Home » headline, tips bisnis

Inilah Akibatnya Jika Meremehkan Perencanaan Bisnis!

Ditulis Oleh pada Thursday, 8 April 201021 Komentar

Beberapa waktu yang lalu saya membaca postingan dari anne ahira tentang bisnis plan. Inti dari artikel anne ahira tersebut adalah banyak sekali orang yang masih meremehkan perencanaan bisnis, padahal rencana bisnis adalah masalah yang teramat penting jika anda akan memulai usaha.

Setelah membaca artikel beliau, saya tergerak untuk kembali mengangkat tema tersebut. Pada postingan yang lalu saya telah menyinggung tentang masalah pentingnya proposal usaha. Kali ini saya akan coba berikan kepada anda contoh akibat langsung jika anda meremehkan sebuah perencanaan bisnis.

Bejo dan Trimbil adalah sepasang sahabat karib sejak masa kuliah. Mereka juga punya kesenangan yang sama, menyukai tantangan, sehingga mereka kerap bersaing. Setelah mereka lulus, mereka terpisah karena sibuk dengan urusan masing-masing.

Akan tetapi setiap ada kesempatan, mereka berusaha untuk saling bertemu. Hingga suatu saat, mereka sama-sama mengikuti sebuah seminar bisnis. Begitu selesai, ternyata mereka berdua sepakat bahwa inilah yang mereka cari-cari selama ini.

Si Bejo langsung memutuskan untuk mencari bisnis. Akhirnya ia menemukan bisnis pertamanya, distributor produk consumer goods. Ia segera memulai usahanya dengan membeli produk tersebut dalam jumlah yang besar.

Ia kemudian memasang iklan untuk mencari seorang sales supervisor dan 8 orang salesman. Kemudian ia memutuskan untuk mencari agen. Ternyata dalam waktu cepat ia sudah mendapatkan seorang agen yang mau membeli dalam partai yang besar.

Bejo langsung merasakan keuntungannya. Pundi-pundi uangnya semakin banyak. Kemudian ia mendatangi si Trimbil. Ternyata si Trimbil belum memulai usahanya.

Ia sedang menulis tentang bagaimana nanti bisnisnya akan berjalan. Disindirnya si Trimbil tadi. Kata si Bejo, “Wah, kamu terlalu banyak pertimbangan. Nggak jalan-jalan usahamu. Bisnis itu yang penting langsung hajar. Praktek, nggak kebanyakan teori kayak kamu. Nih, aku dah untung banyak. Aku bisa jual sampai 1,5 ton per bulan”

Trimbil tetap santai. Ia lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Trimbil tidak silau akan dahsyatnya bisnis si Bejo. Ia lebih memilih untuk membuat perencanaan bisnis.

Ia memulainya dengan melakukan riset pemasaran. Trimbil tidak product oriented. Ia membuat masakan yang ia testerkan kepada 30 orang. Kritik dan saranpun berdatangan. Akhirnya ia bisa membuat makanan yang bisa memuaskan 30 responden tersebut.

Kemudian ia mempelajari bagaimana cara membaca laporan keuangan. Lima hari kemudian ia paham garis besarnya. Ia memilih untuk meng-hire seorang konsultan keuangan lepas buat mengerjakan laporan keuangannya tiap 3 bulan sekali.

Kemudian Trimbil menerapkan hukum pareto, mencari 10 lokasi yang pas buat usahanya, agar pertimbangannya banyak. Trimbil juga mulai mempelajari badan hukum. Mulai dari perusahaan perseorangan, firma, persekutuan komanditer dan perseroan terbatas. Semua ia pelajari dengan seksama.

Ia menghubungi temannya yang bekerja di bagian HRD untuk menanyakan bagaimana cara yang baik dalam mencari karyawan. Ia juga menanyakan bagaimana sistem penggajiannya, tunjangannya serta rancangan kontrak kerjanya.

Trimbil juga mencari tahu bagaimana jika nanti ternyata ia menggunakan investor. Ia memutuskan untuk mencari seorang pengacara bisnis. Ia tanyakan secara rinci bagaimana rancangan bahasa kontrak bisnis-nya. Semuanya ia tulis detail dalam sebuah perencanaan bisnis.

Tak terasa waktu sudah berjalan 6 bulan. Kemudian ia memutuskan untuk menengok si Bejo. Apa yang ia lihat sekarang ternyata berbeda dengan yang ia perkiraan. Si Bejo terlihat kusut. Bisnisnya hancur. Ia ditipu oleh agennya. Hal itu disebabkan karena ia sendiri yang membuat surat perjanjiannya. Ternyata surat perjanjiannya tidak kuat di mata hukum.

Kemudian ia tidak tahu bagaimana cara memantau kinerja salesnya. Banyak salesnya yang ternyata tidak turun ke lapangan. Gaji yang ia berikan ke supervisornya juga terlalu tinggi.

Ia tidak tahu sama sekali bagaimana cara memberikan gaji yang pas. Ia hanya mengira-ira saja. Dan parahnya, Bejo ditinggal oleh sales terbaiknya karena usahanya dinilai tidak berprospek.

Satu lagi yang yang membuat Bejo hancur, ia tidak menggunakan badan hukum. Begitu pihak pabrik meminta pertanggungjawaban atas barang yang ia ambil, ia tidak dapat melunasinya. Stok di gudang menumpuk karena sales terbaiknya pergi. Rumahnya disita buat melunasi hutangnya.

Bejo tidak tahu bahwa jika dia menggunakan PT, harta pribadinya bisa ia selamatkan. Investornya juga merasa dirugikan. Ia merasa ditipu oleh si Bejo. Ternyata ia tidak membuat perjanjian dengan investor tentang bagaimana nantinya jika perusahaan merugi. Ia beranggapan karena investornya adalah teman dekatnya, ia tidak perlu membuat kontrak bisnis dengannya.

Apa yang bisa anda pelajari dari mereka berdua? Bejo tidak merencanakan kesuksesan. Walaupun mengambil tindakan adalah bagian terpenting dalam memulai sebuah bisnis baru, Bejo tidak mempersiapkan diri untuk belajar dasar-dasar kepemilikian sebuah bisnis. Ia terpaksa harus mengecap pahitnya dunia bisnis yang nyata, bangkrut dan kehilangan uang.

Sebuah perencanaan bisnis bukan hanya lembaran kertas yang fungsinya untuk mencari investor. Bukan buat gaya-gayaan, bukan juga seperti tugas kuliah biar bisa dapat nilai A. Perencanaan bisnis tidak hanya sebuah peta perjalanan.

Perencanaan bisnis adalah sebuah daftar tentang hal-hal yang harus anda kerjakan dalam urutan yang benar. Perencanaan bisnis jangan diartikan sebagai “membuat bisnis yang terlalu sempurna” atau perfeksionis atau terlalu bertele-tele. Tetapi perencanaan bisnis bisa anda gunakan untuk mengelola dan meminimalisir resiko kegagalan.

Anda tahu siapa analogi karakter si Bejo diatas? Itulah saya dulu pada waktu awal memulai bisnis. Meremehkan perencanaan bisnis, terlalu terburu-buru dan yakin semuanya bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya bisnis plan.

Jangan sampai anda seperti saya, merasakan benar-benar pahitnya dunia bisnis nyata. Butuh waktu yang lama untuk mengembalikan semuanya. Tidak hanya uang, tapi juga mental dan kepercayaan…

(sumber gambar : blogaffiliates.co.cc)

Incoming search terms for the article:

perencanaan bisnis, perencanaan bisnis bakso, contoh perencanaan bisnis, rencana bisnis bakso, contoh perseorangan, proposal lobster air tawar, membuat perencanaan bisnis, perencanan bisnis, contoh PERSEROAN KOMANDITER (CV), pengertian perencanaan bisnis

Related posts:

  1. Bagaimana Jika Keluarga atau Teman Menjadi Investor Bisnis Anda?
  2. 5 Hal Penting yang Harus Anda Lakukan Jika Membangun Sebuah Usaha
  3. Kunci Utama Jika Anda Mencari Investor
  4. Jika Anda Takut Memulai Usaha, Baca Artikel Ini!
  5. Plus Minusnya Jika Anda Menjadi Produsen yang Inovatif

Incoming search terms for the article:

perencanaan bisnis, perencanaan bisnis bakso, contoh perencanaan bisnis, rencana bisnis bakso, contoh perseorangan, proposal lobster air tawar, membuat perencanaan bisnis, perencanan bisnis, contoh PERSEROAN KOMANDITER (CV), pengertian perencanaan bisnis

21 Komentar »

  • Investasi Bisnis said:

    perencanaan memang penting dalam bisnis, tapi bila terlalu lama bisa membuat kita kehilangan momentum.

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Investasi Bisnis : setuju mas…makasih atas masukannya…

  • valee said:

    Hmm…, saya termasuk orang yang tanpa perencanaan atau pembuat perencanaan buruk, sejak beberapa tahun lalu sampai detik ini saya masih menanggung akibatnya secara finansial. Kadang tanpa perencanaan juga perlu, lha gimana lagi kalo ga paham perencanaan?

    Dengan action bisa belajar, salah satunya untuk mendapatkan ilmu tentang pentingnya perencanaan (seperti sekarang saya baru mulai benar2 berkunjung ke situs dokter glemb..eh pak nippon). Yang penting…JANGAN BERIKAN “NYAWA” ANDA SEMUA (seperti kebodohan saya dulu). Kalo jatuh…masih punya nyawa cadangan atau bisa bangun kembali secepatnya.

    Namun saya juga tipe pembuat perencana (kata teman2 saya tipe melo) hingga saat ini saya juga masih menanggung akibatnya juga. Ga punya duit. Lha gimana lagi, membuat rencana tanpa ilmu dan keberanian, jadi ga sukses2.

    Jadi, perencanaan bisnis sangat perlu…seperti kata pak dokter. Walau dengan tingkat skala yang berbeda-beda tergantung kesiapan tiap individunya. Kalo emang sudah paham dasar2 bisnis, tinggal siapkan bisnis plan-e wae. Dengan artikel yang ada di situs ini dan di dalam otak pak dokter (yg blm sempat ditulis), insyaAllah cukup. Kalo belum tahu dasar2 bisnis, ya situs ini tetap lebih dari cukup. Ngono to, pak nippon? Jadi rencanakanlah untuk belajar perencanaan! Karena, kata Om Kiyosaki, investasi adalah perencanaan.

    Hehehe, maaf ya pak dokter,jadi latah. numpang nulis. Maklum blog-nya lg under construction!

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Valey : ha..ha..ha..sama dong dengan ane dulu… :)

  • hatsu said:

    setuju Pak Dokter! memang perencanaan itu perlu. :)
    selain untuk mengarahkan diri sendiri secara matang, juga sebenarnya membantu dalam memonitor progress diri. lebih baik pelan tapi pasti, daripada langsung main hajar lalu berantakan di akhir-akhir.

    terima kasih atas artikelnya! :)

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Hatsu : oke…makasih juga atas komennya…

  • bayu said:

    klo saya kadang ingin membuat perencanan tapi bingung sistematikanya jadi ya langsung terjun aja perencanaan sambil jalan, btw..nice info agan nippon… :D

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Bayu : ndak papa agan Bayu…yang penting kan take action…ntar lama2 tau kok sistematikanya…

  • Novianto said:

    Perencanaan bisnis itu seperti kita akan memikirkan akan memasak sesuatu, apa bumbunya? Bagaimana cara membuatnya? Apa yang harus dimasukan terlebih dahulu? Seberapa garamnya, dll.
    Dengan itu semua tentu kita bisa mendapatkan masakan yang benar-benar enak, bukan? :)

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Novianto : yup…sop buntut-pun perlu diracik…nggak asal nyemplungin..walaupun terkenal enaknya…ya kan bro…?

  • budi fals said:

    kalo saya saat ini cuman bisanya numpang alias karyawan. kerja keras dan kejujuran modal saya hingga saat ini saya akan dipromosikan sebagai pemegang usaha waralaba di kota saya.sungguh saya belum tahu harus memulai darimana dan itu terasa beban yang berat. kalau ditolak berarti membuang peluang besar jadi saya putuskan ambil peluang itu. setelah saya lari kesana sini, saya dapat salah satu masukan yang begitu berharga dari artikel diatas. saya begitu tertarik mempelajari langkah bisnis plan “trimbil” diatas.trims

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Budi : sama-sama pak…

  • lipat brosur said:

    memang kita harus merencanakan dulu sebelum bertindak, tidak melakukan perencannaan sama dengan merencanakan kegagalan

  • lipat brosur said:

    hidup tanpa perencanaan sama dengan merencanakan kegagalan

  • dana@ said:

    Saya bersyukur telah membaca artikel di atas…..karena saya melakukan hal yang sama dengan si bejo tapi belum separah dia…..sayapun tidak punya perencanaan…gk tau bagaimana memenej keuangan,memonitoring karyawan,karena saya di buat sibuk sendiri….ahirnya dana bocor sana sini….tagihan hilang ….klien kabur gk mau bayar…..dibohongi karyawan…..terimaksih ..terimakasih..telah menyadarkan saya……mulai besok harus berubah.

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Dana : semangat :)

  • adam wibawa said:

    nambah, Plan/perencanaan adalah awal dan selalu berputar menjadi awal nya kembali untuk suatu usaha. Plan > Do > Chek > Action (lingkaran PDCA), buat perencanaan dengan identifikasi segala macam aspek yang penting, dari Plan udah kebayang usaha itu akan untung atau rugi, produk nya mau dibuat dalam jumlah berapa banyak, bahan baku ngikut, biaya produksi, listrik , air , transportasi, gaji, komunikasi, peralatan dll, ketemu rasio nya. Do, kerjakan sesuai rencana tadi. Chek, apakah berjalan sesuai rencana yang telah dibuat, fleksibel bila harus disesuaikan kembali pada waktu kita berada dalam aktivitas proses pengerjaannya, Action, ambil tindakan, evaluasi, buat rencana baru untuk memperbaiki kinerja rencana induk, teruslah melakukan perbaikan yang berkesinambungan untuk mendapat yang terbaik, semoga sukses, namun manusia hanya bisa berencana, namun peranan dari “tangan” Tuhan juga menentukan keberhasilan, ilmu perhitungan Matematika Bisnis versi manusia bisa dipelajari namun Tuhan sebagai pemilik segala ilmu, ternyata perhitungan Matematika Tuhan juga yang menentukan, Usaha dan Doa.

  • stevi said:

    kisah ini mirip kisah yang diceritakan oleh Robert Kiyosaki dalam sebuah bukunya, tentang 2 orang sahabat yang bersaing dalam menjual air untuk kebutuhan suatu desa kecil di wilayah eropa, yang satu langsung membeli ember dan gerobak serta mempekerjakan beberapa orang sehingga langsung mendapatkan penghasilan, sementara yang satunya lagi baru membuat rencana selama berbulan-bulan, namun pada akhirnya sukses karena dia berhasil membangun jaringan pipa utk mengalirkan air ke desa tersebut dengan menggunakan mesin canggih. Sementara sahabantnya yang menggunakan ember dan gerobak sudah tidak mampu menjalankan usahanya lagi.

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Stevi : bukannya lebih tepatnya pipo embro nya Amway mbak, wkwkwkwkw

  • decharis said:

    Salam Sukses Om Nip-Nip.
    baru hari ini saya baca2 artikel di web anda. sungguh luar biasa padahal baru sesi Tips Bisnis yang saya baca tetapi banyak pelajaran yang saya petik.

    saya perkenalkan diri. nama saya Decharis 22th, saya baru terjun didunia bisnis sekitar 9 bulan, bisnis pertama saya ini Warnet game dengan 10 client. ternyata apa yang orang2 bilang mengenai berbisnis sangat jauh berbeda dengan yang apa yang saya rasakan.
    mulai dari merugi, hingga pusing harus bayar biaya bulanan. beruntung saya hanya kerja sendiri alias tidak dengan karyawan.
    banyak hal2 yang mengubah pola pikir saya ketika membaca artikel2 Tips Bisnis dari Om Nip.
    Mungkin karenan tidak matangnya bisnis plan saya, saya hanya hitung untung nya saja. 3rbX10pc=30rbX12jam=360rb sehari WOW dalam hati saya. jadi yg saya hitung cuma untungnya saja.
    bahkan untuk hitungan laba-rugi, neraca pun saya tidak mengerti.

    pertanyaan saya, apakah terlambat untuk saya membuat bisnis plan ulang dan tolong beri saran supaya bisnis saya bisa lebih maju.
    salam hangat.

  • henri said:

    Thank you, Informasi saudara sangat bermanfaat. Semoga Allah membalas dengan yang lebih baik.

Leave Your Response!


Inilah Akibatnya Jika Meremehkan Perencanaan Bisnis!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Inilah Akibatnya Jika Meremehkan Perencanaan Bisnis!