Home » bedah bisnis

Menguliti Trend Bisnis Baru, Budidaya Lobster Air Tawar

Ditulis Oleh pada Thursday, 12 August 201012 Komentar

Tiga setengah tahun yang lalu saya dan Om Nip-Nip terjun menggeluti bisnis terbaru saat itu, yaitu pembesaran lobster air tawar. Waktu itu kami tertarik karena info bisnis terbaru tersebut banyak diulas di berbagai media.

Di internet, di koran hingga di tabloid perikanan dan pertanian lobster air tawar menjadi primadona. Iklan di majalah-nya pun termasuk gencar.

Bahkan ada seorang trainer sekaligus penulis buku lobster air tawar yang beken dan sering muncul di TV mengulas bahwa bisnis LAT-nya (singkatan dari lobster air tawar) sudah menghasilkan keuntungan sekian puluh juta.

Tapi informasi terakhir yang saya dapatkan, belakangan ini dia sudah tidak lagi menggeluti bisnis lobster air tawar. Malahan ia muncul dengan bisnis barunya. Saya nggak tahu dikemanakan semua indukan lobster air tawarnya sekarang. Digoreng semua kali, ha..ha..ha..

Dan dulu isunya, dengan perawatan yang cukup mudah, lobster air tawar mampu mempunyai nilai jual 120 ribu hingga 200 ribu per kilo. Fantastis! Tapi kenyataannya, setelah 2 tahun kami menjalani trend bisnis ini, kami hanya mampu menjual di sebuah restoran di Jogja hanya dengan harga 100 sampai 125 ribu per kilo.

Ukurannya terbilang besar, 8 ekor per satu kilonya. Masalahnya, untuk mencapai ukuran segitu membutuhkan waktu yang sangat lama dengan biaya yang terhitung tinggi.

Kami juga menemui fakta bahwa pertumbuhan pasar lobster air tawar ini berjalan sangat lambat sekali. Dua kolega kami dari kota besar pun hanya mampu menjual antara 50-300 kilo per bulannya. Sebuah angka yang sangat  kecil untuk ukuran komoditas perikanan.

Karena pertumbuhan pasar yang lambat, banyak pebisnis lobster air tawar yang gulung tikar. Termasuk para trainer dan “suhu-suhu” kami yang mengajari kami bagaimana cara budidaya LAT yang baik.

Apalagi orang yang hanya coba-coba untuk berbisnis indukan dan bibit. Bablas…! Mereka termakan dengan mitos bahwa budidayanya bisa dilakukan di teras rumah dengan hanya menggunakan akuarium atau kolam semen. Selain itu, mereka juga diiming-imingi apabila membeli bibit dari trainernya, lobster hasil panennya akan dibeli.

Kenyataannya, nol besar. Ironisnya, salah satu “suhu” atau guru kami akhirnya tidak bisa menyediakan LAT sejumlah yang kami pesan. Padahal dulu janjinya, ia akan membeli semua lobster yang diternakan oleh anak didiknya.

Katanya ia tahu pasar yang membutuhkan lobster air tawar. Justru terbalik posisinya sekarnag. Kami yang akhirnya membeli LAT dari petani-petani di Jogja termasuk suhu kami tersebut. Kami juga yang akhirnya tetap bertahan sampai akhirnya kami mampu menjualnya.

Akhirnya untuk mencari kesimpulan kelangsungan bisnis baru ini, kami memutuskan untuk melakukan riset konsumen untuk mengetahui preferensi mereka terhadap lobster air tawar. Riset pasar ini melibatkan 30 responden dari berbagai macam latar belakang yang mempunyai kebiasaan makan seafood di restoran.

Metode riset pasar yang kami pilih adalah wawancara perorangan. Pemilihan sample respondennya menggunakan sistem refferal sampling atau snowball sampling. Lobster yang kami uji cobakan untuk dinikmati responden adalah ukuran 15-20 ekor per kilo, disajikan 5 ekor per porsinya.

Dari riset pasar tersebut kami tarik kesimpulan bahwa urutan keinginan konsumen untuk membeli masakan dari jenis udang-udangan adalah kesegaran udang, rasa dagingnya, ukuran atau banyaknya daging dan terakhir harga.

Untuk rasa LAT, konsumen mempersepsikan lebih tinggi dibanding dengan jenis udang yang lain, seperti galah,vanamei dan tiger. Tingkat keinginan konsumen untuk mencoba kembali juga termasuk tinggi.

Ketika ditanya dengan tanpa memperhatikan harga pilih mana antara lobster air tawar dan udang kesukaannya, 60% lebih menjawab memilih lobster air tawar. Pada pertanyaan harga, jawaban mereka bervariasi. Mulai 25-35 ribu, 35-45 ribu, 45-60 ribu dan diatas 60 ribu. Kemudian 50% memilh angka 35-45 ribu, 30% memilih 25-35 ribu dan sebagian kecil memilih 45-60 dan diatas 60 ribu.

Akhir dari kesimpulan riset pasar kami adalah, keunggulan kompetitif lobster air tawar terletak pada rasanya yang lebih manis dan kenyal. Target untuk segmen pasar-nya adalah para pecinta seafood yang membelanjakan minimal 50 ribu untuk sekali makannya.

Dan menurut pengamatan kita, biasanya para pedagang makanan akan memberikan harga 2 kali lipat dibanding dengan harga mentahnya. Jadi lobster air tawar ukuran 15-20 ekor bisa dijual ditingkat konsumen antara 60-75 ribu per kilo. Dengan demikian harga ditingkat petani antara 50-65 ribu per kilonya.

Cuman repotnya, untuk tren bisnis ini serapan pasarnya masih kecil karena tingginya harga yang dipatok oleh pembudidaya lobster air tawar. Yaitu sekitar 85-100 ribu untuk ukuran 15 ekor per kilo. Padahal menurut hasil riset kami, tren bisnis lobster air tawar kemungkinan tidak akan bisa menggaet pasar yang massal jika harga yang ditawarkan jauh diatas harga udang pesaingnya.

Dan satu lagi, jika terjun di bisnis ini, kita harus berjibaku untuk mengedukasi pasar karena komoditas LAT adalah produk pioner. Itupun dengan catatan, harga yang ditawarkan adalah 75 ribu sampai di tangan konsumen.

Inti dari sharing pengalaman kami di atas adalah jika dikemudian hari anda mendapatkan tren peluang bisnis baru atau peluang investasi menguntungkan, anda harus berhati-hati jika ingin terjun di dalamnya. Anda harus benar-benar pelajari bisnis tersebut. Lihatlah produk tersebut dari sudut pandang konsumen. Apakah produk bisnis baru tersebut bisa diterima oleh jenis pasar yang anda bidik atau tidak.

Jangan terburu-buru untuk terjun di dalamnya. Buatlah rencana bisnis yang matang karena dengan rencana bisnis yang matang tersebut, insya Allah anda akan bisa melihat “lubang-lubang” dan “rambu-rambu” di trend bisnis baru tersebut.

Ngomong-ngomong, apakah ada dari anda, para pembaca setia DokterBisnis.Net ini yang sudah pernah menggeluti tren bisnis baru pembesaran atau pembenihan lobster air tawar?

(penulis : Jack, sumber gambar : bintarofishcenter.indonetwork.co.id)

Incoming search terms for the article:

harga lobster air tawar per kg, budidaya lobster air tawar, cara budidaya lobster air tawar di rumah, lobster air tawar surabaya, budidaya lobster air tawar surabaya, budidaya lobster, bisnis lobster, budidaya lobster air tawar di rumah, TREND BISNIS, bisnis trend

Related posts:

  1. Liputan Khusus : Peluang Usaha Baru, Bisnis Taksi Motor
  2. Amati… Tiru… Baru Modifikasi Produk Pesaing Anda!
  3. Strategi Menjalankan Bisnis Dengan Resiko Kegagalan Kecil
  4. Penyebab Utama Kegagalan Bisnis Baru

Incoming search terms for the article:

harga lobster air tawar per kg, budidaya lobster air tawar, cara budidaya lobster air tawar di rumah, lobster air tawar surabaya, budidaya lobster air tawar surabaya, budidaya lobster, bisnis lobster, budidaya lobster air tawar di rumah, TREND BISNIS, bisnis trend

12 Komentar »

  • Adien said:

    Sangat Menarik, sy sendiri new comer, br belajar budi daya LAT ini. Jd Bagaimana bagusnya utk bisa ke Konsumnen 75 ribu? sepertinya hrs ada inovasi bagaimana cara cepat pertumbuhan LAT konsumsi, dgn melakuakn riset dengan para ahlinya. Apakah sdh pernah di lakukan ini?

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Adien : faktor utama kecepatan pertumbuhan LAT adalah pada genetiknya mas. Dulu pernah ada strain walkamin, yaitu strain indukan dari sungai tertentu di Australia dikawinkan dengan strain tertentu juga dari sungai lainnya. Isunya, 30% pertumbuhannya lebih cepat. Tapi hingga sekarang saya belum bisa memastikan apakah strain walkamin itu benar2 cepat atau nggak…

  • pengepul said:

    saya merupakan salah satu pengepul lobster di surabaya
    saat ini saya memasok lebster air tawar ke beberapa restoran dan hotel di jawa timur, bali dan sebagian kalimantan..
    bagi yang berminat menjadi supplier saya bisa kirim ke e-mail saya
    pengepullobster@gmail.com
    kontrak dan detail kerja sama akan saya kirim kembali ke email bapak
    thanks….

  • antonie said:

    kadang kita terlalu nafsu dengan ide manis bisnis baru.. tanpa melihat daya serap pasarnya. lebih mudah membuat produk baru, dari pada menjualnya

  • Bedah Trend Peluang Bisnis Baru, Budidaya Lobster Air Tawar | Blog … | GIGA PULSA Pusat Pulsa Harga Murah, Transaksi Cepat, Dijamin…!!! said:

    [...] Read More… Posted in Bisnis Tags: bisnis, bisnis-terbaru, itu-kami, lobster-air, saat-itu, saya-dan, setengah-tahun, terjun-menggeluti, tertarik-karena, yaitu-pembesaran, yang-lalu « V-bel Pelu ang Bisnis Terbaru Sistim Singleline ;) | Pasang iklan … Pulsa Termurah » You can leave a response, or trackback from your own site. [...]

  • Mini Lobster Farm said:

    Anda Peternak Lobster air tawar skala Konsumsi??klo anda kesulitan dalam Pemasaran Lobster Konsumsi,mungkin kami bisa bantu Tampung hasil panen Lobster konsumsi anda.
    emai di Rony_Lobster@yahoo.co.id

    Lokasi kami di BANJARBARU.

  • Mini Lobster Farm said:

    Saya tidak yakin klo ada yg bilang Lobster air tawar ini sulit utk di terima pasar.karna apa?Bisnis lobster air tawar itu kan segmen’nya Konsumsi bukan segmen hanya hiasan,pajangan,dll
    jd selagi si pengusaha Lobster itu PINTAR mencari Market pasti hasil produksi nya akan terjual.yg bilang usaha lobster itu sulit utk pemasaran’nya itu hanya STRATEGI orang iseng utk mencegah Banyak nya Pesaing/kompetitor dlm Bisnis Lobster air tawar ini.maklum BISNIS itu Kejam.

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Mini Lobser Farm : Lobster air tawar memang “laku” dijual. Masalahnya, hanya sebagian kecil orang yang mampu memasarkan. Sedangkan para trainer yang berjanji mau menampung hasil panen peserta pelatihannya kerap ingkar janji…

  • pemula LAT said:

    kalau ada asosiasi dari para petani lat, kemungkinan masalah untuk kesulitan menjual lat bisa diatasi. yang nantinya asosiasi tersebut sebagai pengepul hasil panen dengan harga yang disepakati oleh para petani lat dan kemudian asosiasi tersebut mencari konsumen baik domestik maupun mancanegara, atau pun membuat kedai-kedai aneka makanan dari LAT itu sendri.

  • Om Nip-Nip (author) said:

    @Pemula : :)

  • Adien said:

    @pemula, sgt-sgt setuju.. lets do it
    Serius, kerja keras, kerja sama, inovatif, berbagi. Pasti dan Pasti. usaha/bisnis/berdagang adalah kebersamaan saling berbagi keuntungan dengan kepercayaan dan kejujuran. persaingan hanya untuk meningkatkan inovasi agar produksi semakin baik.

  • eko said:

    Maaf bos (Author), bisa saya minta alamat farmnya situ, saya juga dr jogja. biar kalau saya kekurangan stok saya bisa order.

Leave Your Response!


Menguliti Trend Bisnis Baru, Budidaya Lobster Air Tawar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Menguliti Trend Bisnis Baru, Budidaya Lobster Air Tawar