Don't Miss

Bisnis Developer Properti Tanpa Modal Besar

By on February 11, 2011

Meneruskan artikel saya yang telah lalu tentang alasan menekuni usaha properti, banyak yang berpendapat bahwa bisnis developer properti sarat dengan modal dan manajemen yang kompleks.

Tidak ada yang salah dengan pendapat tersebut, apalagi apabila kita mengacu kepada pengusaha sekelas Ciputra, Agung Podomoro, Bakrie Land atau bahkan Donald Trump.

Bahkan tidak jarang ada yang berpendapat bahwa bisnis developer properti adalah bisnis keturunan atau warisan. Sebelum lebih jauh, saya coba sarikan dari buku The Property Developer, buku yang tidak dijual bebas di toko-toko buku, tentang dasar-dasar alasan menekuni bisnis developer properti. Antara lain :

Properti adalah Sektor Riil

Sektor riil adalah sektor bisnis yang fundamental untuk pembangunan sebuah negara karena tingkat penyerapan tenaga kerja, investasi jangka panjang sehingga mendorong peningkatan dari sisi konsumsi serta investasi dan perekonomian akan bergerak.

Properti adalah salah satu sektor riil dengan menyerap tenaga kerja yang cukup banyak sehingga bisa meningkatkan perekonomian suatu negara. Walau tidak cepat, tetapi cukup berhasil.

Lebih 100 Bisnis Terkait di Dalamnya

Bisnis developer properti juga mendorong bisnis-bisnis lainnya, seperti yang tertulis di KOMPAS edisi 22 Oktober 2009 yang menggambarkan 104 bisnis yang terkait di dalam bisnis properti.

Modal Relatif Kecil

Dalam benak mayoritas orang, bisnis property membutuhkan modal yang sangat besar. Misal, modal membangun 1 rumah sebesar 60 juta, jika 1 kawasan terdapat 10 rumah maka butuh modal 600 juta! Belum lagi untuk pembelian lahan, pembangunan fasilitas dan sebagainya.

Jika cara berhitungnya demikian, tidak salah. Namun sebenarnya modal besar tersebut bisa disiasati dengan negosiasi. Intinya berbagi beban modal, entah dengan pemilik tanah, investor, kontraktor bangunan, supplier material, konsumen dan sebagainya.

Teknisnya? Jika ada waktu dan kesempatan, insya Allah akan saya rinci pada tulisan berikutnya. Atau jika anda sudah tidak sabar, silakan baca buku The Property Developer.

Manajemen yang Sederhana

Manajemen developer properti bisa disiasati dengan manajemen yang sederhana. Sekarang kan jamannya outsourching, bung. Nah, banyak pekerjaan yang bisa anda limpahkan kepada tenaga ahli yang sesuai bidangnya.

Misalnya, ketika memulai perencanaan bisnis, anda bisa gunakan jasa konsultan perencanaan dan arsitek. Memasuki pekerjaan pembangunan, anda bisa serahkan pekerjaan ini kepada kontraktor bangunan. Bahkan saat pemasaran, anda bisa gunakan jasa marketing agent.

Dari segi biaya, beban biaya tetap dapat ditekan. Dari sisi biaya variabel cenderung meningkat dan sisi positifnya biaya menjadi lebih pasti. Begitu pula target keuntungan lebih pasti. Anda tinggal memposisikan diri sebagai manajemen developer yang bertugas sebagai pengatur atau pengelola pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli.

Mudah, Bisa Dikerjakan oleh Orang dengan Berbagai Latar Belakang

Coba anda cek ke beberapa perusahaan developer, tak jarang anda temui latar belakang pengusahanya berbeda dengan bidang yang digelutinya.

Kuncinya, anda harus pandai bermanajemen yang baik. Karena pada kenyataannya, seorang pengusaha adalah pengatur atau pengelola pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan oleh orang lain yang terkait dengan bisnisnya.

Semoga pada kesempatan lain saya bisa merinci poin-poin diatas. Akan lebih bagus jika anda membaca langsung buku The Property Developer dimana anda akan belajar kepada ahlinya di bidang bisnis developer properti yang sudah terbukti berhasil.

(penulis : valey; sumber gambar : www.bisnisukm.com)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

3 Comments

  1. sumarman

    August 1, 2011 at 03:40

    saya sorang wiraswsta retail dengan hanya modal kepercayaan dan keseriusan namun selama ini saya tidak pernah mengalami kesulitan dan usaha yg saya bangun tetap exis dan makin berkembang dengan hutang membuat usaha yang telah lunas dan mulai melirik usaha properti untuk perumahan dan ruko,
    saya punya teman yang mempunyai lahan sangat strategis yang terletak di kota kabupaten tempat tinggal saya yang hanya ada 3 depelover perumahan, dari segi letak lokasi ini yang paling strategis jika d bandingkan dengan lokasi perumahan yang lain, yaitu 800 m dari sport center,i,5 km dari komplek perkantoran Pemda,800 m dari perumahan bupati dan pejabat2 penting lainnya,5oo m dari mesjid agung islam center kabupaten, 1 km dari SMK, 400 m dari rumah makan dan restoran, 50 m dari jalan raya dan dipinggir jalan raya rencana akan saya bangun Ruko dengan harga pasaran 600-700jt/unit. pemilik lahan ingin menjual lahannya perkavling dan saya berkneln karna ingin bertanya tentang iklannya dipinggir jalan, kemudian muncul ide saya untuk membangun kompleks perumahan sederhana untuk marraih pasar yang besar dan cepat. dan saya sudah konsultasi dengan pemilik lahan dan beliau sepakat dengan ide saya dan mnyerah semua urusannya kapda saya karna beliau kaku dalm berusrusan,
    tapi…jujur saja, ide saya itu tidak di dkung oleh finansial yang memadai, memang saya mngendarai kendaraan NIssan terrani kings road tp itu bukanlah ukuran bahwa saya mempunyai finansial yang cukup untuk membangun sebuah bisnis properti, saya berharap berikan jalan umtuk saya supaya bisa mewujudkan ide cemerlang saya tersebut, saya mampu berurusan persyaratan adm yang dibutuhkan untuk usaha tesebut, baik dengan pemerintah maupun dengan pihak lain misalnya membuat legalitas perusahaan,menerbitkan sertifikat,imb,serta izin2 lainnya yang di perlukan, tanah tersebut telah mempunyai setifikat hak milik atas nama teman saya tersebut.
    saya mohonkan kapda pihak-pihak yang mampu memberikan jalan agar dapat memberi masukan kepada saya secara rinci dan jelas.
    walaupun luasa lahan hanya kira-kira 6000 m2, walaupun kecil saya optimis bahawa kan memberikan keuntungn yang cukup memnjanjikan.
    saya jg butuh arahan bagaimana cara analisa usaha properti itu dikatakan beruntung, trimkasi atas bantuan dan kerjasamanya,,,,bila ada yangb bisa membantu, saya tidak akan melupakan jasa saudara-saudara dan nantikan hadiah menarik yang bernilai dari saya untuk anda, trims

  2. ANDIKA PROPERTI

    December 1, 2011 at 13:40

    Bgaaimana prospek properti untuk di wilayah malang, terimakasih

  3. rezza

    April 18, 2012 at 13:50

    mas sumarman kalau mas sumarman berkenan saya punya konsep yang selama ini saya pendam tapi belum sempat menjalankannya. saya juga ingin jadi pengusaha properti seperti yang sampeyan impikan hanya karna modal saja kita kadang-kadang menyerah. tapi kalau sudah punya lahan maka itu bagi saya amatlah mudah untuk dikelolanya kalau serius saya bisa membeberkan konsep saya mungkin bisa berguna bagi sampeyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>