Strategi Menjalankan Bisnis dengan Resiko Kegagalan Kecil

By on February 14, 2011

Pelajaran pertama yang harus Anda perhatikan apabila Anda menjalankan bisnis baru adalah : selalu mempunyai gagasan beresiko rendah sebagai tempat Anda jatuh.

Apapun jenis bisnis Anda, camkan pelajaran bisnis di atas. Anda tahu maksud dari gagasan beresiko rendah? Jadi begini, misalkan Anda ingin usaha abon ikan bandeng. Anggaplah Anda ahli dalam dunia per-abon-an.

Anda sudah tahu segmen pasarnya, tahu bagaimana cara mendatangkan konsumen untuk “berduyun-duyun” membeli produk Anda dan menurut Anda, produk ini belum ada di pasaran. Sesuatu yang “new” lah.

Kemudian Anda siapkan rencana bisnis Anda sematang mungkin. Mulai dari memilih lokasi usaha, menyeleksi karyawan, hingga membeli peralatan produksi seperti mesin penyuwir daging dan peniris minyak.

Nah, seAndainya nih, produk Anda gagal. Anda masih bisa mengembalikan investasi yang telah Anda tanam. Caranya? Dengan Anda merubah produk Anda yang tadinya abon ikan bandeng, berubah menjadi usaha abon ayam yang pasarnya sudah jelas.

Semua mesin yang Anda gunakan sama, tempat atau lokasi usahanya juga nggak perlu pindah. Karyawannya tinggal dibiasakan menggunakan bahan baku ayam. Jenis pasarnya, Anda juga sudah tahu mau dilempar kemana. Wong abon ayam familiar dengan kebanyakan lidah orang dan Anda masternya usaha abon… Resiko Anda kecil.

Beda ceritanya kalau Anda buka usaha bandeng presto, kemudian gagal karena Anda nggak bisa memasarkannya. Tiba-tiba Anda beralih ke bisnis fotocopy yang menurut Anda lebih menjanjikan. Bisa-bisa ntar Anda fotocopy KTP konsumen Anda menggunakan mesin presto, karena modal Anda habis nggak bisa beli mesin fotocopy. Paham kan?

Contoh lainnya, anggaplah Anda terjun di bisnis properti. Anda beli rumah dengan tujuan untuk Anda jual kembali jika nilainya sudah meningkat. Jika investasi Anda tersebut bisa memberikan pemasukan bulanan kepada Anda, hal itu merupakan investasi beresiko rendah.

Bahkan jika properti Anda nantinya tidak meningkat nilainya, Anda tetap bisa mendapatkan kompensasi dari investasi Anda dengan mendapatkan uang  tiap bulannya dari menyewakan rumah Anda.

Hal itu yang saya dan partner bisnis saya lakukan sewaktu memilih bisnis lobster air tawar. Waktu itu katanya bisnis lobster air tawar merupakan ide bisnis baru yang sangat menjanjikan. Ternyata lambat laun kami menemukan kendala di penetrasi pasar dan nilai atau kelayakan ekonomis usaha tersebut patut dikaji ulang.

Tapi kami tidak lantas serta merta mempercayai informasi bisnis tersebut. Kami sudah ancang-ancang. Jika ternyata kami gagal untuk mengedukasi pasar, kami akan berpindah ke bisnis lainnya yang sudah kami siapkan. Pilihannya kalau tidak ke budidaya lele, kami pindah ke budidaya udang galah yang pasarnya jelas.

Semua ilmu dan piranti yang telah kami beli masih bisa kami gunakan. Bagaimana tidak, medianya sama, tata cara produksi dan panennya hampir sama, cara memijahkannya juga tidak jauh berbeda, tapi pasarnya sudah terjamin. Lha wong begitu kami panen udah ada yang nungguin mau beli, he..he..he..

Sederhananya, gagasan beresiko rendah adalah sesuatu yang Anda tahu Anda bisa lakukan, titik.  Sekarang pertanyaannya, sudahkah Anda menemukan ide bisnis yang beresiko rendah?

(sumber gambar : www.corporatecomplianceinsights.com)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

11 Comments

  1. Nanda

    January 14, 2014 at 17:55

    Nice info, Artikel yang sangat menarik dan bermutu. Betul sekali dalam berusaha harus mempertimbangkan resiko. Namun, justru seni berusaha adalah mengelola resiko tersebut. Semakin besar resiko yang dihadapi, semakin besar peluang kita untuk sukses atau bangkrut. Namun jika dimanage dengan baik, itulah seni dari bisnis. U win U learn, U Fail U learn …

  2. Atang N H Anam

    January 15, 2014 at 08:42

    Wah pelajaran binis yang bagus nih. Sedikit tambahan, semua ide bisnis pasti memiliki resiko dan menurut pengamatan saya: resiko bisnis berbanding lurus dengan prospek dari bisnis itu sendiri – jadi, semakin besar prospeknya maka semakin besar pula resikonya. Sebenarnya menurut saya yang jadi masalah bukanlah apakah resikonya besar atau kecil melainkan bagaimana cara kita dalam menghadapi resiko tersebut. After all, thanks to witter.

  3. adi

    March 13, 2014 at 17:31

    Artikel dasyat gan…
    memang pebisnis profesional pasti memilih usaha yang low risk. karena jargon bahwa hight risk, hight return..hanya omong kosong. yang jelas ketika hight risk pasti yang bakal muncil itu hight COST. dan belum tentu mendapat hight return…
    So, keep bussiness with smart mind…BOS!!!

    • Om Nip-Nip

      March 13, 2014 at 19:39

      @Adi : betul gan… Trims udah mampir ke blog ane…

  4. GaleriSoftwarer

    April 10, 2014 at 09:29

    kalo saya pakai blog ging aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>