7 Tips Bagaimana Cara Berbisnis Makanan Menjelang Lebaran


By on May 21, 2013
7 tips bagaimana cara berbisnis makanan menjelang lebaran

Kayaknya dulu saya pernah membahas peluang bisnis kuliner menjelang lebaran deh. Kalau nggak salah judulnya “Mencari Uang ‘Kaget’ dari Momen Lebaran“. Bisnis-bisnis dadakan seperti ini bisa memberikan Anda keuntungan yang tidak sedikit. Padahal modalnya kecil dan cara berbisnis yang sederhana.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan bocoran tentang cara berbisnis makanan menjelang hari lebaran. Cara berbisnis ini saya dapat dari temannya teman saya (seperti biasa, he..he..he..). Bocorannya bukan modal dan keuntungan.

Tapi soal trik jitu bagaimana cara berbisnis makanan yang benar. Yang jelas, cara berbisnis dari beliau ini sudah teruji. Hanya dalam tempo 1,5 bulan, beliau sudah mengeruk keuntungan hingga 5 juta rupiah.

Bayangkan, nggak sampai 7 hari Anda sudah dapat keuntungan sebesar itu. Di Jogja, Anda harus kerja dari pagi sampai sore selama sebulan dengan level manager untuk dapat pemasukan sampai 5 juta rupiah. Jadi kalau Anda sudah bosan jadi karyawan, sebelum Anda keluar, Anda bisa mencoba bisnis ini… 🙂

Balik lagi ke topik, eniwei, bisnis kuliner beliau masih terus berjalan hingga sekarang. So, “jurus” beliau yang akan saya sharingkan kepada Anda ini masih up to date untuk Anda terapkan. Baik, nggak usah panjang lebar, ini bocorannya…

  1. Lakukan survey harga menjelang bulan ramadhan.
    Hasil survey Anda akan menjadi dasar bagi Anda untuk memprediksi kenaikan harga bahan makanan menjelang lebaran. Hasil prediksi inilah yang nantinya menjadi dasar Anda dalam menentukan anggaran dan harga jual. Jadi, jangan abaikan tahap ini ya. Kalau untuk penentuan harga, Anda bisa lakukan riset pasar.
  2. Tentukan menu pilihan yang bervariatif.
    Setidaknya Anda sediakan 3 pilihan menu, yakni m
    enu standar seperti opor sayur lontong dan sambal goreng, menu standar pilihan seperti gulai nangka, rendang dan sebagainya serta menu inovatif seperti Soto betawi atau empal gentong. Menu ini harus Anda sesuaikan dengan tradisi lebaran di tempat Anda. Tentunya menu bagi konsumen Anda yang tinggal di Jogja berbeda dengan menu jika Anda tinggal di Surabaya.
  3. Lakukan penawaran yang efektif.
    Penawaran efektif bisa Anda lakukan melalui media online, pertemuan ibu-ibu, seperti arisan atau di sekolah saat orang tua menjemput anak-anaknya. Buatlah sampel supaya calon kosumen Anda bisa mencicipi rasa dari masakan Anda. Anda bisa baca artikel saya tentang dahsyatnya teknik free sampel untuk lebih jelasnya.
  4. Sisihkan uang Anda buat membeli aset bisnis kuliner.
    Aset terpenting Anda di bisnis kuliner ini adalah kulkas dengan freezer besar. Atau jika memungkinkan, beli freezer saja. Freezer ini fungsinya sebagai tempat penyimpanan bahan makanan. Soalnya ada beberapa bahan makanan yang harus Anda beli 1 minggu sebelum lebaran. Anda kemas dengan baik kemudian simpan di kulkas atau freezer Anda. Sudah bukan rahasia lagi kalau harga bahan makanan menjelang lebaran bisa melonjak berkali-kali lipat. Pada H-7, harga belum terlalu bergerak, so Anda bisa menghemat biaya bahan baku.
  5. Masaklah 2 – 3 hari lebih awal untuk jenis makanan tertentu.
    Untuk beberapa makanan tertentu, Anda bisa memasaknya lebih awal. Contohnya sambel goreng ati kering dan yang sejenisnya. Kemaslah dengan baik dan simpan di kulkas atau freezer. Ada baiknya masakan jadi tersebut Anda kemas dengan mesin vacuum makanan.
  6. Cari tambahan tenaga kerja yang sudah berpengalaman.
    Jangan biasakan kerja sendiri. Cari tenaga kerja yang cukup lihai bekerja didapur sebagai asisten. Maksimalkan kinerja pegawai Anda. Masukkan dia ke dalam “tim masak” Anda dan siapkan sistem kerja yang efektif. Beri dia insentif yang besar saat target Anda tercapai. Jangan libatkan anak-anak dan suami hanya karena Anda pingin ngirit! Anda beresiko untuk menghancurkan usaha Anda jika ternyata suami dan anak tidak “berpengalaman” dengan tugas yang Anda berikan.
  7. Kemas dengan wadah khusus.
    Kenalan saya ini, mengemas masakannya dalam wadah makanan khusus (foodware) yang bermerek. Wadah ini memang mahal, tapi efek marketingnya sangat tinggi. Menambah nilai jual, juga memberi kesan mewah pada makanan Anda saat makanan tersebut diterima oleh konsumen Anda. Ingat, desain kemasan produk Anda adalah hal penting yang harus Anda perhatikan. Ingatlah bahwa sebelum makanan Anda dibeli, kemasanlah yang membuat orang tertarik untuk memutuskan membeli produk Anda.

Itu tadi 7 cara berbisnis yang saya dapatkan dari hasil chit-chat teman saya. Bagi Anda yang tertarik menjalankan usaha serupa, cobalah ketujuh cara berbisnis tersebut. Saya berharap Anda bisa mengikuti kesuksesan si “pemilik tips” bisnis kuliner yang menguntungkan di atas. Gud lak…

(sumber gambar : food.detik.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *