Amati… Tiru… Baru Modifikasi Produk Pesaing Anda!


By on August 4, 2010

Saya teringat sebuah pembicaraan dengan teman saya yang kebetulan juga partner bisnis saya sewaktu masih memperkuat tim LSI Jateng-DIY.

Waktu itu kami membahas ucapan salah seorang perwira polisi yang kami dampingi. Perwira polisi tersebut punya sebuah prinsip pribadinya yang sangat menginspirasi.

Prinsip tersebut adalah ATM, kepanjangan dari Amati, Tiru dan Modifikasi. Keren ya? Tapi sebenarnya, prinsip bisnis tersebut sudah tidak asing lagi di dunia bisnis. Anda sudah pernah dengar perusahaan atau produsen follower? Begini, dalam melaksanakan ide bisnis yang berkaitan dengan sebuah produk, anda bisa mempunyai dua pilihan.

Pertama, anda memilih sebagai produsen inovatif seperti yang pernah saya jelaskan pada artikel sebelumnya. Atau kedua, anda memilih sebagai produsen kreatif yang biasa disebut sebagai perusahaan atau produsen follower.

Berhubung pilihan yang pertama sudah pernah saya bahas, maka pada artikel kali ini saya akan bahas keuntungannya jika anda memiilih menjadi produsen tipe kedua, yaitu follower.

Keuntungan yang pertama adalah, pasar sudah diedukasi oleh si pioner. Saya sudah mengalaminya sendiri. Pada saat saya dan teman bisnis saya masih bergerak di usaha budidaya lobster air tawar, kami kesusahan untuk mengedukasi pasar.

Kebetulan jenis pasar yang sangat susah kami edukasi adalah pasar industri dan pasar penjual, khususnya restoran seafood. Begitu kami berubah arah ke udang galah, alhamdulillah dalam hitungan minggu kami sudah dapat beberapa pembeli besar yang bersedia menampung hasil panen kami.

Kedua, ada biaya penelitian yang terpangkas dalam operasional sang follower. Jadi anda nggak perlu ribet-ribet lagi melakukan penelitian dari nol, karena sebagian besar sudah dilakukan oleh si pioner. Tinggal anda amati, kemudian anda tiru, setelah itu anda modifikasi. Beres dah…

Ketiga, resiko gagal juga sangat minim. Penyebabnya sederhana saja, mayoritas kegagalannya sudah dialami oleh si pioner. Berbeda dengan pioner yang berkali-kali menemui kegagalan seperti yang dilakukan oleh Thomas Alva Edison, 10 ribu kegagalan bro…

Dan Keempat, anda tidak perlu lagi melakukan “trial & error” dalam introduksi atau pengenalan produk pertama kali ke konsumen.

Anda sebagai produsen follower tinggal memanfaatkan pengetahuan konsumen yang telah diedukasi oleh produk pioner, riset pasar yang dilakukan oleh pioner dan segmentasi pasar yang telah tumbuh.

Dan dari poin kedua sampai poin keempat di atas, kami benar-benar sudah merasakannya. Tidak sampai 6 bulan setelah memutuskan berganti jenis usaha, kami sudah bisa menjalankan usaha budidaya udang galah ini. Kami hanya mengamati tren dan perilaku konsumen di industri ini.

Untuk teknik produksinya, kami juga tinggal meniru senior-senior kami yang sudah berhasil. Sisanya, kami modifikasi sedemikian rupa sehingga hasil produksinya kami perkirakan bisa lebih banyak. Padahal di usaha sebelumnya, kami membutuhkan waktu hingga 4 tahun lebih untuk mempersiapkan segalanya hingga layak jual.

Saya akan kasih contoh produk yang terkenal supaya anda bisa lebih “tervisualisasi” untuk memahaminya. Extra Joss buatan PT. Bintang Toedjoe merupakan produk baru yang mengekor produk lain yang telah di edukasi oleh Lipovitan. Kalau produk pionernya menggunakan botol, Extra Joss berbentuk serbuk yang dikemas dalam bentuk sachet.

Dan menurut riset yang dilakukan oleh Frontier Consulting Group, produk ini mempunyai indeks top brand lebih tinggi dibandingkan dengan produk-produk pesaingnya.

Kalau contoh usaha follower untuk skala UKM bisa anda lihat seperti ini. Misalkan di lokasi tempat tinggal anda ada usaha jus pioner yang sudah berjalan tetapi kurang berhasil karena berbagai sebab. Entah manajemen organisasi-nya, sistem promosi-nya atau apapun penyebabnya.

Anda bisa mempertimbangkan untuk membuka usaha jus di lokasi tersebut dengan mempelajari apa penyebab kegagalan usaha jus si pioner tadi. Bisa jadi dengan edukasi yang telah dilakukan oleh si pioner tersebut, anda sebagai follower tinggal meneruskan dan memodifikasinya sehingga usaha jus anda lebih paten.

Jadi kesimpulannya, anda bisa memilih jalan sebagai produsen follower dengan melakukan prinsip ATM tadi; Amati, Tiru…Modifikasi. ūüôā Sukses selalu dan selamat mencoba…

(sumber gambar : blogputra.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

3 Comments

  1. Promosi Online

    November 5, 2011 at 15:05

    Terima kasih untuk artikelnya yang sangat bermanfaat untuk pebisnis-pebisnis baru indonesia. sukses selalu…

  2. eko

    December 19, 2011 at 15:47

    trimakasih mas inspirasi nya, ternak udang galah anda buat saya pengen. Bagi tau donk mas cara2nya

  3. runD

    August 1, 2012 at 03:07

    Wew, mantap nih infonya. Saya kebetulan berencana ingin membuat usaha nasi goreng dan saya bercita-cita ingin membuka cabang. Kebetulan memang sudah ada yang pernah mewaralabakan usaha nasi goreng ini sehingga sekarang cabangnya lumayan banyak, kalau ga salah pusatnya di Jawa Timur. Makanya saya sedang coba meneliti seluk beluk usahanya itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *