Ini Dia Kisah Inspirasi Bisnis Masa Depan yang Sangat Menakjubkan


By on June 23, 2013

Kalau Anda sedang mencari kisah inspirasi bisnis masa depan, sempatkanlah untuk jalan-jalan ke kota Bogor. Di sana Anda akan menemukan gerai oleh-oleh penganan khas Bogor yang perjalanan bisnisnya mampu mengilhami Anda. Tetapi jika Anda tidak sempat, cukup dengan “jalan-jalan” ke DokterBisnis [.] net, Anda sudah bisa mendapatkan kisah inspirasi bisnis makanan tersebut… ūüôā

Inspirasi bisnis kali ini datang dari seorang wanita muda yang dengan segala semangat dan keyakinannya berhasil melewati ratusan kegagalan dan rintangan. Sekarang, usaha “oleh-oleh” nya mampu menjadi salah satu oleh-oleh khas andalan dari Bogor.

Apa yang bisa membuat wanita muda dengan nama Rizka Wahyu Romadhona ini layak untuk menjadi inspirasi bisnis bagi Anda? Silahkan Anda simak cerita inspirasi bisnis ukm ini…

Semua bermula dari usaha kuliner bakso yang dia rintis bersama dengan suaminya pada tahun 2008. Rizka membuat sendiri bakso dagangannya. Ketika itu statusnya masih pegawai di salah satu perusahaan swasta di Bogor. Tanpa rasa malu, Rizka menawarkan langsung bakso buatannya ke rekan-rekan kerja dan tetangga di sekitar rumahnya. Padahal pada saat itu, jabatan Rizka sudah cukup tinggi di kantornya.

Dari cara direct selling ini, pelan tapi pasti, bakso buatan Rizka mendapatkan banyak pelanggan. Akhirnya Rizka memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya kemudian total menjalankan bisnis baksonya. Ia memutuskan untuk menggunakan sistem kemitraan. Ia anggap sistem bisnis yang menarik adalah dengan bermitra.

Tapi bukan bisnis namanya kalau nggak pakai jatuh bangun. Mitra-mitra Rizka ternyata berbuat curang dan akhirnya kemitraan tersebut “bubar jalan”. Rizka dan usahanya dinyatakan pailit !! Rizka dan suami tetap nekad mencari ide bisnis baru.

Mereka nggak kapok. Tidak juga memutuskan untuk kembali mencari pekerjaan. Akhirnya Rizka menemukan ide bisnis kreatif, yaitu membuat oleh-oleh makanan khas bogor yang konspenya modern tapi “Bogor banget”.

Dan apa lagi sih produk yang “Bogor banget” selain asinan? Talas kan? Ya… Talas !! Jadilah Rizka membuat kue lapis Surabaya dengan menggunakan tepung dari talas. Hasil uji coba kue ini ternyata berhasil. Pada tahun 2011, dengan modal hanya 500 ribu rupiah ditambah peralatan masak sederhana milik mertua, Rizka kembali turun “kelapangan”.

I’m Back !! begitu kira-kira slogannya. Rizka dan suami kembali gencar melakukan penawaran untuk lapis talasnya. Persis¬† saat ia memulai bisnis baksonya. Mulai dari arisan ibu-ibu hingga menjadi peserta pameran ia “libas” semua. Sayangnya, mereka belum benar-benar menemukan cara yang pas buat mendongkrak penjualan.

Masalahnya kalau cuma mengandalkan penawaran melalui arisan dan pameran, untuk jenis makanan macam ini, kurang bisa menyentuh target pasar yang dibidik. Ibu-ibu arisan atau pengunjung pameran kan bukan wisatawan…. Rizka putar otak untuk menemukan cara marketing apa yang bisa membantu ia untuk bisa menjangkau target pasar yang sebenarnya.

Rizka mencoba untuk mendatangi banyak hotel, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Tak putus arang, Rizka kembali mencoba mengajukan ulang penawaran ke hotel dengan format berbeda. Jika sebelumnya Rizka berharap produk “lapis talas”-nya bisa masuk ke makanan ringan sajian hotel, kini Rizka hanya meminta disedaikan booth khusus agar produknya bisa dipajang di dalam hotel.

Ternyata idenya diterima banyak hotel. Dari sini dan untuk yang pertama kalinya Rizka memerlukan banyak karyawan. Tak butuh waktu lama, akhir 2011 Rizka berhasil membuka gerai pertamanya di Bogor.

Respon konsumen sangat positif. Kemudian terus berlanjut dengan dua gerai lain pada tahun 2012. Lapis talasnya ia branding dengan “Talas Sangkuriang”. Dua kata yang identik dengan Bogor. Benar-benar seperti film inspirasi bisnis…

Meski terkesan segalanya berjalan dengan mulus, Rizka justru menjumpai banyak persoalan manajemen. Latar belakang pendidikan bidang ilmu manajamen tidak membuat Rizka bisa dengan cepat mengatasi berbagai persoalan internal seperti kinerja karyawan, sistem operasi yang tidak efektif hingga urusan layanan konsumen.

Dan langkah penyelesainnya cukup tepat. Ia memutuskan untuk menggunakan jasa konsultan bisnis dan terus berlanjut hingga sekarang. Meskipun ia mengeluarkan biaya yang lumayan, tapi efektifitas yang dihasilkan sangat positif bagi usaha Rizka.

Cerita inspirasi bisnis 2013 ini, yaitu Rizka bersama dengan semangatnya yang pantang menyerah, sudah seharusnya bisa menyemangati bagi Anda yang sedang mencari kisah inspirasi bisnis kecil, khususnya inspirasi bisnis kuliner. Anda bisa belajar banyak dari apa yang Rizka lakukan. Selalu inovatif, semangat dan berpikir positif.

So, apapun kisah inspirasi yang Anda cari, entah inspirasi bisnis sampingan, inspirasi bisnis mahasiswa,¬†inspirasi bisnis rumahan atau hanya sekedar mencari inspirasi peluang bisnis, ambilah pelajaran di atas. Siapa tahu esok Anda-lah yang bisa menjadi kisah inspirasi bisnis bagi orang-orang, seperti Rizka dengan “Talas Sangkuriang”-nya… Eh, ngomong-ngomong, kata yang benar itu insfirasi bisnis, insfirasi usaha, atau cari inspirasi usaha ya?

(sumber gambar : www.wisatakuliner.com)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan.So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya.Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

14 Comments

  1. Aziizah

    May 19, 2016 at 15:06

    sangat menginspirasi untuk saya yang sering berhenti dijalan dalam berbisnis karna kurang PDny saya
    saya mau minta masukan,bagaiman caranya agar saya bisa PD dalam melakukan Bisnis..terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *