Metode dan Cara Bagaimana Menentukan Harga Jual Sebuah Produk

By on July 10, 2010

Sudah ada yang tahu bagaimana metode atau cara penetapan harga sebuah produk? Caranya sih bisa bermacam-macam dan banyak. Yang akan saya bahas hanyalah 2 pendekatan pokok dalam penentuan harga jual.

Pertama, dengan pendekatan biaya yaitu penetapan harga biaya plus, penetapan harga mark-plus dan penetapan harga break even. Kedua dengan pendekatan pasar atau persaingan.

1. Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus Pricing Method)

Kalau anda menggunakan metode ini, anda menentukan harga jual per unit produk anda dengan menghitung jumlah seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutup laba yang anda kehendaki pada unit tersebut, atau disebut marjin. Harga jual produk dapat anda hitung dengan rumus :

Biaya Total + Marjin = Harga Jual

Contohnya seperti ini. Misalkan anda punya usaha jus buah dan mendapatkan order sebanyak 100 gelas untuk sebuah pesta perpisahan. Biaya yang anda keluarkan untuk memproduksi jus buah tersebut diperkirakan sebanyak 400.000,00 dengan perincian  :

  • Biaya bahan baku : Rp. 250.000,00
  • Biaya tenaga kerja : Rp. 100.000,00
  • Biaya lain-lain seperti penyusutan alat, sewa tempat, dsb : Rp. 50.000,00

Jika anda menginginkan laba sebesar 15% dari biaya total, maka : Harga total = Biaya Total + Laba = Rp. 400.000,00 + (15% x Rp 400.000,00) = Rp. 460.000,00. Dengan demikian untuk setiap jus yang anda jual, harganya sebesar Rp. 4.600,00.

2. Penetapan Harga Mark-Up (Mark-Up Pricing Method)

Pada intinya, penetapan harga mark-up ini hampir sama dengan penetapan harga biaya plus. Para pedagang atau perusahaan perdagangan lebih banyak menggunakan penetapan harga mark-up ini.

Caranya lebih sederhana. Anda membeli barang-barang dagangan kemudian harga jualnya anda tentukan setelah menambah harga beli dengan sejumlah mark-up, seperti rumus di bawah ini:

Harga Beli + Mark Up = Harga Jual

Jadi mark-up ini merupakan kelebihan harga jual di atas harga belinya. Contohnya seperti ini. Anggap anda punya toko sepatu adventure. Anda beli sepatu adventure merk “X” seharga 300 ribu. Kemudian anda ingin keuntungan 50 ribu, jadinya anda jual 300 ribu + 50 ribu = 350 ribu. Simpel kan?

Jadi keuntungannya dapat anda peroleh dari sebagian mark-up tersebut. Mengapa hanya sebagian? Karena anda juga harus mengeluarkan sejumlah biaya “lain-lain” seperti transport untuk beli sepatu yang anda ambilkan dari sebagian mark-up.

3. Penetapan Harga Break-even (Break-Even Pricing)

Adalah cara penetapan harga yang didasarkan pada permintaan pasar dan masih mempertimbangkan biaya. Usaha anda dapat dikatakan dalam keadaan break-even apabila penghasilan yang anda terima sama dengan ongkosnya, dengan anggapan bahwa harga jualnya sudah anda tentukan.

Menurut cara ini, usaha anda akan mendapatkan laba apabila penjualan yang anda capai berada di atas titik break-even dan rugi penjualan anda berada di bawah titik break-even.

Cara penetapan harga break-even ini dapat anda terapkan dengan menggunakan beberapa “syarat” tertentu, yaitu:

  • Seluruh biaya usaha anda dapat digolongkan ke dalam biaya variabel dan biaya tetap.
  • Seluruh barang yang anda produksi akan terjual.
  • Biaya variabel per unitnya tetap.

Bingung ya? Sama, he..he..he.. Kalau anda ingin tahu jelasnya, silahkan baca artikel saya tentang apa itu biaya tetap dan variabel dan cara menentukan break even point atau titik impas.

Lengkap kok, dengan contoh perhitungannya. So, don’t miss it… Insya Allah nanti anda akan paham bagaimana cara menentukan produk anda dengan metode ini.

4. Penetapan Harga dalam Hubungannya dengan Pasar

Kalau menggunakan cara yang satu ini, penentuan harga tidak anda dasarkan pada biaya, tetapi justru sebaliknya. Harga yang menentukan biaya bagi usaha anda.

Anda dapat menentukan harga sama dengan tingkat harga pasar agar dapat ikut bersaing, atau dapat juga ditentukan lebih tinggi atau lebih rendah dari tingkat harga dalam persaingan. Tergantung strategi dan segmentasi pasar anda, ok?

(sumber gambar : kontan.co.id)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

9 Comments

  1. adi

    September 2, 2013 at 13:51

    memang ada beberapa cara perhitungan untuk menentukan harga jual produk, yang terlebih penting adalah biaya-biaya yang seharusnya di keluarkan dan di tambahkan menjadi terlupakan. misalnya biaya penyimpanan, atau tenaga kerja tidak langsung. maka perlu di cermati bahwa sebuah produk ketika di buat diproduksi atau produk kita dari tempat yang lain komponen apa saja yang menyebabkan produk itu sampai ke konsumen baik secara cepat atau lambat. komponen tersebut perlu di masukkan menjadi biaya.

  2. moses

    May 24, 2014 at 13:26

    Siang pak…sy dari perush taksi yg ad di jkt..saya mau nanya,bgmana cara menentukan setoran harian armada yg ber-operasi.
    Kami mengambil mobil dgn cara leasing sebanyak 50 unit.terimakasih

  3. arsa

    September 19, 2014 at 23:43

    Selamat malam pak. Mohon bantuannya utk analisa modal produk utk rental laundry untuk hotel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>