Ingin Buka Laundry? Anda Bisa Amati dan Tiru Cara Ini!

By on August 9, 2010

memulai usaha laundry kiloan

Ingin Buka Laundry? Anda Bisa Amati dan Tiru Cara Ini!

Di daerah Jogja, hampir setiap sudut gang saya menemukan bisnis laundry kiloan. Waktu saya ada kerjaan di luar kota pun, saya juga menemukan usaha laundry kiloan ini bertebaran di sudut-sudut kota.

Bahkan di pedesaan-pun, saya menemukan usaha binatu, hanya saja beberapa diantaranya masih manual. Belum menggunakan mesin cuci. Karena banyak sekali yang tertarik untuk masuk ke jenis usaha yang satu ini, maka saya akan ulaskan secara umum.

Sebagai gambaran awal, saya ambil perhitungan market share dari artikel situs lain. Sayangnya saya lupa apa nama situsnya, berhubung sudah lama sekali saya membaca artikel bisnis laundry kiloan dari  situs tersebut.

Situs tersebut mengambil sampel kota Jakarta. Di kota Jakarta, kata situs tersebut, memiliki populasi penduduk kurang lebih 8 juta orang dengan perkiraan jumlah kepala keluarga sejumlah 2 juta orang. Menurut situs itu juga, pasar usaha laundry kiloan di Jakarta yang baru tergarap jumlahnya sekitar 5.000 kepala keluarga.

Nah, bila masing-masing keluarga di Jakarta tersebut rata-rata punya empat orang anggota keluarga dengan cucian 1,5 kilogram per hari, maka dalam satu hari ada sekitar 7,5 ton pakaian warga Jakarta yang dicuci. Dan perkiraan nilai nominalnya kira-kira setara dengan 3 miliar rupiah per bulan.

Itu baru dari jenis pasar atau segmen pasar keluarga. Belum untuk segmen hotel dan restoran. Ada beberapa hotel yang meski mempunyai jasa binatu sendiri, mereka juga menggunakan jasa binatu luar untuk sprei, sarung bantal, atau taplak meja.

Dan dari data yang saya dapat dari situs tersebut, untuk 2,3 juta kamar di Jakarta, rata-rata 40% urusan cucian ini diboyong untuk dicucikan di luar hotel. Maka jasa binatu bisa memperoleh 4,6 miliar rupiah per hari dari cucian hotel itu. Secara umum, hal ini juga berlaku di kota-kota lain. Lumayan kan?

Nah, kalau untuk model bisnis laundry kiloan-nya, saya akan bahas metode yang digunakan Bunga Laundry. Ownernya bernama mbak Nanik.

Alasan saya menggunakan Bunga Laundry sebagai sampel usaha binatu yang akan saya bahas adalah pertama, Bunga Laundry mempunyai cara khusus untuk menjangkau  pilihan segmen pasar-nya yang boleh saya bilang unik, jitu tapi sederhana. Kedua, Bunga Laundry dekat dengan kantor usaha saya, jadi lebih mudah untuk mewawancarainya, ha..ha..ha..

Berhubung jenis konsumen yang mereka ambil adalah tipe orang yang senang cuciannya bersih dan wangi, maka mereka bagi menjadi dua cara pencuciannya. Jadi selain menggunakan mesin cuci, setiap putaran mesinnya, mbak Nanik selalu mengecek tiap pakaian yang dicucinya. Jika masih ada yang kurang bersih, akan dikucek manual. Terutama dibagian lipatan dan kerah.

Kemudian untuk baju yang tipis, 100% dikerjakan tangan manusia. Mungkin biar nggak rusak atau cepat aus bajunya. Kemudian pakaian putih, hitam dan yang berwarna disendiri-sendirikan. Jadi nggak cuman yang luntur saja yang disendirikan.

Dan setiap kali menerima cucian dari pelanggan, untuk per potong pakaian dari per pelanggan diberi tanda sehingga pakaian antar pelanggan yang satu dengan yang lainnya tidak saling tertukar.

Tapi yang perlu anda perhatikan adalah jika anda akan meniru dan memodifikasi metode yang digunakan Bunga Laundry, anda harus paham bahwa segmentasi yang mereka bidik adalah konsumen yang sangat peduli dengan hasil yang bersih dan wangi. Jadi jika di daerah anda kebanyakan konsumennya lebih memperhatikan kecepatan waktu penyelesaian, sistem di atas mungkin tidak akan berjalan.

Jadi perhatikan benar-benar target yang anda bidik. Karena jika anda salah dalam membidik segmentasi pasar, diferensiasi yang anda punyai akan sia-sia. Anda bisa lakukan riset pasar dulu untuk membaca perilaku konsumen yang anda bidik. Ok, berikut ini simulasi perhitungan laba rugi peluang usaha laundry kiloan.

Pemasukan
Jasa pencucian : Rp. 250.000,00 x 30 hari = Rp. 7.500.000,00

Pengeluaran
Gaji 3 orang pegawai @Rp. 700.000,00 : Rp. 2.100.000,00
Listrik, air telepon : Rp. 750.000,00
Sabun, pewangi, pelembut : Rp. 1.150.000,00
Brosur dan Leaflet : Rp. 500.000,00
Sewa ruko di hitung per bulan : Rp. 500.000,00
Total Pengeluaran : Rp. 5.000.000,00

Keuntungan
Rp. 7.500.000,00 – 5.000.000,00 = Rp. 2.500.000,00

Bagaimana sekarang? Sudah ada gambaran tentang tips memulai bisnis laundry kiloan kan? Ada yang mau menambahkan? Ditunggu komennya…

(sumber gambar : kerockan.blogspot.com)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

56 Comments

  1. melodyc89

    September 10, 2014 at 02:45

    Beruntung bgd org2 diatas pny modal dan pny kmauan..saya pengen usaha jg.tp yg ada cuma skill krj laundry hotel hgga jd adviser londry kiloan dn kmauan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>