Home » headline, seputar produk

Plus Minusnya Jika Anda Menjadi Produsen yang Inovatif

Ditulis Oleh pada Monday, 2 August 20103 Komentar

Saat mempunyai sebuah ide bisnis baru, seringkali seseorang juga mempunyai ide produk baru. Dan produsen yang menemukan pertama kali produknya yang benar-benar baru dinamakan produsen yang inovatif.

Jadi, jika anda menciptakan produk yang belum ada menjadi produk yang sudah ada, anda disebut inovator. Contohnya Thomas Alva Edison. Ia mempunyai keyakinan dengan ide produk inovatifnya, yaitu sebuah lampu pijar yang terang benderang.

Untuk mewujudkan ide produk barunya, ia harus rela melalui proses yang sangat panjang. Ia harus gagal sebanyak sepuluh ribu kali hingga ia menemukan lampu pijar seperti yang sekarang ini.

Biasanya nih, seseorang yang baru terjun di bisnis terutama untuk skala industri kecil menengah, sangat semangat untuk membuat produk yang belum pernah ada di pasaran. Idealismenya sangat kuat.

Tapi saran saya, sebelum anda ingin mewujudkan ide produk yang benar-benar baru tersebut, ada baiknya anda mempelajari dulu kelemahan dan kelebihannya. Perbandingan ini saya dapat secara tidak langsung dari pak Fandi Tjiptono, salah seorang pakar marketing…

Kelebihan Produk Pioner

  1. Anda dapat menikmati pangsa pasar yang masih luas.
  2. Anda mempunyai akses distribusi yang kuat karena anda yang pertama kali masuk.
  3. Brand anda jadi sangat familiar di mata konsumen.
  4. Loyalitas konsumen terhadap merek produk yang anda bangun tinggi.
  5. Potensi laba yang masih besar karena belum ada pesaing yang bermain.
  6. Anda yang menentukan standar kualitas industrinya.

Kelemahan Produk Pioner

  1. Anda harus unggul dalam hal teknologi, sehingga diperlukan investasi yang besar.
  2. Resiko kegagalan dalam introduksi produk baru relatif besar.
  3. Biaya riset dan pengembangan produk sangat mahal.
  4. Proses inovasi melewati tahapan-tahapan yang panjang dan tidak berguna akibat kemajuan yang berlangsung lambat karena faktor trial dan error.
  5. Anda harus menciptakan dan mengembangkan permintaan primer serta mengedukasi pasar.

Kira-kira anda sudah paham kan baik buruknya jika anda memilih sebagai pencipta produk baru yang sama sekali belum pernah ada sebelumnya?

Ok, saya bagikan pengalaman saya sewaktu saya berkeinginan menjadi produsen inovatif, walaupun sebenarnya produk tersebut belum bisa benar-benar dikatakan produk inovatif. Tapi pelajaran yang bisa anda ambil insya Allah mirip jika anda ingin membuat produk pionir.

Dulu, saya bersama teman satu tim saya berusaha keras untuk menjadi produsen pioner di usaha budidaya lobster air tawar. Karena keterbatasan info bisnis bidang tersebut, kami berusaha untuk menciptakan sistem pembesaran sendiri, membuat peralatan yang bisa mendukung dan memaksimalkan pembibitan serta mengedukasi pasar.

Tiga setengah tahun kemudian akhirnya kami sempat menjadi pemimpin pasar di Jogja, walaupun cuman beberapa saat. Sayangnya, kami tidak bisa meneruskan usaha itu.

Karena untuk memperlebar pasar, kami sangat kesusahan untuk mengedukasi pasar. Di samping itu, biaya riset produksi kami tinggi sekali karena kami seringkali trial dan error. Persis dengan poin-poin yang saya terangkan di atas kan?

Akhirnya untuk sementara waktu kami memutuskan untuk pindah ke usaha budidaya udang galah. Lebih mudah edukasi pasarnya dan kami lebih mudah dalam mempelajari teknik dan perkembangan bisnisnya, karena usaha jenis ini sudah banyak pionirnya.

So, sebelum anda berkeinginan untuk membuat dan memasarkan produk inovatif yang benar-benar baru, pertimbangkanlah masak-masak dulu kelebihan dan kelemahannya menjadi produsen inovatif. Karena anda bisa jadi sangat sukses dan mempunyai laba yang besar, tetapi bisa juga produk baru anda gagal dan perusahaan lain tinggal meneruskan usaha yang telah anda lakukan.

Tapi ingat, apapun tipe bisnis anda jika anda menginginkan untuk membuat produk pioner, lakukan riset pasar agar produk anda tidak gagal di pasaran. Sukses buat anda dan selamat membuat produk inovasi yang super baru jika anda sudah siap segalanya…

(sumber gambar : koleksi-informasi.blogspot.com)

Incoming search terms for the article:

ide produk baru, menciptakan produk baru, produk inovatif, produk inovasi baru, contoh produk inovasi, produk yang belum ada dipasaran, contoh inovasi gagal, produk baru yang belum ada di pasaran, contoh inovasi yang gagal, bisnis produk inovasi

Related posts:

  1. 5 Hal Penting yang Harus Anda Lakukan Jika Membangun Sebuah Usaha
  2. Bagaimana Jika Keluarga atau Teman Menjadi Investor Bisnis Anda?
  3. Amati… Tiru… Baru Modifikasi Produk Pesaing Anda!
  4. Jika Anda Takut Memulai Usaha, Baca Artikel Ini!
  5. Hati-Hati Jika Anda Ditawari Program Investasi Menguntungkan

Incoming search terms for the article:

ide produk baru, menciptakan produk baru, produk inovatif, produk inovasi baru, contoh produk inovasi, produk yang belum ada dipasaran, contoh inovasi gagal, produk baru yang belum ada di pasaran, contoh inovasi yang gagal, bisnis produk inovasi

3 Komentar »

  • Hosli said:

    Jadi ingin bertanya pak. Mengedukasi pasar itu, kongkritnya seperti apa pak. Terima kasih sebelumnya dan salam kenal pak.

  • Bengkel Las Listrik said:

    Mau tanya nih mas apa saja kiatnya agar kita bisa tahu dan bisa melihat pangsa pasar,untuk jawabannya teriamaksih banyak…

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Bengkel : coba buka artikel saya tentang cara menentukan target pasar…

Leave Your Response!


Plus Minusnya Jika Anda Menjadi Produsen yang Inovatif

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Plus Minusnya Jika Anda Menjadi Produsen yang Inovatif