Info Usaha Dahsyat : 5 Milyar Rupiah dari Budidaya Gaharu Boo !!


By on May 23, 2013
info usaha dahsyat 5 milyar rupiah dari budidaya gaharu boo

Sepanjang saya menulis di blog ini, sudah ribuan info usaha saya bagikan pada Anda. Ribuan? Terlalu banyak ya? Ha..ha..ha… Lebay! Tapi ternyata ada satu bidang usaha yang jarang banget saya ulas, yaitu info usaha bidang agro. Padahal dulunya saya bergerak di bidang agro, budidaya udang galah plus bisnis lobster air tawar.

Jadi saya akan bahas dunia agro untuk info usaha kali ini. “Usaha agro pak dokter? Gak minat ah… Gak keren. Mending usaha cafe. Pak dokter ketinggalan jaman!”. Eh… jangan salah, bisnis agro yang saya bahas kali ini lebih dahsyat dari bisnis yang lain. Malah info usaha yang akan saya share ini hasilnya RUAAR BIASAA !! Nggak percaya? Disimak dulu aja deh…

Budidaya kayu gaharu, Anda asing dengarnya? Ya, kayu ini bukan jenis kayu biasa. Jika jenis kayu yang lain diambil batangnya, maka gaharu diambil ekstraknya untuk industri parfum.

Itulah istimewanya gaharu. Gaharu terkenal karena aroma harumnya yang semerbak. Padahal kalau Anda lihat, sekilas bentukan gaharu mirip kayu busuk. Warnanya kehitaman. Gaharu adalah kayu dari jenis pohon kayu keras Aquillaria Sp. Tapi kayu ini telah mengalami infeksi cendawan. Kayak orang aja ya gan… Eh, itu sariawan ya, ha..ha..ha..

Akibatnya batang kayu mengeluarkan semacam reaksi kekebalan tubuh berupa penghitaman daging kayu. Daging kayu hasil infeksi ini mendapat sebutan gubal gaharu.

Nah, ternyata gubal gaharu ini punya daya jual yang luar biasa. Bisa mencapai 150 juta rupiah perkilonya. Terus, permintaan dunia untuk gaharu bisa sampai 6000 ton. Data ini saya dapat dari teman saya (seperti biasa, ha..ha..ha..) yang dia ambil  berdasarkan data pasar komoditas tahun 2012.

Yang membuatnya menjadi mahal adalah teori ekonomi klasik, permintaan lebih banyak dari stok barang. Stok gaharu yang ada di pasaran hanya mampu meng-cover 1/3 dari total permintaan yang ada. Contohnya, pada tahun 2012, permintaan khusus pasar Indonesia mencapai 1800 ton. Anda tahu berapa produksi yang mampu dihasilkan? Hanya 600 ton!

“Kok bisa pak dokter?”… Ya, karena stok gaharu saat ini sebagian besar datang dari alam. Ditambah pengambilan gubal dari alam yang tidak terkontrol menyebabkan gubal gaharu alam semakin sulit didapat. Sudah gitu budidaya gaharu belum terlalu banyak dikenal. Saya aja yang nulis artikel ini juga bengong denger info usaha ini. Selain itu, isunya budidaya gaharu ini lebih rumit dari budidaya kayu lain. Jadilah stok gaharu di pasaran menjadi semakin minim.

“Kok bisa sulit pak dokter?” “Walah, tanya lagi!”. Saya kasih sedikit gambarannya. Gini, jika Anda mau budidaya gaharu, Anda perlu menanam bibit Aquillaria dan merawatnya hingga dewasa, sekitar usia 5 tahun. Setelah itu Anda harus menanamkan bibit cendawan pada batang kayu Aquillaria Sp. Caranya dengan menyayat kulit pohon secara spiral dan menyuntikan bibit cendawan pada koyakan.

Kemudian rawat pohon kembali secara khusus hingga cendawan berhasil menginfeksi batang dan membuat batang berubah warna menjadi kehitaman. Ini memakan waktu setidaknya 2 -3 tahun. Lha, rumit kan… Kalau budidaya kayu jati tinggal Anda tanam. Nggak perlu pake infeksi-infeksian…

Apalagi kalau Anda usaha puzzle dari limbah kayu jati. Anda nggak perlu rumit-rumit buat membudidayakannya. Tapi Anda jadi rumit buat cari ide usaha sama pasarnya! “Lha podo wae sami mawon pak dokter! 👿 “, hua..ha..ha..ha..

Tapi rumitnya budidaya gahara sepadan dengan hasilnya. Potensi dari info usaha ini nggak main-main gan! Asumsi atau perkiraan perhitungannya seperti ini.

SEKTOR BIAYA :

Biaya Tanam :

  • Lahan Sewa 7 tahun : Rp. 75.000.000,00
  • Bibit 200 Pohon : Rp. 5.000.000,00
  • Tenaga Kerja : Rp. 500.000,00
  • Pupuk dan Pestisida : Rp. 250.000,00
  • Total : Rp. 80.750.000,00

Biaya Pertumbuhan 5 Tahun :

  • Biaya tenaga kerja : Rp. 6.000.000,00
  • Pupuk dan pestisida : Rp. 4.500.000,00
  • Total : Rp. 10.500.000,00

Biaya Pembentukan :

  • Biaya bibit cendawan : RP, 21.000.000,00
  • Tenaga kerja : Rp. 3.000.000,00
  • Biaya perawatan : Rp. 3.000.000,00
  • Total : Rp. 26.000.000,00

Total biaya operasional investasi gaharu untuk 2000 penanaman pohon Aquillaria sebesar Rp 121.250.000,00.

POTENSI KEUNTUNGAN :

  • Gubal 300 kg x Rp. 7.000.000,00 = Rp. 2.100.000.000,00
  • Kemedangan 1.500 kg x Rp 2.000.000,00 = Rp 3.000.000.000,00
  • Abu 3.000 kg x Rp. 200.000,00 = Rp. 600.000.000,00
  • Minyak atsiri 200 Ltr x Rp 1.500.000 = Rp. 300.000.000,00
  • Total penerimaan : Rp 5.700.000.000,00

Gimana sekarang? Sudah kebuka mata hatinya? Tapi ingat, modalnya besar lho gan!  Hampir 200 juta rupiah. Jadi jangan cuman liat untungnya doang. Pelajari juga resiko dan kesulitannya. Gali sedalam-dalamnya semua info bisnis tentang usaha ini. Siapa tahu info usaha budidaya gaharu yang saya berikan ini salah. Nah lo…

Tapi setidaknya dengan info usaha budidaya gaharu di atas, Anda mendapat sebuah inspirasi usaha bahwa dengan modal tak sampai 200 juta rupiah, Anda bisa mendapatkan hasil 5 milyar, he..he..he..

(sumber gambar : blog.lazada.co.id)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

10 Comments

  1. basri abdul manan

    June 28, 2016 at 18:30

    Saya ingin bisnis gaharu, karena saya lagi kerja di Saudi dan banyak permintaan disana, jadi klo bisa berbisnis dengan yg punya gahura lebih terbuka.

  2. jambi

    September 17, 2016 at 18:03

    Ur phone???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *