Ada Apa dengan Bisnis Multi Level Marketing? (Bagian 2)

bisnis multi level marketing

Ada Apa dengan Bisnis Multi Level Marketing?

Sebelum saya teruskan materi tentang bisnis multi level marketing, saya mau curhat dulu nih. Laptop yang merupakan ujung tombak hampir seluruh aktivitas bisnis saya raib dicuri orang. Kejadiannya begini.

Kebetulan saya termasuk tim ahli dari ChAIN CENTER UGM untuk sektor industri kecil dan menengah. Nah, beberapa waktu yang lalu saya ditugasi oleh ChAIN CENTER UGM untuk berangkat ke Pelabuhan Ratu dalam rangka “mengawal” sebuah rapat penting.

Pulangnya saya dan salah satu anggota tim menggunakan bis, karena kami berdua takut naik pesawat. Ternyata sampai Jogja tas laptop saya isinya “berubah” menjadi setumpuk majalah TRUBUS.

Gila dah, hilang semua datanya… termasuk draft artikel tentang bisnis multi level marketing bagian kedua. Makanya saya baru bisa update artikel DokterBisnis.Net hari ini. So, berhati-hatilah jika anda menempuh perjalanan jarak jauh dengan membawa laptop.

Ok, saya teruskan pembahasan yang telah lalu tentang bisnis multi level marketing bagian 1. Di sini saya ulangi lagi, alasan nomor satu yang harus anda pahami jika anda masuk ke bisnis multi level marketing adalah karena sistem pendidikannya.

“Pendidikan bagaimana sih? Di sana kan kita disuruh jualan!” Yup, benar kata anda. Tapi bisa juga kurang tepat. Ada perusahaan MLM yang benar-benar akan melatih dan mendidik anda menjadi seorang entrepreneur.

Bagaimana tidak? Anda akan dilatih bagaimana caranya mengatasi ketakutan ditolak. Setiap hari anda “dipaksa” untuk berani presentasi dan menawarkan bisnis multi level marketing tersebut, padahal anda beresiko untuk ditolak.

Anda juga akan dilatih untuk bangkit secepat mungkin dari kegagalan. “Kok bisa mas?” Ya…!!! Sudah baca artikel saya tentang hukum pareto? Intinya adalah, dari 100% calon prospek anda, 80%-nya menolak untuk bergabung di bisnis anda.

Sisanya, ada kemungkinan untuk join dengan anda. Berarti anda akan mengalami banyak kegagalan daripada kesuksesan kan? Dan anda harus bangkit secepat mungkin dari kegagalan tersebut. Mengapa? Karena kalau anda tidak segera bangkit alias down, seluruh member anda bisa ketularan down dan satu-persatu mulai berhenti dari bisnis MLM.

Anda juga akan dilatih bagaimana caranya mengatur manajemen waktu, hal yang sangat dibutuhkan jika anda membangun sebuah bisnis. Anda akan “di jadwal” dengan waktu yang padat seperti jam berapa anda harus mendengarkan kaset, membaca buku, menghadiri pertemuan, presentasi dan berapa lama anda harus melakukan hal tersebut.

Selain itu anda harus bisa mendidik downline (member yang berhasil anda rekut) agar mereka bisa melakukan seperti apa yang anda lakukan. Anda juga diharuskan bisa membantu serta memotivasinya, layaknya seorang pemimpin, bukan pimpinan. Disitulah anda akan diajari dan langsung mempraktekkan jiwa leadership anda.

Oh iya, masih ada lagi. Anda juga akan diajak bermain papan cashflow, dimana anda akan tahu bagaimana cara mengatur dan membaca laporan keuangan anda sebagai seorang pebisnis. Lengkap dengan latihan cara bagaimana menginvestasikan uang anda agar anda bisa sukses secara finansial.

Dan masih banyak lagi. Itulah yang benar-benar saya rasakan manfaat dari terjun di bisnis multi level marketing. Dan efeknya di bisnis saya yang sekarang, saya jadi berani mengambil peluang dan keputusan karena dulu di bisnis multi level marketing, saya telah berkali-kali mengalahkan rasa takut saya untuk presentasi di hadapan banyak orang.

Saya juga mampu untuk bangkit dengan cepat dari kegagalan walaupun saya berkali-kali gagal panen atau gagal menjual produk saya. Saya juga bisa mengatur partner dan karyawan saya agar tetap setia membangun bisnis karena dulu, saya telah terbiasa mengatur dan membantu ratusan downline saya.

Saya juga punya kemampuan untuk mengatur manajemen waktu sehingga saya mampu untuk mengatur kapan saya harus menghadiri meeting di bisnis saya dan kapan saya harus mengerjakan proyek sampingan tanpa harus kebingungan membagi waktu dan otak saya.

Dan yang paling saya senangi, saya punya kemampuan untuk menjual apa saja, termasuk bisnis saya. Anda tahu apa maksud menjual bisnis saya? Yaitu saya mampu menjual prospek bisnis saya kepada para investor sehingga mereka tertarik untuk berinvestasi di bisnis saya. Ini adalah leverage bisnis!

Tapi dari sekian kebaikan yang saya sebutkan di atas, tentu juga ada keburukan atau efek negatifnya bagi yang terjun di bisnis multi level marketing. Seperti apa keburukannya? Nantikan di artikel saya mengenai peluang bisnis MLM bagian 3, he..he..he..

(sumber gambar : kdpbiz.com)

Be Sociable, Share!

Advertisement

Ada Apa dengan Bisnis Multi Level Marketing? (Bagian 2)

31 Comments

  1. Bagus sekali artikelnya, bisa mmbuka wacana dan pemikiran temen2 yang mngkin ingin bergabung di suatu bisnis MLM tetapi masalahnya sekarang image MLM itu negatif karena banyak MLM yang cuma berkedok saja..padahal money game..gak ada produknya yg jelas..semoga bermanfaat yah…:)

  2. Artikel yang bagus, ditunggu yang berikutnya, trmksh

  3. yondy says:

    menurut saya itu hanya pemahaman umum saja tentang MLM, karna jika memang hanya untuk mendapatkan pendidikan tidak perlu ikut MLM..
    Karna yg d tawarkan dari MLM itu bgaimana modal yg kecil dapat untung yg sebesar2nya, tanpa membeda2kan umur,agama,suku,semua orang dpt melakukannya.
    Tp knp bnyak yg frustasi(bnyak yg frustasi brarti bnyak yg brminat pda awalnya}
    Yg salah adalah sistem dari setiap perusahaan MLM tsb.ada yg tutup point lah,ada yg peringkat2 lah, ada iming2 jalan2 lah..
    Jadi harus jelas MLM yg mana dlu atau apa nama perusahaannya..
    Terima kasih

  4. ATM Tiket says:

    Dengan ikut di bisnis mlm , mental kita akan terbentuk dan pola pikir bisnis pun jadi lebih luas, artikel ini cukup baik menjelaskannya. Jadi baik nya ikuti mlm untuk pendidikan bisnis .

Leave a Comment

Ada Apa dengan Bisnis Multi Level Marketing? (Bagian 2)