Ada Apa dengan Dunia MLM? (Bagian 4 – Habis)

By on May 9, 2013
dunia mlm

Bagi yang baru pertama datang dan membaca artikel ini, silahkan baca terlebih dahulu Ada Apa dengan Bisnis MLM? (Bagian 1), Ada Apa dengan Bisnis Multi Level Marketing? (Bagian 2) dan Ada Apa dengan MLM Indonesia? (Bagian 3). Mari kita lanjutkan bahasan dunia MLM bagian 4 – Habis…

Keempat, TIDAK MEMPUNYAI RANCANGAN PENDIDIKAN yang HEBAT

Seperti yang telah saya utarakan pada poin sebelumnya, hakekat terjun di dunia MLM adalah mempelajari rancangan pendidikannya dan mengikuti pelatihan-pelatihannya. Ternyata banyak perusahaan MLM yang tidak benar-benar mempunyai rancangan pendidikan yang hebat.

Di sini Anda harus melihat dengan cermat, karena sebagian besar perusahaan MLM selalu mengatakan bahwa mereka mempunyai rancangan pendidikan yang hebat. Namun kenyataannya tidak seperti yang mereka utarakan.

Sebagian besar dari mereka hanya memberikan daftar buku yang wajib Anda baca, kaset yang harus Anda dengarkan serta pertemuan-pertemuan yang harus Anda hadiri. Setelah itu, mereka lebih banyak melatih Anda untuk merekrut teman-teman dan keluarga Anda untuk masuk ke dunia MLM.

Dengan kata lain, mereka hanya melatih Anda untuk jadi WIRANIAGA, bukan sebagai PENGUSAHA. So, menurut hemat saya, Anda ingin dilatih untuk menjadi seorang pengusaha yang handal bukan?

Kelima, MENCUKUPKAN DIRI

Senada dengan poin kedua di artikel yang telah lalu, banyak dari para pelaku dunia MLM yang terkesan “mencukupkan diri” dengan ilmu yang mereka dapatkan. Sebenarnya ada banyak dari mereka, dalam bahasa saya, telah “naik satu level” dari posisi mereka yang sebelumnya.

Mereka sadar bahwa dengan ikut MLM, mereka sudah dididik menjadi manusia yang lebih berkualitas, paham akan proses, tahan banting, tidak takut akan resiko, sadar bahwa kegagalan adalah awal kesuksesan dan sebagainya.

Mereka juga sudah tahu bahwa membangun sebuah aset dan investasi adalah hal yang sangat penting yang harus sesegera mungkin dilakukan.

Masalahnya adalah, mereka tidak tahu bahwa dalam membangun sebuah aset, investasi dan tetek bengeknya, nggak cukup hanya dengan ilmu “dream buiding”, bersikap positif, pede, kepemimpinan, bagaimana cara meyakinkan orang lain dan ilmu-ilmu sejenis khas dunia MLM.

Mereka harus tahu bahwa ada pelajaran bisnis dan investasi tentang bagaimana cara membedakan aset dan liabilitas, membuat business plan, mempelajari pemasaran (*bedakan penjualan dengan pemasaran) hingga membaca laporan keuangan. Semua itu adalah sesuatu yang WAJIB untuk dipelajari jika Anda memang mendedikasikan hidup Anda sebagai seorang enterpreneur.

Dan terkadang, mereka tetap berkutat hanya di dunia MLM. Bagi mereka, aset dan investasi terpenting di dunia ini hanyalah MLM. Kalaupun mereka sudah berani memutuskan untuk berinvestasi di luar bisnis MLM, mereka tidak membekalinya dengan pengetahuan bisnis dan investasi yang mumpuni.

Belum lagi jika berbicara dari masalah nominal. Jika di dunia MLM gagal, resiko yang dipertaruhkan hanya maaf, beberapa ratus hingga juta rupiah saja. Sedangkan di bisnis konvensional, Anda harus menanggung belasan, puluhan bahkan hingga ratusan juta rupiah. Perlu mental di “level yang lebih tinggi” untuk bangkit kembali mengatasi trauma kegagalan.

Dan sepengetahuan saya dari teori segitiga B-I Kiyosaki yang pernah saya paparkan, kebanyakan pelaku dunia MLM hanya mempelajari sebagian kecil pendidikan bisnis sub bagian komunikasi. Padahal, masih banyak lagi hal-hal yang harus Anda pelajari di dunia bisnis dan investasi nyata.

Keenam, JUST MLM – NOTHING ELSE

Pada saat saya memutuskan untuk mundur dari dunia MLM, saya bertemu dengan beberapa teman yang masih aktif. Kami berdialog cukup panjang. Ujung-ujungnya, mereka mengatakan bahwa MLM is the best.

It’s okay… Nggak masalah. Setiap orang berhak untuk menentukan mana yang terbaik buat dirinya. Yang menjadi pertanyaan buat saya adalah alasan mengapa mereka mengatakan bahwa dunia MLM adalah yang terbaik.

Kata mereka, “Ngapain susah-susah bangun bisnis dari nol dengan resiko yang besar? Ini bisnis (MLM maksudnya) sudah terbukti. Sistem sudah jadi. Produknya sudah ada. Perusahaan sudah berdiri lama. Modal? Kecil. Tinggal jalanin aja, well… Anda terima pasif income! Ibarat lampu yang sudah diciptakan oleh Thomas Alfa Edison, Anda nggak perlu mengulangi lagi proses pembuatannya. This is the best business that I ever know!”

Sepintas kelihatannya benar apa yang mereka ucapkan. Cuman perlu diingat, kalau semua orang berpikiran seperti itu, mengapa Mark Hughes, si pendiri Herbalife, nggak join aja ke multilevel marketing Amway misalnya.

Iya kan? Daripada susah-susah bikin perusahaan? Resikonya gede lagi. No! Beliau lebih suka bikin perusahaan sendiri. Dan akhirnya, Herbalife merupakan salah satu perusahaan dengan kemajuan yang cukup pesat. Ingat! Multilevel marketing itu adalah sistem pemasarannya… Bukan perusahaannya!

Btw, Saya jadi teringat mas Eko Yulianto, teman seperjuangan di dunia MLM yang memutuskan untuk berhenti dan membangun bisnis waralaba Tela-Tela nya hingga mempunyai outlet lebih dari 1500 biji… Luarbiasa !!

Ketujuh, MASALAH SYAR’IE

Nah, ini yang terberat. Terus terang, saya adalah seorang muslim yang berusaha untuk taat, walaupun kenyataannya memang susah, he..he..he.. Dan di dunia MLM, banyak sekali syubhat-syubhat yang membuat saya ragu untuk menjalankannya lagi.

Terlalu panjang untuk saya jelaskan di sini. Silahkan Anda cari sendiri literaturnya, karena saya “kurang pantas” untuk membahasnya secara rinci. So, setelah saya berkonsultasi dengan “para ahlinya”, saya memutuskan untuk mundur. Just like that, sesimpel itu… ?

Sebagai penutup… pada intinya, saya suka dengan rancangan pendidikan yang diberikan di dunia MLM. Seperti yang pernah saya terangkan di awal, saya belajar banyak dari dunia persilatan multi level marketing.

Tetapi dengan menyukainya, bukan berarti kita tutup mata tutup telinga. Kita harus kritis, obyektif dan bijak untuk menyikapi dunia MLM. Kesimpulannya adalah, jika Anda memang berniat untuk terjun di dunia MLM, saya sangat menyarankan bagi Anda untuk memperhatikan 3 hal di bawah ini :

  1. Cari MLM yang benar-benar memberikan RANCANGAN PENDIDIKAN yang hebat, yang dapat melatih Anda menjadi seorang pengusaha yang handal, bukan wiraniaga yang handal.
  2. Belajarlah dari sana, ikuti program-programnya selama 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun atau 5 tahun. Terserah Anda. Tapi jangan jadikan uang atau produknya sebagai alasan utama Anda untuk terjun di dunia MLM. Lihat rancangan pendidikannya dan dan ikutilah program-programnya dengan baik sebelum Anda terjun di dunia bisnis konvensional.
  3. Carilah MLM yang benar-benar memenuhi kriteria syar’ie!

Jika Anda menemukan MLM yang memenuhi ketiga kriteria di atas, its’ okay. Jalankan saja. Karena di sana Anda akan mendapatkan pendidikan bisnis nyata yang paling dahsyat yang pernah ada. Jika tidak, maka tinggalkan!


Poin pertama dan kedua, kemungkinan besar Anda akan bisa mendapatkannya. Poin yang ketiga, saya ragu apakah Anda bisa memenuhinya. Sampai sekarang saya belum pernah mendapatkan di dunia MLM sebuah network marketing yang benar-benar sesuai dengan syariat Islam. So, hemat saya… leave it, karena “Religion is More Important than Business!”

Dan bagi Anda yang sudah pernah terjun di MLM, santai saja. Ambil hikmah dan pelajarannya, buang negatifnya. Hidup itu terasa belum lengkap kalau belum tercebur di dunia MLM, ha..ha..ha.. See you !

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan.So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya.Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + fifteen =