Bisnis Apa Ya? Coba Bisnis Supplier, Bisnis yang Menguntungkan !!

By on June 5, 2013

Bisnis Apa Ya? Coba Bisnis Supplier, Bisnis yang Menguntungkan !!

Bisnis Apa Ya? Coba Bisnis Supplier, Bisnis yang Menguntungkan !!

Mau bisnis apa ya? Bingung…? Kalau bingung, coba saya bantu. Anda pernah jalan-jalan di sepanjang kota Jogja? Kalau pernah, Anda pasti akan menyadari betapa pesatnya perkembangan hotel dan resto keluarga di kota ini… Bertebaran macam kacang goreng, hampir di setiap sudut kota. Bagi yang jeli, pasti bisa mengambil peluang bisnis yang menguntungkan dari fenomena ini.

“Kira-kira bisnis apa dok?” Saya ganti tanya, bisnis apa coba… Nggak tahu? Okay, saya jawab.  Bisnis supplier !! Inilah bisnis yang menguntungkan yang akan saya bicarakan. Tema bisnis supplier ini masih ada kaitannya dengan usaha ternak kalkun yang pernah saya bahas tempo lalu.

Lha  informan-nya sama… saudaranya teman saya yang jadi pengusaha bisnis supplier daging frozen. Dia sempat cerita sedikit tentang potensi bisnis supplier, side efek (lagi-lagi) dari menjamurnya bisnis restoran dan hotel.

Beliau cerita kalau dalam satu bulan, hotel-hotel bintang 3 selalu membutuhkan suplai daging hingga 20kg, pada hari-hari biasa. Kalau pada masa liburan, suplai daging yang dibutuhkan bisa mencapai 2-3 kali lipatnya. Baru dari hotel lho, belum restoran… Padahal kata dia, permintaan restoran bisa 2-5 kali lebih banyak dari permintaan hotel. Alamak jang… Mantab emang bisnis apa ya ini, ha..ha..ha..

Kemudian, jika Anda menjalani bisnis supplier ini, permintaan stok buat bahan makanan sangat luas. Nggak cuma satu jenis daging doang. Bisa sapi, ayam, bebek, kalkun sampai daging kambing. Kalau badak goreng nggak bisa… Binatang dilindungi dia.

Lalu selain daging-dagingan, Anda bisa suplai sayuran, buah, udang, lobster, macam-macam bumbu dapur, beras, tepung-tepungan, gula, telur sampai pepsodent. Kayak grosir sembako aja ya. Sekali lagi, mantab emang “bisnis apa ya” ini… xixixixi.

Khusus musim liburan, kamar hotel pasti terpakai penuh. Sampai ngantri-ngantri mereka. Momen ini jelas mendongkrak permintaan bahan makanan dan berlaku juga pada restoran-restoran. Konsumen pada musim liburan itu bisa meningkat hingga 5 kali lipat. Sampai-sampai orang yang menekuni bisnis supplier ini kerja keras cari bahan baku hingga keluar kota Jogja. Benar-benar “bisnis apa ya” yang menguntungkan, wkwkwkwk…

“Kalau bagian purchasing mereka cari sendiri di pasar gimana dok?”… Santai aja. Harga di pasar kulakan memang lebih murah. Tapi kualitas kayak es campur,  nggak standar. Sedangkan pihak hotel itu nggak mau repot untuk menyaring bahan makanan yang masuk.

Inilah tugas Anda sebagai pelaku bisnis supplier. Selama Anda bisa memastikan bahan baku yang Anda pasok selalu dalam kualitas baik yang sesuai dengan standar perhotelan, Anda tetap bisa memasok bahan baku tersebut dengan harga jual lebih mahal dari pasar kulak apalagi dari toko kelontong.

“Lalu keuntungannya berapa dok?” “Gud kuestiong…” Keuntungan Anda bisa mencapai 150%. Maut kan? Contohnya ya saudara teman saya tadi. Beliau mengawali usaha pada tahun 2011. Saat ini, dengan hanya mensuplai 4 hotel dan 3 resto dalam satu bulan, ia bisa mengantongi untung bersih hingga 60 juta.

Modal awalnya katanya cuman 75 jutaan. Ya ampun, kaget? Saya juga kaget pas nulis artikel ini. Gila, 60 juta rupiah sebulan !! Nggak salah tuh itungan dia? Tapi memang beginilah bisnis supplier. Itulah sebabnya mengapa bisnis supplier adalah sebuah bisnis yang menguntungkan.

“Terus caranya njalanin “bisnis apa ya” ini gimana dok…?” Berhubung usaha beliau adalah bisnis supplier daging, jadi yang bisa saya share gimana cara njalanin bisnis supplier ini ya yang seputar supplier daging-dagingan, ho..ho..ho..

Pertama dan yang terpenting, Anda menyediakan ruang storage berpendingin seharga 20 juta rupiah. Kemudian beli mesin pemotong daging seharga 8 juta rupiah. Lalu Anda siapkan mobil pick up dengan storage, harganya sekitar 38 juta rupiah.

Setelah “perlengkapan tempur” Anda terpenuhi, contek kiat jitu beliau di bisnis supplier berikut ini.

  1. “Watch out” stok gudang Anda.
    Awasi terus stok gudang Anda. Bukan awasi dari pencurian. Itu benar. Tapi awasi jumlah stok barang yang ada di gudang Anda. Saudaranya teman saya tadi selalu mengupayakan stok di gudang 3/4-nya adalah pesanan. Dengan begitu Anda bisa menekan biaya pembelian stok dan menghindari resiko produk tidak laku.
  2. Lakukan sistem kontrak baik dengan kosumen apalagi dengan pemasok.
    Buat perjanjian usaha yang baik. Tentukan sistem pembayaran, standar kualitas dan sistem pengirimannya detail secara tertulis. Cara ini akan menjamin kontinuitas penjualan dan ketersediaan produk Anda.
  3. Kreatif dan inovatif.
    Potongan sisa daging seperti bagian berlemak dan tulangan, bisa Anda tawarkan lagi ke warung atau pedagang kaki lima seperti tukang bakso, warung mie ayam, warung soto atau lesehan sop kaki kambing kalau Anda suplai daging kambing. Juallah dengan harga di bawah pasar, toh Anda sudah untung besar. Karena kalau Anda tidak segera singkirkan” limbah usaha tersebut, daging-daging sisa tersebut hanya akan menumpuk di storage dan memakan tempat penyimpanan Anda. Anda nggak mau jualan barang kadaluarsa kan?

Sekali lagi, mantab kan bisnis apa ya ini? Teman saya juga cerita ke saya kalau ia sudah beberapa kali menemukan jenis bisnis ini yang sukses. Dan menurutnya, kategori bisnis supplier ini memang kategori bisnis yang menguntungkan. Ada sSeorang pengusaha supplier pemasok keju dan minuman impor di Jakarta mengaku mampu mengantongi keuntungan hingga ratusan juta dalam satu hari. Menggiurkan kan?

Yang penting adalah jalankan bisnis supplier ini dengan jujur. Jangan ikut-ikutan nyoba bisnis supplier lainnya macam bisnis “skandal suap impor daging”. Apalagi Anda coba-coba cari uang cepat dengan menjalani bisnis supplier “daging-daging dewasa”. Tau kan? Walapun lebih menguntungkan, masak iya Anda mau kasih makan keluarga dengan “bisnis apa ya” model seperti itu?

(sumber gambar : ternakonline.wordpress.com)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

6 Comments

  1. lisa fadisha

    July 4, 2013 at 15:38

    Dokter..saya baru menjalankan busnis supplier daging baru masuk 2 resto,tp itupun daging sya order kl ada pesanan aja,maklum modalnya ga cukup,dan pembayarnya 1 bulan,,yg mau sya tanyakan cara mengambil untung yg benar dan bisa masuk ke harga resto yg lain,,berapa persen keuntungan yg hrs saya ambil? Misal harga daging import 250ribu..trs saya msukin berapa keresto? Tq dokter….

    • Om Nip-Nip

      July 4, 2013 at 15:50

      Kalau keuntungan sebenarnya nggak ada patokan pasti. Coba dilihat dulu berapa harga kompetitor Anda. Kemudian buat perkiraan harga dan hitung berapa BEP nya. Kalau uangnya cepat mutar, 10 – 15% cukup dengan catatan, itu adalah keuntungan bersih. Kalau tidak, ambil sampai 25%. Potong rantai distribusi sehingga margin Anda tinggi. Semoga bermanfaat…

  2. jerry

    July 12, 2013 at 22:22

    Tolong di perjelas tentang ruang storage berpendingin dan spesifikasi mesin pemotong daging, terima kasih.

    • Om Nip-Nip

      July 13, 2013 at 09:55

      silahkan hub 081328495674 an. saudara Aris.

  3. arthon

    July 18, 2013 at 03:41

    brdasar pengalaman om, untk htl n resto yg ckp bsr, ckp dg nama personal ato hrz berbdn usaha semisal cv? tq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>