Ada Apa dengan MLM Indonesia? (Bagian 3)


By on May 7, 2013
mlm Indonesia

Wuih… Akhirnya… Saya bisa menulis lagi. Setelah sekian tahun saya berkutat dengan bisnis online, ternyata saya baru sadar bahwa saya melupakan awal dimana saya “dikenalkan” dengan bisnis internet, dokterbisnis.net !!

Sebelum saya lanjutkan posting lanjutannya ada apa dengan bisnis MLM Indonesia bagian 1 dan bagian 2, saya ingin tanya kepada Anda. Bagaimana tampilan dokterbisnis.net yang baru? Keren kan? Awas kalau bilang nggak !! Ha..ha..ha.. Perlu perjuangan buat ganti themes neh…

Ok, seperti biasa, bagi Anda yang belum membaca posting saya tentang network marketing atau mlm Indonesia bagian 3 ini, sekali lagi, Anda harus baca bagian pertama dan kedua. Link-nya udah saya kasih di atas. Ntar Anda salah paham, saya yang nyaho… 🙂

Nah, di posting sebelumnya saya jelaskan, banyak manfaat yang saya dapatkan saat saya ikut multilevel marketing. Tapi kita harus obyektif dalam menilai suatu hal. Walaupun banyak manfaat yang saya dapatkan saat saya ikut MLM Indonesia, ada juga sisi negatifnya…

Pertama, STANDAR GANDA

Saat saya belum masuk MLM, pas masa-masa diprospek, saya diberitahu prinsip “Jangan Taruh Telur di Satu Keranjang”. Maksudnya, Anda jangan cuma mengandalkan satu jenis pendapatan saja. Telurnya pecah, nah… tamatlah pendapatan Anda. Taruh “telur” Anda di banyak keranjang. Maka dari itu, saat itu saya disarankan untuk ikut MLM. Agar suatu saat jika “keranjang saya” yang satunya pecah semua telurnya, saya masih punya keranjang berisi telur yang lain.

Dan begitu saya masuk MLM, saya secara halus tidak diperbolehkan mempunyai sumber pemasukan yang lainnya. Dengan kata lain, saya tidak diperbolehkan untuk “Menaruh Telur di Keranjang yang Lain”… Akhirnya, saya, dan kebanyakan pelaku MLM Indonesia terpengaruh dengan “paham” ini. Mereka tidak mau menjalankan bisnis yang lain, walaupun di saat mereka punya “kesempatan, kemauan dan kemampuan“.

Kedua, KACAMATA KUDA

Hampir semirip dengan poin diatas… kebanyakan pelaku MLM Indonesia tidak mau lihat “kiri kanan”. Padahal banyak sekali peluang-peluang baru yang dahsyat dan menguntungkan beterbangan. Contohnya adalah bisnis internet.

Okelah kalau di tahun-tahun pertama masih fokus. Tapi kalau sampai 12 tahun belum juga mengalami perkembangan yang signifikan, tetep aja di situ… wah, itu mah berabe. Kali aje rejekinya ngga di situ gan… makanye, cari di laen tempat (*kata orang kaskus logat jakarte).

Mengapa bisa demikian? Karena doktrin yang saya dapatkan adalah “MLM merupakan bisnis yang paling cepat suksesnya, paling mudah dijalankan, paling kecil modalnya dan paling besar keuntungannya!

Ketiga, TIDAK TAHU HAKEKAT dari BISNIS MLM
(*Mungkin kesalahan ini yang terpenting yang harus Anda tahu)

Banyak para pelaku MLM yang tidak tahu hakekat mengapa dia terjun di MLM tersebut. Seperti yang saya jelaskan di posting saya yang lalu, seharusnya pelaku MLM terjun di bisnis MLM bukan karena uangnya. Bukan juga karena produknya. Tapi karena “RANCANGAN PENDIDIKANNYA”.

Saya percaya bahwa banyak yang menghasilkan uang puluhan juta hingga ratusan juta di MLM. Saya juga percaya bahwa MLM mempunyai produk yang luar biasa bagus yang bisa Anda jual. Dan saya juga percaya bahwa MLM adalah “The Real Business” yang bisa Anda jalankan dengan sepenuh hati.

Tapi saya lebih suka jika Anda ikut MLM, hanya untuk “BERLATIH” sebelum Anda terjun di bisnis “konvensional”. Sebenarnya saya agak kurang sreg dengan kata “konvensional”. Tapi saya bingung, kata apa yang tepat yang harus saya tuliskan. Semoga Anda paham dengan kata “konvensional”, he..he..he..

Back to the topic, mengapa saya katakan hanya untuk berlatih? Apakah ini hanya opini saya atau ucapan saya yang asal “berbicara”? Tidak! Saya ambil pendapat ini merujuk dari buku Kiyosaki yang berjudul the Business School halaman 10. Silahkan Anda baca! Anda ikut MLM hanya untuk mengikuti pendidikan bisnis yang nyata.

Bisnis MLM adalah “Pendidikan Bisnis Terbaik” yang pernah ada! Bagaimana tidak? Anda akan bergelut dengan kegagalan puluhan kali di setiap harinya! Tiap hari Anda akan bertemu dengan orang yang menolak Anda, menghina Anda bahkan menjatuhkan Anda. Anda diajarkan bagaimana caranya bangkit dari kegagalan. Pondasi dasar seorang pengusaha!

Tapi setelah Anda terjun di bisnis MLM selama 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun atau 5 tahun, keluarlah! Bangun bisnis Anda yang sebenarnya!

Sayangnya, banyak dari mereka -para pelaku MLM Indonesia ini- yang tidak paham dengan masalah ini. Mereka terus terkungkung di bisnis tersebut tanpa pernah memutuskan untuk “keluar” dan mencoba menjalankan bisnis lain yang ada di dunia ini…

 Bersambung, Insya Allah…

(sumber gambar : titisumekar.blogspot.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. pak cik lukman

    May 7, 2013 at 11:58

    Menurut kyosoki, cara alat untuk berpindah dari kudran kiri ke kanan (dari karya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *