6 Cara Efektif Bagaimana Mengatasi Turunnya Omset Usaha Warnet


By on May 12, 2013
usaha-warnet

Anda tentu paham bahwa 10 tahun yang lalu, peluang usaha warnet menjadi salah satu peluang usaha yang sangat menggiurkan. Kebutuhan akses internet terus meningkat. Dan pada saat itu, warnet adalah jawaban akan kebutuhan ini.

Akibatnya, usaha warnet menjamur di seantero Indonesia, baik kota besar maupun kota kecil. Hebatnya hampir lagi, jarang ada warnet yang sepi. Semua warnet ramai. Penuh sesak berjubel!

Kemudian, apa yang terjadi 10 tahun kemudian? Apakah animonya turun? Ternyata tidak! Kebutuhan akses internet ternyata tak pernah berhenti. Malah terus berkembang, seiring dengan perkembangan teknologi. Dan situasi ini ternyata memberi efek buruk bagi dunia usaha warnet.

Seperti yang Anda tahu, saat ini akses internet bukan lagi sesuatu yang spesial. Layanan internet nirkabel sudah menjadi hal yang sangat sangat biasa. Semua orang bisa dengan mudah membeli (dengan harga murah) berbagai perangkat teknologi informasi seperti notebook, smartphone, modem, Blackberry dan gadget-gadget sejenis buat mengakses internet.

Dengan layanan internet nirkabel seperti modem dan wifi, Anda tak lagi terbatasi oleh lokasi dan waktu buat mengakses data lewat internet. Akses internet bisa Anda lakukan bahkan di atas kasur Anda sendiri.

Nah apesnya, orang tak lagi mencari warnet untuk mengakses internet. Jelas hal ini menjadi masalah sangat krusial bagi usaha warnet. Efeknya, rata-rata omset usaha warnet turun. Satu persatu usaha warnet mulai gulung tikar. Bahkan bagi mereka yang bermodal besar harus “ngap-ngapan” demi bertahan. Saya bisa katakan bahwa trend usaha warnet sudah meredup.

Namun, tak ada yang mustahil kan? Meskipun Anda harus berusaha keras, bukan berarti Anda tidak akan mampu bertahan. Anda sebagai pemilik usaha warnet hanya harus memahami kiat-kiat khusus dalam mempertahankan pasar.

Kebetulan saya sering datang ke warnet “X” di kota saya, yang sampai detik ini masih penuh sesak penggunjung dengan antrian full panjang. Setelah saya amati, ada beberapa kiat bisnis jitu yang bisa saya share di sini.

  1. Buat suasana yang kondunsif.
    Salah satu yang hal sering saya lakukan di warnet adalah berlama-lama menikmati suasana nyaman di bilik internet untuk browsing, searching dan updating. Di rumah, saya punya koneksi pribadi. Tapi terkadang, saya butuh suasana baru. Di warnet “X” tersebut, saya merasakan “privacy” yang luar biasa dengan suasana yang nyamannya yang dahsyat.
  2. Sediakan berbagai macam program-program gratis.
    Pemilik Notebook pribadi rata-rata membutuhkan berbagai program khusus seperti antivirus beserta update-nya, HJ split, IDM, RealPlayer dan sebagainya. Dengan menyediakan program-program tersebut, mereka tak perlu lagi menghabiskan jatah akses internet pribadi mereka untuk mendownloadnya.
  3. Sediakan juga berbagai hasil karya tulis dalam library.
    Anda bisa menyediakan berbagai karya tulis seperti modul, skripsi, disertasi, jurnal dan sebagainya. Banyak pengguna internet yang membutuhkan karya tulis sebagai salah satu sumber informasi mereka. Apalagi kalau status mereka adalah mahasiswa dan pelajar. Jadi mereka tidak lagi ribet buat searching alias ngubek-ngubek Google. Dan jika target pasar Anda bukan mahasiswa dan pelajar, sediakan artikel-artikel yang bermanfaat tentang kesehatan, bisnis dan sebagainya.
  4. Kerjasama dengan pihak ketiga.
    Ide ini juga bisa Anda andalkan, walapun tidak terkait langsung dengan penghasilan dari rental warnet Anda. Coba Anda menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk memasang iklan di setiap wallpaper Client PC Anda. Tentunya pada saat omset usaha warnet Anda mulai naik. Anda akan mendapatkan tambahan penghasilan yang lumayan. Cara ini dipakai warnet “X” tersebut. Mereka bekerjasama dengan pemilik website baru untuk mempromosikan situs tersebut.
  5. Sediakan kantin atau tempat bagi para pedagang keliling untuk mangkal di depan warnet.
    Keberadaan tukang mie ayam, bakso, es dawet, siomay dan sebagainya didepan warnet Anda bisa menjadi nilai tambah bagi usaha warnet. Minta mereka untuk selelau menjaga ketertiban dan kebersihan. Percaya nggak mereka bisa membuat konsumen Anda betah untuk berlama-lama nge-net dalam warnet Anda? Konsumen yang nge-net, itu paling males kalau harus keluar cari makan. Jadi kalau di tempat Anda ada orang yang jual jajanan atau kantin, mereka suka. Buktinya saya. Saya paling doyan lama-lama nge-net sambil ngemil. Kebetulan warnet “X” tersebut punya kantin sendiri yang super duper lengkap. Tinggal pesan via message PC, datang pesanan.
  6. Upgrade terus speed internet usaha warnet Anda
    Mungkin ini yang terpenting yang harus Anda perhatikan. Warnet yang cepat dalam mengakses adalah kunci utama usaha warnet. Jangan biarkan warnet Anda menjadi lemot dan terlalu banyak buffering. Selengkap apapun warnet Anda, tak banyak yang akan betah berlama-lama nge-net disana kalau speed Anda super lemot. Warnet “X” langganan saya itu speed-nya keren banget. Walaupun harga sewanya hampir 2 kali harga sewa warnet biasa, tetap aja banyak yang ngantri.

Itu tadi kiat-kiat sederhana dalam mempertahankan usaha warnet Anda yang bisa saya share dari hasil pengamatan saya. Selain itu, ada bisa membaca postingan saya mengenai kiat-kiat promosi atau strategi pemasaran. Siapa tahu bisa menjadi masukan bagi Anda Anda wahai para pemilik usaha warnet.

Oh iya hampir kelupaan. Warnet juga merupakan solusi bagi orang yang tiba-tiba membutuhkan koneksi saat mereka tidak sedang berada di rumah atau di kantor. Dan gadget mereka ternyata tidak mendukung untuk kebutuhan koneksi mereka. So, jangan berkecil hati. Teruslah berinovasi dalam menjalankan usaha warnet Anda. Semoga sukses…

(sumber gambar : bigmats86.wordpress.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *