Strategi Pemasaran yang Baik : Buat Antrian yang Panjang di Kasir Anda !!


By on June 15, 2013
Strategi Pemasaran yang Baik : Buat Antrian di Kasir Anda Panjang !!

Apa-apaan nih? Buat antrian panjang di kasir kok malah jadi strategi pemasaran yang baik? Mau menjerumuskan ya dok? He..he.. Makanya artikel tentang contoh strategi pemasaran ini dibaca sampai habis ya. Ntar Anda akan paham mengapa antrian yang panjang di kasir bisa jadi strategi pemasaran produk yang maut…

Pernah kan Anda belanja ke sebuah pusat perbelanjaan dan menemukan sebuah bakery yang seolah membiarkan antrian panjang terjadi di kasir mereka? Atau supermarket yang malah sengaja menutup beberapa kasir dan membiarkan antrian menumpuk di kasir yang tersisa? Kayaknya kok nggak profesional banget gitu loh… Kalau toko kelontong nggak pernah ya, ha..ha..ha..

Itu memang disengaja. Antrian panjang saat Anda hendak membayar belanjaan Anda di kasir itu ada maksudnya. “Halah, apa maksudnya dok? Dokter ini mengada-ada !! Masak antrian yang panjang bisa jadi strategi promosi pemasaran?” Eh, nggak percaya Anda? Gini, antrian panjang itu sangat banyak efeknya buat mengoptimalkan penjualan sekaligus sebagai strategi pemasaran yang baik.

  1. Menumbuhkan rasa ingin tahu.
    Ketika Anda melihat sebuah bakery baru di mall yang Anda kunjungi dan ternyata antriannya sangat panjang, Anda sudah pasti akan penasaran. Rasa penasaran ini akan mendorong Anda untuk datang mendekat dan melihat sambil bertanya dalam hati, ada apa sih di balik antrian panjang ini? Jadilah Anda berada di tengah-tengah antrian dengan satu atau dua potong roti yang sudah berada di genggaman Anda, ho..ho..ho…
  2. Meningkatkan pembelian impulsif.
    Lain lagi kasusnya kalau Anda berada di supermarket. Anda tentu tahu kalau di dekat kasir selalu terpajang beberapa produk-produk ringan seperti permen, coklat atau wafer. Nah, produk ini bisa jadi Anda beli tapi bukan karena Anda butuh. Tapi Anda membelinya karena iseng atau tiba-tiba kepingin. Rasa inilah yang sengaja dipancing untuk keluar oleh si pemilik supermarket. Pihak supermarket telah menggunakan strategi pemasaran yang baik dengan cara memajang produk-produk ringan tadi di depan kasir. Jadi mereka ingin Anda mengantri sambil lihat permen coklat dengan desain kemasan yang menarik, kemudian… “ah, ambil satu deh…”. Strategi pemasaran yang baik ini bergantung pada berapa lama konsumen berdiri di antrian kasir. Kalau sebentar, kemungkinan konsumen membeli juga akan lebih sedikit.
  3. Memberi kesempatan konsumen untuk lihat-lihat.
    Berbeda lagi kalau antrian panjang tersebut Anda lihat di department store. Disini, posisi kasir sengaja diletakkan di tengah-tengah pakaian dagangan. Mau tahu buat apa? Agar Anda ngantri sambil melihat-lihat semua pakaian yang mereka pajang. Akhirnya, Anda tertarik pada pakaian-pakaian yang lain kemudian membelinya. Entah saat itu juga, besok atau pas hari lebaran. Kalau Anda tidak ngantri, mana sempat Anda tengok kanan kiri seperti itu.
  4. Memberi kesan usaha Anda laku.
    Selain ketiga alasan di atas, strategi pemasaran yang baik ala “antrian panjang” tersebut akan memberikan citra yang baik bagi bisnis Anda. Logikanya, mana mungkin pembeli bersedia ngantri di toko Anda kalau produk-produk Anda tidak bagus dan mampu memuaskan kebutuhan mereka.

Gimana, mantab kan strategi pemasaran produk baru model “antrian panjang”? Anda mau terapkan? Atau Anda malah merasa diakali oleh toko-toko yang menggunakan strategi pemasaran produk yang baik ini, wkwkwkwkwkwkwk… Apapun jawaban Anda, terima kasih sudah membaca artikel strategi pemasaran saya ini. See you…

(sumber gambar : cashregister.co.id)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *