Hati-Hati Jika Anda Ditawari Program Investasi Menguntungkan


By on May 5, 2010
Hati-Hati Jika Anda Ditawari Program Investasi Menguntungkan

Anda pernah ditawari peluang investasi menguntungkan? Atau ditawari investasi aman barangkali? Kalau saya dan “geng bisnis kecil-kecilan” saya sering sekali ditawari.

Mulai dari investasi emas, investasi properti, investasi reksadana serta investasi-investasi lainnya yang katanya menguntungkan. Kalau saya boleh kasih saran kepada anda, hati-hati.

Bukan karena investasi itu tidak menguntungkan. Bukan juga saya apriori terhadap orang yang menawarkan program investasi menguntungkan tersebut. Tapi sebelum anda terjun berinvestasi, ada baiknya ada pahami dulu apa itu aset dan apa itu liabilitas. 

Begini, banyak sekali orang yang salah kaprah terhadap apa itu investasi. Terutama orang yang baru tahu tentang investasi dan ingin mencari tambahan penghasilan, termasuk saya. 🙂 Yang paling sering terjadi adalah kasus beli rumah dan beli emas. Banyak yang menganggap rumah dan emas adalah aset.

Iklannya kira-kira seperti ini : “Segera Miliki Rumah Impian Anda, Sebuah Aset Masa Depan”. Atau kalau ditawari investasi emas, iklannya kira-kira seperti ini : “Emas, Investasi Menguntungkan yang Tak Ternilai Harganya”.

Bagi saya, masalah program investasi menguntungkan, beli aset atau apapun yang “berbau keuntungan” adalah perkara yang harus dicermati benar-benar. Saya punya satu pelajaran yang bagus dari Kiyosaki yang bisa anda terapkan jika anda mau berinvestasi. Saya akan jelaskan bertahap. Pertama, anda harus pahami dulu pengertian aset dan liabilitas.

  • Aset
    Aset adalah sesuatu yang bisa menghasilkan uang. Bentuknya apa terserah. Yang penting yang dinamakan aset adalah sesuatu yang bisa menghasilkan uang.
  • Liabilitas
    Liabilitas kebalikan dari aset. Liabilitas adalah sesuatu yang membuat anda mengeluarkan uang.

[sociallocker]

Anda sudah paham kan? Ok, kedua : sekarang masuk ke contoh kasus tentang program investasi menguntungkan nih… Menurut anda, emas itu aset apa liabilitas? Mayoritas orang akan menjawab aset. Mengapa? Karena emas menghasilkan uang. Harganya cenderung naik.

Benar demikian? Kalau menurut saya belum tentu. Kalau anda membeli emas dengan harga misal 200 ribu kemudian anda jual dengan harga 400 ribu, itu baru namanya aset.

Tapi kalau anda beli emas dengan harga 200 ribu kemudian anda hanya bisa jual dengan harga 199,99 ribu, itu namanya liabilitas. Karena bukannya anda mendapatkan uang dari emas tersebut, tapi anda justru harus mengeluarkan uang. Anda tidak mendapatkan keuntungan, impas pun juga tidak. Nah sekarang, kalau ada yang mengatakan membeli rumah itu aset, anda sudah tahu jawabannya kan?

Jadi anda jangan tertipu dengan rayuan wiraniaga atau broker properti tentang program investasi menguntungkan. Jika anda beli rumah tapi yang anda lakukan hanya bayar pajak, bayar renovasi, bayar tukang buat benerin genteng dan sebagainya, itu mah bukan aset. Lain halnya jika anda beli rumah kemudian anda kontrakan, misal.

Sama halnya jika anda beli motor. Kalau tiap bulan anda harus keluarin uang buat service motor, benerin ina, inu… itu juga bukan aset. Beda kalau anda beli motor kemudian anda karyakan, seperti liputan saya tentang bisnis taksi motor misalnya. Itu baru aset, jika menguntungkan.

Dan pada akhirnya, hanya anda yang bisa membuat sesuatu itu menjadi aset dan sesuatu itu mejadi liabilitas. Jadi sekarang jika anda ingin membeli sesuatu, silahkan anda pikir untuk apa tujuan anda membeli.

Santai saja, tidak selamanya anda harus membeli aset. Tapi yang harus anda pahami sekarang adalah, anda tidak lagi membeli sesuatu yang orang katakan aset atau program investasi menguntungkan, padahal sebenarnya liabilitas bagi anda.

Kemudian kalau ada pertanyaan seperti ini, kalau menabung bagaimana? Apakah termasuk aset atau liabilitas? Kalau yang satu ini khusus. Anda bisa baca lengkapnya di artikel saya tentang menabung dan investasi.

Satu lagi. Setelah anda tahu perbedaan aset dan liablitas, anda juga harus memahami dan menerapkan juga prinsip bisnis pareto jika anda ditawari program investasi yang menguntungkan. Supaya pilihan anda banyak. Begitu saja dari saya, ada kurang lebihnya mohon maaf, he..he..he.. Ada yang mau memberikan komentar tentang investasi?

(sumber gambar : novartis-venturefund.com)

[/sociallocker]

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

20 Comments

  1. donny tjandra

    September 21, 2010 at 12:46

    gan, investasi itu harus dbalikin duidnya gak?
    sy ngajak temen bikin usaha.
    trus sebelum pembagian keuntungan, uang teman itu harus sy balikin atau dianggap uang mati krn dia juga memiliki perusahaan?
    makasih.

    • Om Nip-Nip

      September 28, 2010 at 05:30

      @Donny : bagi hasil yang benar adalah uang investor harus anda kembalikan dulu…baru hasilnya (keuntungan) dibagi.

  2. sary

    February 6, 2011 at 22:05

    topp deh om nip nip…. artikelnya bermanfaat buatku nich… 🙂 pahalanya banyak.,udah bantuin bnyk org secara g langsung… lyke this-lahh…makasih oM.. heheee

  3. abdul rohman

    August 8, 2012 at 19:58

    malam om…
    saya mau nanya…
    nama saya abdul..
    asli malang..
    umur 24…
    saya mau cari investor…
    caranya gimana..????
    klu soal bisnis..saya uda ada..
    dan rencana saya mau resto…
    tp terkendala dgn modal..
    intinya saya mau cari investor yg bener2 mau di ajak kerjasama..
    terimakasih sebelumnya om…salam..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *