Bisnis Waralaba Cemal Cemil : Unik, Khas, Klasik!


By on May 18, 2013
Bisnis Waralaba Cemal Cemil : Unik, Khas, Klasik!

Bisnis waralaba atau lebih tepatnya sistem waralaba adalah sebuah sistem yang lazim digunakan sebagai leverage atau daya ungkit untuk mengembangangkan sebuah bisnis.

Cara ini juga sangat efektif untuk menjangkau pasar di berbagai penjuru wilayah. Nah, bicara mengenai bisnis waralaba, saya akan ajak Anda untuk mengunjungi “secara virtual” franchise Cemal Cemil, bisnis waralaba dengan inovasi yang cukup unik.

Bisnis waralaba ini mengangkat kerinduan angkatan 70 dan 80-an akan kenangan di masa kecil mereka. Cukup inovatif. Saya melihat bisnis waralaba ini ingin menyentuh sisi psikologi konsumen. Mengobati kerinduan akan masa kecil yang tidak akan kembal.

Berawal dari rasa kangen 3 ibu muda akan penganan mainan yang biasa mereka mainkan di masa kecil, Eby Kartiati, Yeni dan Satyo punya ide usaha untuk menyediakan berbagai penganan dan makanan khas masa kecil mereka.

Untuk mengawalinya, mereka patungan 60 juta rupiah kemudian mulai hunting demi mendapat jajanan dan mainan yang mereka cari. Seringnya, jajanan dan mainan yang mereka cari sudah tidak diproduksi lagi. Tapi proses ini tidak membuat mereka menyerah. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat sendiri jajanan yang sudah tidak bisa mereka temukan.

So, jangan heran jika Anda berkunjung ke gerai utama Anda akan menemukan berbagai penganan yang saya yakin tidak ada di toko manapun. Contohnya anak mas, coklat jago, coklat payung… Anda bisa temukan di toko kelontong sebelah Anda? Belum lagi mainan macam yoyo kayu, gangsing dan bekel. Pasti susah untuk Anda jumpai.

Ternyata, atensi masyarakat terhadap bisnis waralaba ini mendorong mereka untuk mengembangkan sayapnya. Kemudian munculah ide untuk mengadopsi sistem bisnis waralaba demi membantu orang-orang yang ingin membuka usaha serupa.

Perlu Anda ketahui, sistem bisnis waralaba yang diterapkan oleh Cemal Cemil adalah sistem konsinyasi. Gambaran sederhannya adalah pihak rekanan menyetor minimal 500 ribu, menyediakan tempat serta display dengan standar yang sudah ditetapkan Cemal Cemil.

Cemal Cemil juga memahami bahwa keterbatasan modal dan tempat adalah mayoritas kendala yang sering dihadapi rekanan. Jadi cemal cemil menerima kios kecil untuk mewadahi rekanan yang punya keterbatasan modal dan tempat.

Untuk barang dagangannya, Cemal Cemil akan menyediakan seluruhnya dan secara periodik akan ada penukaran barang dagangan yang tidak laku dengan barang yang baru. Sistem manajemen akan diserahkan pada rekanan, tapi standar operasi harus sesuai dengan konsep sistem bisnis waralaba milik Cemal Cemil. Untuk pembagian hasil, pihak rekanan akan mendapat bagian sebesar 20%.

Menurut Satyo, salah satu dari 3 pemilik bisnis waralaba Cemal Cemil, omset rata-rata perkios mencapai 20 jutaan per bulan. Angka yang cukup lumayan untuk usaha waralaba modal kecil. Bayangkan kalau Anda punya 3 kios, berapa keuntungan yang bisa Anda raih. Bagaimana pendapat Anda? Tertarik untuk mengambil peluang waralaba murah ini?

(sumber gambar :  auto.ghiboo.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *