Mencari Peluang Usaha Baru, Industri Serbuk Ban Bekas


By on May 27, 2013
mencari peluang usaha baru industri serbuk ban bekas

Jika Anda sedang mencari peluang usaha baru, saya punya info yang menggembirakan. Apa itu? Peluang usaha baru industri serbuk ban bekas… Aneh di telinga Anda ya? Sama, saya juga aneh dengarnya. Tapi jika Anda ternyata sudah familiar usaha jenis ini, selamat! Berarti Anda lebih luas wawasannya daripada saya.

Dan memang, mencari peluang usaha baru gampang-gampang susah. Anda benar-benar harus jeli. Contohnya ya itu tadi, usaha industri serbuk ban bekas. Saya nggak tapi siapa orang yang pertama menemukan ide bisnis ini. Tapi yang jelas, orang tersebut kreatif dan inovatif.

Balik lagi ke topik… Sepengetahuan saya, saat ini harga serbuk rubber murni sedang turun pada titik rendahnya, sekitar 7 ribu perkilonya. Darimana saya tahu info ini? Dari temen saya yang bantuin nulis artikel, wkwkwkwk…

Cukup ketawanya, saya lanjutkan. Nah, prediksi pasar masih memperkirakan harga karet akan kembali meningkat di kisaran 30 ribuan. Jika saat ini para produsen pemakai bahan baku karet bisa tenang, saya tidak tahu sampai beberapa lama mereka tetap tenang, ho..ho..ho… Tapi dengan situasi seperti ini, jika Anda mencari peluang usaha baru, maka industri serbuk ban bekas tadi bisa menjadi pilihan yang tepat.

Jadi begini, harga karet murni selalu berfluktuasi sebagaimana harga komoditas internasional lain. Pada saat-saat tinggi, pemilik usaha terpaksa mencari alternatif demi menjaga keberlangsungan usahanya. Solusinya adalah menemukan bahan alternatif karet kelas kedua yang mampu menggantikan manfaat karet murni. Inilah alasan utama munculnya usaha inovasi baru serbuk karet dari limbah ban.

Kemudian kalau kita bicara soal potensi dari peluang usaha ini, Anda perlu sedikit “melongok” ke target pasar yang Anda bidik dari bubuk karet limbah ini. Umumnya permintaan bubuk karet limbah datang dari industri sepatu, sarung tangan, karpet, alas futsal (seperti pada gambar di atas) hingga industri ban itu sendiri.

Sebagian besar bisnis yang mencari suplai serbuk karet limbah digunakan untuk mencari bahan baku dengan harga yang lebih rendah. Mereka sudah menyadari bahwa kualitas karet limbah berbeda dari bubuk karet murni. Dan berita baiknya, industri mereka tidak membutuhkan karet dengan kualitas terbaik. Mantab !!

Selain itu, kestabilan harga dari serbuk karet limbah ini menjadi alasan lain bagi banyak “pengguna karet murni” beralih memakai serbuk ban bekas ini. Jadi Anda jangan heran kalau serbuk ban ini bisa sampai ekspor ke berbagai negara. Ada seorang pengusaha yang sudah menjalankan peluang usaha ini mengaku bisa mengantongi omset hingga 500 juta perbulan. Fantastis, sangat-sangat fantastis…

Anda juga perlu tahu bahwa saat ini permintaan karet murni dunia mencapai 11 milyar ton. Suplai karet dari Indonesia saja hanya mencapai angka 2.8 milyar pada tahun 2012. Namun sebenarnya, ada penurunan permintaan dalam jumlah cukup besar dalam 2 tahun belakangan ini. Penyebabnya bukan karena menurunnya kebutuhan karet. Tapi karena munculnya alternatif pengganti karet murni di pasaran, yaitu industri serbuk ban bekas. Pas kan jika Anda sedang mencari peluang usaha baru yang menjanjikan?

Maka dari itu, saya katakan bahwa industri serbuk karet ban bekas ini punya prospek yang bagus. Saya rasa beberapa alasan yang saya paparkan tadi sudah cukup bagi Anda yang baru mencari peluang usaha baru yang menguntungkan untuk mempertimbangkan usaha ini. Kepedean saya ya, ha..ha..ha..

Eniwei, untuk memulai menjalankan peluang usaha ini, ada beberapa poin yang perlu Anda perhatikan. Khususnya bagi Anda yang menjalankannya dalam skala kecil.

  1. Siapkan mesin penghancur ban.
    Mesin inilah yang akan membuat ban bekas Anda menjadi bubuk halus karet. Anda perlu memperhatikan kapasitas mesin dan daya hancurnya. Untuk mesin penghancur ban ini, Anda bisa temukan di berbagai situs penjualan mesin.
  2. Cari dan perhatikan suplai ban bekas dengan kualitas baik.
    Beberapa pelaku usaha pembuatan serbuk karet limbah ban ini rata-rata menggunakan ban dari truk dan bis. Bisa juga dari ban bekas alat-alat berat pada lokasi pertambangan. Biasanya kualitas karet bannya lebih baik. Gimana nggak baik wong beban yang “disangga” besar. Jelas ban jenis ini akan lebih keras, lebih kuat, tidak mudah robek dan otomatis Anda bisa menghasilkan bubuk yang lebih baik dari ban jenis ini.
  3. Pilih lokasi yang tepat.
    Usaha ini berpotensi menimbulkan polusi suara dan polusi udara. Jadi sebaiknya usahakan lokasi usaha Anda terletak di kawasan yang jauh dari penduduk. Anda juga perlu ruangan gudang yang cukup besar untuk menyimpan stok ban yang datang dari suplier.
  4. Temukan pembeli yang mau menampung produk Anda.
    Tidak sulit mencari pembeli untuk bubuk karet limbah. Pasar bisnis ini cukup besar. Seperti yang telah saya jelaskan, ada beberapa usaha yang butuh produk ini. Industri sepatu, sarung tangan, karpet, alas futsal hingga industri ban perlu serbuk ban bekas. Yang perlu Anda lakukan adalah me-list usaha-usaha tersebut kemudian mengerahkan tim penjualan Anda untuk memberikan penawaran yang optimal.

Sebagai informasi tambahan, harga ban bekas kualitas no. 1 mencapai angka 100 ribu hingga 4 juta rupiah, tergantung ukuran dan kondisi ban. Dari proses penghancuran, Anda bisa memperoleh bubuk karet limbah dengan harga 4 ribu rupiah untuk bubuk dengan kadar kehalusan 40 mesh dan 5 ribu untuk kehalusan 80 mesh.

Sedangkan pada kualitas rendah, serbuk karet ban bekas Anda “hanya” dihargai sekitar 2 ribu per kilo. Bayangkan jika Anda mampu berproduksi hingga setidaknya 1 ton per bulannya. Bisa Anda bayangkan kan berapa keuntungan yang bisa Anda dapat? Anda bisa sukses finansial dari usaha ini!

Bagaimana sekarang? Penantian Anda dalam mencari peluang usaha baru sudah berakhir? Atau Anda masih tetap ingin mencari peluang usaha baru yang menguntungkan lainnya? Kalau ya dan akhirnya Anda mendapatkannya, kabari saya dong, ha..ha..ha..

(sumber gambar : indahgraphia.blogspot.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

18 Comments

  1. Mira

    March 11, 2016 at 10:51

    Adminnya lucu….. Salam sukses ya

  2. fatwa

    June 18, 2016 at 08:18

    serbuk ban kami melimpah tapi susah jualnya, jika ada info link pembeli untuk lokal atau ekspor kami sangat berterimakasih.

    • nate

      October 15, 2016 at 12:11

      serbuk ban mesh brp yg bp punya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *