Artikel Inspirasi Usaha Modal Kecil… Cekidot !!


By on May 18, 2013
inspirasi-usaha

Malam-malam gini paling enak kalau cari inspirasi usaha modal kecil. Benar nggak? Apa lebih enak cari makan malam ya? Makan larut malam maksudnya, bukan makan malam lagi. Habisnya udah jam 11 malam sih… Persis kebiasaan warga Jogja, cari makan larut malam…

Eh… ngomong-ngomong mau tahu apa makan malam kesukaan warga Jogja? Warga Jogja itu, baik yang asli maupun pendatang penggemar berat ikan lele. Mau bukti? Silahkan susuri kota Jogja. Anda akan temui puluhan bahkan ratusan penjual pecel lele kaki lima!

Apalagi semenjak ikan lele dinyatakan sebagai ikan yang memiliki nilai gizi yang paling lengkap dibanding ikan lain. Bayangkan! Kadar asam amino dan lemak sehat, omega 3 dan omega 6 dalam ikan lele mendekati ikan laut arus deras macam salmon dan hering.

Anda tahu berapa harga ikan salmon? Hingga 200 ribu rupiah per kilo! Kalau ikan lele? Maksimal 15 ribu rupiah perkilonya. Makanya penjualan ikan lele tidak pernah surut, malah semakin meningkat.

Tapi ternyata ikan lele yang laku di pasaran hanya ikan lele yang berukuran 15 hingga 20 cm saja. Konsumen kurang tertarik pada ikan lele yang terlalu besar. Penyebabnya karena ikan lele yang besar rasa dagingnya kurang lembut. Selain itu bentuknya “nggilani” kata orang Jogja. Membuat selera makan jadi hilang!

Berbeda dengan udang galah atau budidaya lobster air tawar. Semakin besar udang atau lobsternya, semakin “indah” dan semakin mahal harganya. Saya kok belum pernah tahu udang galah atau lobster air tawar dan laut ukuran jumbo kok jadi barang afkir…

Padahal kalau Anda tahu, membuat ikan lele tumbuh seragam susah. Udang atau lobster juga sama saja. Namanya aja mahkluk hidup. Otomatis pasti ada ikan lele yang tidak laku, afkir. Problem ini jelas jadi masalah bagi para peternak ikan lele.

Tapi bukan pengusaha kalau nggak kreatif. Situasi seperti ini justru bisa menjadi inspirasi usaha bagi segelintir orang. Ikan lele “jumbo” yang tidak laku dijual alias afkir ini kemudian diolah lagi menjadi abon lele.

Anda mau tahu daerah mana yang punya produsen inovatif seperti itu? Tegal! Jauh ya dari Jogja? Di Tegal, banyak masyarakat yang memutuskan untuk jadi petani ikan lele. Dan setiap panen, mereka selalu dipusingkan dengan banyaknya ikan lele ukuran “big size” tersebut. Maka jadilah mereka membuat abon ikan lele. Abon ikan lele tersebut mereka namai LeleQu.

Untuk menyesuaikan selera konsumen, LeleQu hadir dalam dua rasa, yakni rasa original dan rasa pedas dengan kemasan 100 gram dan 250 gram. Untuk kemasan 100 gram, harga jualnya 25 ribu rupiah. Sedangkan untuk kemasan ukuran 250 gram, harganya 60 ribu rupiah. Menurut pengakuan “orang dalam”, keuntungan bersihnya sekitar 20%.

Oh iya, satu lagi… LeleQu diproduksi secara organik, tanpa MSG dan tanpa bahan pengawet, sehingga abon ikan lele LeleQu punya pasar yang sangat baik di Jakarta. Usut punya usut, belakangan ini ternyata warga “Jakarte” lebih suka produk yang organik. Mantab dah…

Kiranya cukup sudah pembahasan saya tentang inspirasi usaha. Saya harap Anda bisa tiru dan modifikasi barang-barang afkir Anda seperti apa yang dilakukan oleh para pengelola LeleQu. Minimal dengan posting saya kali ini, Anda bisa mempunyai inspirasi usaha yang dahsyat yang bisa Anda jalankan di kemudian hari. Jangan ragu mencoba ya….

(sumber gambar : blog.student.uny.ac.id)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *