4 Tips Bagaimana Cara Mempekerjakan Karyawan yang Kerja di Rumah


By on June 4, 2013
4 Tips Bagaimana Kerja di Rumah dengan Banyak Karyawan

Enaknya sekarang bahas topik apa ya? Emm… Kayaknya tema yang paling cocok sekarang adalah tips bagaimana mempekerjakan karyawan yang kerja di rumah. Tapi sebelum saya mulai, ada baiknya Anda membaca artikel tentang karyawan virtual ala James De Julio. Ntar bisa Anda “combine” dengan artikel kerja di rumah kali ini.

Siap…? Sip…!! Nah gini, tadi pagi saya buka “inbox” dari teman. Katanya ia baru saja baca web bisnis milik kenalannya. Namanya mbak Iffah, wanita muda usia 30-an yang memilih untuk jadi mompreneur, merintis usaha batik tulis sejak 2001. Katanya lagi, mulai tahun 2004, mbak Iffah sudah bisa ekspor batik tulisnya hingga ke luar negeri. Wow…!!

Dan kebetulan, perusahaan mbak Iffah ini pernah dijadikan bahan skripsi teman saya tadi. Jadi dia tahu awal mula perkembangan bisnis mbak Iffah. Dan katanya lagi (untuk yang ketiga kali, ha..ha..ha..) awalnya, usaha batik tulis mbak Iffah cuman dari bisnis rumahan.

Nah, teman saya ini teringat dengan beberapa kiat jitu yang mbak Iffah jalankan saat teman saya tadi masih magang disana. Ketika itu, beliau (mbak Iffah) dapat pesanan 200 biji untuk kimono motif batik tulis. Ordernya dari Jepang, Dai nippong… Dengan kapasitas produksi dan sumber daya manusia yang waktu itu masih terbatas, jelas target sebesar itu sulit untuk terpenuhi.

Tapi mbak Iffah nggak habis akal. Beliau membuka lowongan kerja di rumah dan merekrut banyak ibu-ibu rumah tangga di sekitar workshop-nya. Setelah itu ibu-ibu muda eh salah… ibu-ibu rumah tangga tersebut ia latih untuk membatik selama 3 bulan. Yang sangat menarik adalah, ibu-ibu rumah tangga tadi dipersilahkan mengerjakan pembatikannya di rumah masing-masing.

Kalau sudah selesai baru disetorkan ke mbak Iffah. Ide bisnisnya brilian juga ya. Tapi tahukan Anda alasan yang sebenarnya? Mbak Iffah menerapkan cara ini karena ruangan workshop untuk produksinya tidak memungkinkan lagi untuk menampung para pekerja barunya.

Tapi karena ia sudah terlanjur menerima pesanan besar dari si Jepang tadi, terpaksa deh, ia nekat melakukan. Sayang kan kalau harus dilepas? Tapi tak disangka-sangka, idenya tadi berjalan dengan sempurna. Buktinya, target pengiriman ke Jepang bisa tepat waktu dan kualitas produknya tetap “maut”.

Nah, ide brilian dari mbak Iffah ini bisa saja Anda adopsi untuk bisnis Anda. Ketika daya tampung pabrik atau workshop Anda sudah tak layak, cara ini bisa menjadi solusi yang oke punya. Ide serupa juga pernah saya temukan pada sebuah perusahaan pakaian muslimah di Jogja dan ekportir topi anyaman pandan di Bandung. Perusahaan yang terakhir saya sebutkan ini bahkan merekrut pekerja dari luar kora Bandung.

Tapi menjalankan ide ini bukannya tanpa resiko. Anda harus tetap berhati-hati. Resiko kualitas produk yang menurun atau pekerja yang mangkir dari tugasnya bisa muncul dan menghantui Anda kalau Anda tidak menerapkan sistem yang tepat. Untuk itulah saya menulis artikel ini, yaitu memberi tahu Anda tentang apa saja tips-tips yang digunakan mbak Iffah agar tercipta sistem bisnis yang tepat.

  1. Wajib ikut pelatihan.
    Wajib hukumnya bagi para karyawan yang kerja di rumah untuk Anda training agar kinerja pegawai Anda bisa optimal. Tapi lebih penting lagi adalah cari yang berpengalaman. Jadi jika terpaksa Anda memperkerjakan orang yang belum berpengalaman, berikan pekerjaan dengan skala yang ringan dulu. Hal ini juga berlaku saat pesanan Anda membludak. Bukan berarti dengan melimpahnya order, Anda bisa asal membagi tugas sembarangan.
  2. Quality control.
    Adalah posisi yang paling penting dalam usaha macam ini. Dengan menggunakan sistem kerja di rumah ini, Anda jelas tidak bisa terus menerus mengawasi proses poduksinya. Anda hanya bisa mengawasi hasilnya. Jadi awasi betul hasil produksinya demi menjaga kualitas produk Anda.
  3. Rekrut pegawai terdekat.
    Usahakan rekrut tenaga yang posisinya tidak jauh dari lokasi usaha Anda, demi menjaga “keamanan dan kejelasan” produk Anda. Anda bisa saja merekrut karyawan yang lebih jauh, tapi konsekuensinya Anda harus merekruit tenaga khusus yang tugasnya mengantar pekerjaan, mengambil pekerjaan dan memberikan upah atau bayaran ke pekerja Anda. Karyawan ini bukan karyawan penjualan lho. Bahasa gampangnya adalah “Petugas ngopyak-opyak”, yang tugasnya adalah membuat karyawan Anda yang kerja di rumah bisa memproduksi produk Anda sesuai target.
  4. Jaga hubungan harmonis.
    Segala sesuatu yang long distance seperti ini perlu penanganan yang khusus agar hubungan Anda dengan mereka tetap harmonis. Maksudnya, Anda perlu menyediakan reward khusus bagi pekerja Anda yang bisa bekerja sesuai target dan konsisten. Ini penting… Tujuannya adalah agar produksi Anda tidak macet.

Jadi terinspirasi untuk ikutan buka usaha yang pekerjanya bisa kerja di rumah kan? He..he..he.. DokterBisnis gitu loh (*narsis neh). Tapi kalau emang Anda berminat pakai sistem karyawan kerja di rumah, kenapa tidak? Anda tidak perlu lagi ruangan produksi yang luas. Biaya investasi Anda bisa Anda pangkas.. kas markongkas. Jumlahnya cukup signifikan lho, bisa sampai 70% (ngawur koyone itungan iki). Lumayan kan…

(sumber gambar : tipseputarumah.blogspot.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *