Simak Usaha yang Menguntungkan dari Budidaya Ikan Arwana Ini !!

By on June 4, 2013

Ide usaha yang menguntungkan bisa muncul dari apa saja. Contohnya dari usaha “klasik” agrobisnis. Ada usaha perkebunan gaharu, usaha jamur tiram sampai usaha perikanan. Usaha terakhir yang saya sebutkan ini yang akan saya bahas sekarang.

Sebenarnya, sudah beberapa kali saya direkomendasi untuk mengulas tentang potensi bisnis perikanan sebagai usaha yang menguntungkan. Lha wong saya sendiri pernah njalanin usaha perikanan. So, bahasan dokterbisnis kali ini adalah usaha dari sektor perikanan. Tapi yang saya bahas bukan usaha perikanan biasa macam lele, nila atau udang.

Saya akan membahas usaha perikanan yang bisa memberi Anda hasil yang berbeda. Penasaran? Baca terus dong artikelnya, he..he..he.. Pernah dengan ikan arwana? Pasti !! Anda juga pasti tahu kalau harga ikan Arwana cukup mahal. Hingga sekarang, ikan ini masih masuk dalam kategori ikan hias paling mahal.

Popularitasnya sudah sampai tingkat internasional. Memang untuk pasar ikan hias lokal, saat ini bukanlah puncak kejayaan ikan arwana. Karena sebuah produk selalu mengalami masa PLC. Tapi ikan hias yang satu ini tidak pernah kehabisan penggemar. Dengar-dengar, belakangan pasar ekspor ikan arwana semakin meningkat…

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari salah satu komunitas perikanan hias, permintaan yang masuk untuk ekspor ikan arwana mencapai 15 ribu ekor perbulan. Permintaan tertinggi datang dari Asia Timur seperti Cina, Taiwan dan Jepang. Permintaan ikan arwana juga muncul dari Eropa dan Amerika, meski belum banyak.

Saat ini kemampuan ekspor di Indonesia hanya sebesar 5 – 8 ribu perbulan. Artinya, prospek usaha ini masih sangat banyak. Pasar ikan arwana sangat unik. Pasalnya, ikan arwana adalah jenis endemik tropis. Jadi hanya Asia dan Amerika Latin yang mampu menyediakan ikan jenis ini.

Dan di setiap kawasan, ikan Arwana memiliki khas yang berbeda. Seperti arwana merah khas Kalimantan atau arwana hitam khas Papua. Jadi buat para penggemar ikan arwana, mendapatkan ikan asli dari negara asalnya adalah sebuah keharusan.

Setelah saya cerita panjang lebar diatas, pasti muncul sebuah pertanyaan klasik. Gimana caranya membuka usaha yang menguntungkan ini ya? Ada dua cara. Pertama dengan indukan dan yang kedua, tanpa indukan. Cara yang pertama, Anda harus menyediakan beberapa kolam dengan ukuran berbeda.

Biaya awalnya jauh lebih besar daripada cara yang kedua. Tapi keuntungannya, Anda bisa menjual bibit sekaligus hasil pembesarannya. Cara yang kedua, Anda tidak perlu membeli indukan arwana. Rincian biaya produksinya dapat Anda lihat pada tabel berikut ini :

tabel-perhitungan-bisnis-ikan-arwana

Lalu bagaimana dengan hasilnya? Gini, Anda bisa memanen bibit ikan arwana dari indukan arwana sepanjang musim penghujan, antara Bulan Ooktober hingga Mei. Indukan arwana dan bisa bertelur hingga 5 kali dalam satu bulan dengan jumlah telur kira-kira sebanyak 120 butir telur setiap sekali bertelur.

Dari jumlah ini, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 80 %. Harga bibit arwana usia satu bulan bisa mencapai 25 ribu per ekornya. Artinya jika Anda sukses dan beruntung, dari penjualan bibit saja Anda bisa mendulang keuntungan hingga 84 juta rupiah pertahun.

Bagaimana dengan prospek usaha pembesarannya? Seekor ikan Arwana remaja usia 4 bulan rata-rata bisa terjual dengan harga 400 – 600 ribu rupiah per ekor. Dari ukuran kolam standar pembesaran, Anda dapat membesarkan ikan Arwana sebanyak 60 ekor. Dengan tingkat keberhasilan sekitar 80 % saja, Anda sudah bisa mengantongi hasil hingga 21 juta rupiah. Angka yang fantastis kan? Nggak kalah kalau Anda bandingkan dengan investasi emas.

Jadi menurut Anda, apakah budidaya ikan arwana termasuk usaha yang menguntungkan? Sebenarnya kalau menurut saya sih tergantung. Kalau Anda berhasil panen, jelas… Anda pasti bilang kalau usaha ikan arwana adalah usaha yang menguntungkan. Kalau gagal? Ho..ho..ho.. Masih bilang usaha ini adalah investasi yang menguntungkan?

Tapi apapun pendapat Anda, kalau Anda tertarik di usaha perikanan, pelajari dulu teknik budidaya dan manajemen pakannya. Pelajari juga kondisi sumber air dan lingkungannya. Jangan seperti saya. Karena kurang cermat dalam menghitung, begitu gunung Merapi meletus… dhussss… bubar panen udang saya.

Bukan karena kena efek langsung dari letusan gunung Merapi. Itu mah nggak ada obatnya. Bukan, bukan itu… Tapi karena sumber air kolam saya langsung dari pegunungan Merapi. Begitu meletus, airnya langsung ditutup sama dinas pengairan Jogja. Ternyata hal itu memang sudah biasa terjadi. Hanya saja saya lupa menanyakan, ha..ha..ha..


Ada yang mau mengomentari tentang artikel jenis usaha yang menguntungkan di atas?

(sumber gambar : www.pelauts.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan.So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya.Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

4 Comments

  1. Heru Piss

    June 5, 2013 at 00:07

    Boleh juga ini idenya, bisa saya coba ini idenya,, thanks

    • Om Nip-Nip

      June 5, 2013 at 08:39

      woh.. pak bose tekan kene… ngeri !!

  2. slamet sudaryato

    December 28, 2013 at 11:20

    Trimakasihinfo n artikelnya saya di semaang sangat tertarik insaallah saya pelajari sebelum mencoba’ mohon share ilmu dan pengalamannya dilain waktu. Nuwun

  3. yanto

    September 15, 2015 at 19:00

    sangat bagus info cara usahanya dan buyer nya dong kasih tau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − four =