4 Kunci Sukses Membangun Bisnis Kecil Agar Bisa Menjadi Besar


By on May 19, 2013

Tiap hari ada banyak bisnis kecil bermunculan. Ada yang baru lahir, ada juga yang baru saja berhenti. Dinamis. Ya, benar… dunia bisnis kecil sangat dinamis. Jangan-jangan Anda juga baru meniti jalan sebagai pengusaha bisnis kecil? Pas sekali kalau begitu. Tapi saya harap, Anda bukan termasuk bagian dari bisnis kecil yang “pergi” tadi.

Para pelaku bisnis kecil, punya penyakit yang hampir sama. Punya keinginan untuk memiliki bisnis besar, tapi setelah tertempa berbagai masalah, mulai goyah keyakinannya. Penyebab utamanya hanya satu, mental. Pengusaha bisnis besar, mereka punya mental baja. Tahan segala cobaan dan ujian, selalu optimis.

Pelaku bisnis kecil, kena satu dua masalah langsung drop. Merasa bahwa bisnis kecil ini bukan jalannya. Mulailah ia berlompatan dari satu bisnis kecil ke bisnis kecil lainnya. Terus seperti itu, mencari bisnis besar yang semu. Dia tidak tahu bahwa kunci sukses sebuah bisnis adalah kesabaran.

Bisnis besar bukannya bisnis yang kelihatan “besar”. Bukan juga bisnis dengan kantor besar, jumlah karyawan yang besar, modal besar hingga pangsa pasar yang besar. Bukan seperti itu! Bisnis besar itu bisa jadi ada saat Anda membangun bisnis kecil. Sikap Anda, perjuangan Anda, pengorbanan Anda serta kesabaran Andalah yang menentukan besar kecilnya bisnis Anda.

Dan jika Anda sudah sampai pada tahap itu, di saat itulah bisnis kecil Anda berubah menjadi bisnis besar. Tapi tahukan Anda bahwa bisnis besar itu ada walaupun Anda sedang membangun bisnis kecil? Dimana letaknya? Letaknya adalah di alam bawah sadar Anda. Saya menyebutnya dengan nama spektrum bisnis, istilah yang saya dapat dari Kiyosaki.

Setelah Anda bisa menempatkan bisnis besar Anda di bawah alam sadar Anda, baru teknis yang berbicara. Mengapa? Karena sebagus apapun teknik bisnis Anda, tanpa dibarengi dengan sikap yang benar tentang spektrum bisnis, hasilnya nol. Anda sudah paham? Baik, saya akan lanjutkan ke detail teknisnya…

  1. Jangan suntik penuh modal Anda.
    Tidak ada satupun pengusaha yang menyuntikan semua dananya pada satu jenis usahanya hingga habis. Pengusaha besar sekalipun akan menyediakan dana untuk diversifikasi sekaligus untuk cadangan modal. Anda boleh optimis dan yakin pasti akan sukses. Tapi ingat, sukses adalah proses! Dan proses ini membutuhkan biaya yang berkesinambungan. Jadi, jangan sampai ditengah proses Anda kehabisan modal!
  2. Jalankan bisnis kecil yang minimalis.
    Masih ada kaitannya dengan poin pertama, jangan karena Anda berpikir besar kemudian Anda menghamburkan semua modal Anda untuk hal-hal yang tidak penting. Jika Anda belum memiliki klien tetap yang potensial, jangan menyewa kantor yang “super duper” mahal. Apalagi ditambah dengan perabotan yang “super duper” lux. Simpan saja dulu. Saat bisnis kecil Anda mulai berkembang, baru modal Anda tersebut Anda belanjakan sesuai dengan peningkatan kebutuhan bisnis kecil Anda.
  3. Buka bisnis kecil yang benar-benar bisa Anda jalankan.
    Menjalankan usaha yang tidak benar-benar Anda pahami “situasi da kondisinya” hanya akan membuat Anda “blank” dengan masalah yang akan timbul. Carilah peluang usaha yang benar-benar Anda paham potensinya, tekniknya serta situasinya. Percayalah, ini akan memudahkan Anda!
  4. Buat sistem Anda sendiri dan susun strategi otorisasi.
    Anda tahu apa enaknya jadi pengusaha besar? Mereka tak lagi harus berpikir! Mereka bekerja hanya dengan tandatangan mereka. Di era digital ini, mereka bisa tandatangan dari Hawaii selagi bisnis mereka berjalan di Surabaya. Siapa yang menjalankan? Karyawan mereka! Jadi bangun usaha dengan prinsip bisnis seperti mereka. Letakan pengawasan sebagai poin utama tugas Anda. Biarkan karyawan Anda yang memiliki peran sebagai perancang dan pencari solusi bisnis Anda. Ini yang dinamakan sistem otorisasi. Sistem yang sama diterapkan dalam bisnis MLM, walaupun saya tidak menyarankan untuk terjun di dalamnya (baca 4 seri artikel saya tentang dunia MLM).

Kalau Anda cermati, prinsip bisnis di atas mirip dengan prinsip 4 sehat 5 sempurna. Praktekkan 4 kunci sukses membangun bisnis kecil di atas, kemudian bungkuslah dengan spektrum bisnis Anda yang besar. Sampai di sini ada pertanyaan? Jika tidak, baiklah, saya akan tutup pembahasan tentang bisnis kecil kali ini. Atau ada yang mau share? Saya tunggu…

(sumber gambar : jpmi.or.id)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan.So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya.Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

3 Comments

  1. jual receiver

    December 17, 2013 at 16:58

    Infonya sangat bermanfaat buat para pebisnis kecil yang sedang berusaha membangun bisnisnya jadi besar.

  2. Tips Motivasi

    June 26, 2015 at 22:41

    Memulai usaha itu memang di awal sangat menggebu gebu tapi setelah mulai jalan maka timbullah rasa kebingungan membawa arah tujuan usaha,,semoga dengan artikel ini bisa dapat pemahaman baru

  3. velasco

    January 12, 2017 at 22:27

    mudah sekali untuk goyah.. apalagi kalau pengusaha kecil yang bermodal pas-pasan… ketika ketimpa masalah dan kehabisan modal akan terasa sangat berat,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *