-masalah yg akan timbul nanti.Misalnya dalam membuat rencana usaha ataupun studi kelayakan,saya hanya mengandalkan pengetahuan sendiri yg sangat minim.sehingga ketika membuat proposal/rencana usaha saya yakin tapi setelah di jalankan ternyata banyak yg keliru.Mohon solusinya pak….

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Azizah : Di bisnis ada 5 yang harus mbak Azizah ketahui, yaitu : keuangan, pemasaran, sistem, hukum dan produk. Dari ke-5 bidang itu, mbak Azizah harus kuasai 1 yang paling mbak ketahui. Misal paham masalah produk. Sisanya, mbak cukup pelajari sedikit saja, kemudian silahkan mbak Azizah pilih untuk keempat yang lainnya. Apakah mau mempekerjakan orang, atau memasukan teman mbak azizah yang ahli salah satu bidang diatas tadi ke dalam tim, atau menyewa konsultan…

    Contohnya saya. Saya tidak ahli dalam bidang keuangan. Jadi saya meng-hire seorang akuntan untuk mengerjakan laporan keuangan saya tiap saya butuh. Yang kedua, saya tidak begitu teliti dalam hal produk. Makanya saya masukkan teman saya yang ahli dalam produk ke dalam tim bisnis saya. Dulu saya juga susah untuk jualan. Akhirnya saya menggaji sales untuk jualan.

    Termasuk masalah manajemen yang kalau di 5 hal diatas termasuk dalam sistem. Insya Allah akan saya bahas detail pada postingan ke depan…Untuk masalah modal, sudah pernah saya bahas…silahkan lihat artikel saya di :

    http://www.dokterbisnis.net/2009/09/23/bisakah-kita-memulai-usaha-dengan-modal-10-juta/

  • dealer pulsa said:

    Kiat Bagaimana Memulai Membuka Usaha Makanan selain di atas, langsung terjuan ke lapangan, trims infonya menarik sekali

  • tanto said:

    slm kenal pak.saya ingin bertanya,apa sajakah syrt konsinyasi dengan toko oleh-oleh khas daerah?apakah harus ada izin tertentu,P.IRT atau dep kes.mengingat modal usaha yg saya punya tidak besar.tentu ini jd pertimbangan.bagaimang jika saya sudah susah payah buat tapi ternyata tidak laku,kan sia-sia.jika harus bagaimana proses pembuatan izin tersebut serta berapa biayanya? Terimakasih

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Tanto : kalau bapak ingin masuk ke toko2 yang bagus, syarat seperti P.IRT dan lainnya mutlak harus dipenuhi. Saya rasa tidak begitu mahal kok pak. Di tempat saya untuk urus dinkes saja cuman 180 ribu. Kalau masalah laku apa nggak, coba bapak riset pasar dulu. Tes produk bapak ke 30 orang. Lihat respon mereka. Sedangkan untuk biaya, tiap daerah mungkin berbeda pak. Jadi tanyakan aja ke pemda setempat bagian perdagangan dan perindustrian.

  • Hadi Zafa said:

    Artikel yang sangat bagus. Bisa bermanfaat buat oran banyak. Terimakasih dan salam kenal.

  • anita said:

    slm knl, pak mhon infrmasnya bgmana crnya mbuka usha mknan mlai dr prtma smpai terealisasi/sampai trjun klapngan, kra2 bsnis mknan apa yg mnjanjkan tp tdk bth biaya yg trlalu bnyk?????trma ksh atas infonya.slm

  • Sawa Prayoga said:

    slm kenal pak, saya ingin buka usaha kuliner tapi sudah banyak produk produk makanan yang sudah ada, bagaimana solusinya pak? trim

Leave Your Response!


Tips Bisnis Kilat : Bagaimana Memulai Membuka Usaha Makanan

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Tips Bisnis Kilat : Bagaimana Memulai Membuka Usaha Makanan