Kiat Usaha Sukses : 3 Tipe Bisnis yang Besar dari Figur Seseorang


By on June 17, 2013
Kiat Usaha Sukses : 3 Tipe Bisnis yang Besar dari Figur Seseorang

Anda mungkin pernah menemukan beberapa bisnis yang menggunakan kiat usaha sukses dengan mem-branding figur seseorang. Contohnya Hermawan Kertajaya dengan konsultan marketingnya, Ciputra dengan grup bisnisnya, Tung Desem Waringin dengan pelatihannya, Aa Gym dengan bisnis-bisnisnya atau Bang Udin dengan jasa pijat keseleonya.

Kadang kala branding figur ini tidak sengaja melekat pada sebuah produk atau jasa. Tiba-tiba masyarakat sudah mengidentikan “bisnis X” atau “produk Y” tersebut dengan figur seseorang.

Keberadaan figur pada sebuah bisnis seperti pisau bermata dua… bisa menjadi berkah sekaligus masalah. Figur akan membuat produk atau jasa Anda cepat populer dan otomatis menaikkan permintaan. Tapi figur juga bisa mengantar usaha Anda menuju gerbang kehancuran, karena aspek terpenting dari sebuah bisnis yang dibangun berdasarkan figur adalah nama baik dan pencitraan. Ketika citra yang muncul berubah menjadi negatif, maka usaha Anda makin “terjun bebas”.

Nah, bagi Anda yang ingin membangun bisnis dengan menggunakan branding figur Anda, saya akan bagikan kiat usaha sukses dari salah satu pakar marketing handal se-Asia Tenggara. Siapa lagi kalau bukan Hermawan Kertajaya !! Menurut beliau, bisnis berbasis citra itu terbagi menjadi 3 tipe. Jadi, Anda perlu tahu ke-3 tipe tersebut dan bagaimana cara menyiasati citra yang sudah terlanjur terbentuk. Tiga tipe bisnis itu adalah :

  1. Bisnis yang identik dengan citra figur.
    Si pimilik bisnis biasanya didirikan oleh seorang figur ternama atau dipromosikan oleh figur ternama. Segala tingkah laku dari si figur akan menjadi “hot issue”. Ketika si figur bermasalah atau bertindak yang merusak citra “baik”-nya, jangan kaget kalau penjualan produk atau jasa Anda ikutan kacau balau. Cara paling efektif jika entitas bisnis Anda mengalami situasi seperti ini adalah rebranding !! Gantilah figur lama dengan figur baru yang bisa mendongkrak citra “baik” bisnis Anda kembali.
  2. Bisnis yang identik dengan citra trend setter.
    Persamaan tipe bisnis ini dengan tipe bisnis yang pertama adalah munculnya figur sebagai citra. Hanya saja kalau disini, si figur adalah pemilik usaha dan sukses hingga menjadi teladan. Figur ini akan “diawasi” terus oleh masyarakat, baik tindakannya atau keputusannya. Dan semua itu sangat mempengaruhi pola konsumsi. Untuk mencegah posisi figur yang terlalu kuat, Anda harus menciptakan “corporate branding” sehingga figur perusahaan akan lebih besar di mata masyarakat ketimbang figur personal. Mengapa harus demikian? Bukankan lebih baik membiarkan figur tersebut semakin “membesar dan baik”? No !! Masalahnya adalah menjaga citra corporate atau perusahaan Anda jauh lebih mudah daripada Anda menjaga citra personal Anda.
  3. Bisnis yang identik dengan citra komunitas.
    Pada tipe ini, citra dari sebuah komunitas penyokong usaha menjadi figur yang sangat dominan. Misalkan LSM atau ormas. Ini adalah pencitraan yang jauh lebih mudah untuk Anda pelihara dan Anda jaga. Sebabnya adalah figur tersebut bersifat kumulatif dan tindakannya merupakan hasil keputusan bersama dari para anggota. Tapi yang perlu digarisbawahi, kalau anggota komunitas tersebut secara personal bertindak negatif bahkan anarki sehingga citra komunitas ikut terseret, jelas akan mempengaruhi bisnis tersebut. Ingat kasus “Klewang”? Preman geng motor yang sering bertindak kriminal? Misalkan saja si Klewang ini punya bisnis yang besar kemudian dia bertindak negatif. Menurut Anda, apakah citra komunitas motornya ikut tercemar, ataukah tidak?

Itu tadi tiga tipe bisnis berbasis citra menurut Hermawan Kertajaya. Semoga dengan memahami 3 tipe bisnis pencitraan di atas bisa menjadi kiat usaha sukses Anda sekaligus memberikan gambaran cara bagaimana menyiasati citra yang sudah terlanjur muncul dalam bisnis Anda. Sukses selalu…

(sumber gambar : www.renunganharianxxxxxxx.net)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *