Belajar Bisnis dari Forbes : 7 Kunci Sukses Membuat Business Plan


By on May 19, 2013
belajar bisnis dari forbes 7 kunci sukses membuat business plan

Beberapa waktu lalu saya sempat membahas sebuah tema tentang pentingnya membaca majalah bisnis, baik lokal maupun internasional. Di situ saya tekankan bahwa majalah-majalah usaha tersebut bisa menjadi media untuk belajar bisnis.

Tapi ngomong-ngomong, alangkah “nggak sopannya” saya kalau menyuruh Anda membaca majalah bisnis sedangkan saya sendiri nggak baca. So, berhubung saya suruh Anda baca, saya juga harus baca. Walaupun bacanya tidak langsung, ha..ha..ha.. Ok, saya coba sharing majalah asing, ya. Namanya Forbes. Ada yang tahu? Pasti banyak! Jadi malu saya, ho..ho..ho..

Salah satu artikel Forbes yang cukup menggugah saya adalah tentang konsep membuat sebuah business plan. Sangat menarik! Walaupun saya sudah pernah menulis beberapa artikel tentang business plan, tetap saja ada banyak hal yang baru bagi saya. Baiklah, saya akan coba bagikan kepada Anda. Silahkan disimak…

Dalam membuat sebuah rencana usaha, Anda harus mampu menjawab pertanyaan “sang pembaca” (investor). Menurut Forbes, ada 7 pertanyaan yang perlu Anda “jawab”.

  1. Apa manfaat dari usaha Anda bagi pasar?
    Anda tidak perlu bercerita hingga berbuih-buih, karena pembaca Anda saya jamin akan melewatinya begitu saja. Gambarkan saja secara ringkas, praktikal dan jelas apa yang akan pasar dapat dengan keberadaan usaha Anda tersebut. Jika mampu, gambarkan kebutuhan apa yang akan terselesaikan berkat usaha Anda ini.
  2. Apa cara yang Anda miliki untuk menyelesaikan atau memenuhi kebutuhan tadi?
    Berikan gambaran secara jelas apa visi dan misi dari usaha Anda. Deskripsikan bagaimana usaha Anda dapat menjadi solusi bagi kebutuhan di pasar.
  3. Bagaimana potensi pasar yang akan Anda masuki?
    Gambaran akan potensi pasar yang akan menjadi target Anda adalah sebuah keharusan bagi rencana bisnis Anda. Ini akan menunjukan sejauh mana Anda mengenal target pasar Anda, masalah pemasaran yang harus Anda selesaikan. Ini sekaligus memberi gambaran bagi investor. Selain potensi pasar, Anda juga perlu mendeskripsikan karakter pasar, ukuran pasar dan peta persaingan yang ada.
  4. Apa yang membedakan usaha Anda dari yang lain?
    Perbedaan adalah sebuah keharusan dalam memasuki sebuah pasar, terutama dalam pasar dengan persaingan yang ketat. Perbedaan bisa berupa produk yang unik dan khas, sistem yang berbeda atau sekedar pelayanan yang istimewa.
  5. Apa strategi pemasaran Anda?
    Jika pada poin 3 Anda harus menggambarkan target pasar Anda, maka kini Anda perlu menggambarkan apa langkah strategis yang akan Anda lakukan untuk mengundang para konsumen potensial Anda. Media promosi dan teknik pemasaran apa yang akan Anda ambil dan apa alasan strategis Anda menggunakannya.
  6. Bagaimana metode keuangan yang Anda miliki?
    Ini adalah gambaran yang sangat kompleks. Tapi bukan business plan kalau tidak ada poin satu ini. Anda harus menggambarkan semua sisi keuangan usaha Anda untuk membuat investor mendapat gambaran dari rencana usaha Anda. Jelaskan struktur permodalan Anda, alokasi dana, modal usaha, break even point dan sistem investasi yang akan Anda terapkan.
  7. Apa resiko dalam usaha dan strategi pengendalian Anda?
    Gambaran akan resiko usaha harus Anda cantumkan dalam rencana usaha Anda. Lalu untuk semua resiko yang Anda prediksi, Anda perlu membuat gambaran langkah konkret apa yang akan Anda tempuh baik untuk pencegahan maupun untuk penyelesaian.

Itu tadi paparan hasil saya belajar bisnis dari majalah Forbes. Intinya adalah Anda harus bisa memasukkan “ketujuh jawaban” pertanyaan di atas ke dalam proposal bisnis Anda. Jika tidak, kemungkinan investor untuk “deal” dengan Anda kecil, walaupun investor tersebut adalah saudara atau teman dekat Anda (plus minusnya jika ternyata investor bisnis Anda adalah saudara atau teman dekat Anda, baca di sini).

Penting untuk Anda ketahui bahwa investor hanya menginginkan seberapa aman uang yang ia tanamkan ke usaha Anda. Dengan keberhasilan Anda menjawab ketujuh pertanyaan di atas, berarti Anda telah berhasil untuk “menenangkan hati investor” akan keamanan uangnya. Selanjutnya, terserah Anda…

Waktu sudah larut malam… Mata sudah terasa berat. Saya ijin untuk undur diri dulu. Pesen saya terakhir, jangan bosan ya kalau kapan-kapan saya share lagi hasil belajar bisnis saya dari majalah-majalah usaha lainnya, oke?!

(sumber gambar : gentleninja.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *