8 Cara Membangun Sistem Manajemen Gudang yang Baik (Bagian 1)


By on June 6, 2013

Pagi ini saya sempatkan lihat arsip lengkap semua postingan saya. Ternyata saya jarang mengulas manajemen. Rasanya kok nggak pas ya… So, kali ini saya putuskan untuk posting tentang sistem manajemen gudang yang baik

Setahu saya, yang namanya warehouse management system atau sistem manajemen gudang yang baik itu buatnya nggak bisa sembarangan. Perlu mekanisme yang khusus. Ironisnya, sistem manajemen gudang yang baik ini sering luput dari perhatian para pelaku bisnis baru. Masalahnya sederhana. Membangun sistem manajemen gudang yang baik sering jadi “momok” bagi pelaku bisnis pemula, selain masalah keuangan.

Makanya sekarang saya akan share cara yang efektif tapi sederhana bagaimana cara membangun sistem manajemen gudang yang baik. Kalau yang masalah keuangan nyusul ya? Soalnya lebih rumit dan saya juga nggak dong, ha..ha..ha..

Ok, ini dia 8 cara efektif buat membangun sistem manajemen gudang yang baik.

  1. Persiapkan data seakurat mungkin.
    Menurut Anda, data apakah yang menjadi dasar keputusan buat menentukan persediaan? So pasti data pemasaran kan? Lha, persediaan dalam gudang itu tujuannya kan untuk nantinya Anda pasarkan dan akhirnya bisa terjual. Jadi Anda harus tahu dulu data penjualan periode lalu, bagaimana target pemasaran Anda serta forecast (ramalan) penjualan periode sekarang. Beberapa perusahaan menggunakan sistem pre-order, dan data pesanan yang masuk adalah landasan dalam menentukan angka persediaan. Untuk menentukan forecast penjualan, Anda juga perlu mengetahui seperti apa rencana pemasaran Anda. Contohnya kapan Anda melakukan rencana promo, ikut pameran atau kapan Anda akan “membombardir” pasar dengan program diskon. Anda juga sangat dianjurkan untuk selalu berkonsultasi dengan bagian pemasaran Anda ketika akan menentukan angka cadangan persediaan. Mengapa? Karena Anda perlu tahu berapa persen angka dari penjualan yang tidak terduga. Anda nggak ingin kan kalau pas penjualan Anda meledak persediaan Anda justru kurang atau malah kehabisan karena sistem manajemen gudang Anda buruk?
  2. Buat forecast persediaan.
    Nah, kalau data tersebut sudah di tangan, Anda tinggal membuat forecast persediaan saja tentang berapa jumlah persediaan yang Anda butuhkan periode ini. Ini bukan tahap yang mudah bagi Anda yang menjual produk dengan jenis yang sangat banyak dan bermacam-macam. Soalnya Anda harus menentukan jumlahnya per item. Kebayang kan kalau usaha Anda bergerak di bidang retailer? “Rempong banget dong dok kalau harus menentukan jumlahnya per item dan di-include-kan dalam membuat sistem manajemen gudang yang baik !!” Lha iya… tapi lebih rempong lagi kalau stok barang Anda “hilang” karena Anda nggak buat sistem manajemen gudang yang baik.
  3. Buat schedule persediaan.
    Selain Anda harus membuat forecast jumlah persediaan, Anda juga harus mengatur schedule persediaan. Maksudnya di sini adalah Anda harus menentukan jadwal pembelian persediaan dan jadwal persediaan barang Anda akan keluar dari gudang.
  4. Lakukan budgeting persediaan.
    Setelah Anda mengantongi forecast dan schedule persediaan, tinggal dihitung deh, sudah habis berapa
    duit. “Kok nggak di awal ngitungnya dok…?”  Loh… kalo Anda letakkan diawal, ntar nggak sesuai dengan kebutuhan bagian pemasaran dong? Tapi Anda tetap bisa buat sedikit utak-atik penyesuaian pada step ini, supaya bisa sesuai dengan budget yang ada.

Sampai di sini nggak bingung kan? Sip… pelajari aja dulu tips manajemen warehouse di atas pelan-pelan. Setelah itu, Anda musti baca lagi artikel lanjutannya tentang 8 cara membangun sistem manajemen gudang yang baik ini. Jaga selalu “management warehouse” Anda !! See you…

(sumber gambar : www.dinomarket.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan.So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya.Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

7 Comments

  1. Goes Tomo

    March 24, 2014 at 23:07

    Saya sangat menyukai artikel Anda

    • Om Nip-Nip

      March 25, 2014 at 05:33

      @Goes Tomo : maturnuwun mas, semoga bermanfaat

  2. itank

    April 24, 2014 at 18:54

    tks informasinya, numpang copas buat referensi

  3. Amelya

    June 3, 2014 at 11:29

    Boleh Copas ? saya suka dengan artikelnya

    • Om Nip-Nip

      June 3, 2014 at 14:49

      boleh… ntar dikirim ke email. Cuman tlng sertakan link aktif ya. Trims

  4. dame

    July 24, 2014 at 09:49

    mau ijin copas, Kak.. Terima kasih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *