Kegagalan Multiply, Contoh Belajar Bisnis Untuk Pemula yang Bagus

By on June 23, 2013

kegagalan multiply, contoh belajar bisnis untuk pemula yang bagus

Kegagalan Multiply, Contoh Belajar Bisnis Untuk Pemula yang Bagus

Belajar bisnis untuk pemula – Anda punya hobi belanja online? Kalau ya, pasti Anda pernah dengar Mutlipy, portal besar dalam sejarah bisnis e-commerce di Indonesia. Nah, beberapa waktu yang lalu tanpa diduga-duga, bisnis ini ditutup. Ada apa gerangan?

Ok, mari kita lihat masalah apa yang ada di balik penutupan bisnis Multiply ini. Dengan mengetahui penyebabnya, saya harap Anda bisa mengambil pelajaran, khususnya bagi yang sedang belajar bisnis untuk pemula.

Multiply adalah perusahaan jasa yang konsentrasinya sebagai penyedia tempat penjualan online. Bahasa “gaulnya” adalah marketplace. Multiply membidik para pelaku usaha kecil atau UKM yang ingin mengembangkan bisnisnya secara online dengan biaya yang terjangkau.

Ide awalnya, Multiply melihat bahwa teknologi internet mampu membantu membuka pasar yang sangat luas bagi bisnis UKM. Sayangnya, biaya untuk masuk ke “pasar global” ini sangat besar, mengingat banyak UKM yang modalnya pas-pasan. Peluang ini dibaca oleh Peter Pezaris, sang pendiri Multiply.

Karena ide ini terbilang cemerlang, mereka sangat yakin dengan konsep bisnis yang mereka usung. Mereka mulai serius mempersiapkan segalanya, seperti sistem pembayaran, sistem pendaftaran hingga sistem pengiriman barang.

Meski Indonesia sudah familiar dengan perdagangan online, tapi kebiasaan menggunakan sistem pembayaran online masih awam bagi orang-orang yang gemar berbelanja online. Maka dari itu, Multiply menawarkan sistem pembayaran online yang lebih praktis sekaligus menjadi pelopornya.

Ternyata respon masyarakat Indonesia berbeda dari perkiraan mereka. Masyarakat Indonesia tetap masih ragu dengan sistem pembayaran online dari Multiply. Transaksi harian belum juga mampu mencapai target yang telah mereka canangkan.

Maka untuk lebih menarik minat masyarakat Indonesia, Multiply mengadakan promo dengan memberikan pengiriman gratis sebesar 25 ribu rupiah, jika terjadi pembelian sebesar 100 ribu rupiah. Strategi marketing ini terbukti efektif. Transaksi semakin banyak dan omset mereka terdongkrak.

Tapi kebijakan ini ternyata menikam ke dalam !! Transaksi besar yang terus terjadi memaksa Multiply merogoh kantung dalam-dalam untuk memberikan bonus ongkos pengiriman. Repotnya, masalah di atas di perparah dengan tidak adanya perjanjian pembagian tanggung jawab antara pengiriman dengan si penjual.

So, semua tanggungan jatuh ke pihak Multiply. Akhirnya dengan terpaksa, pada bulan Mei 2013 Multiply harus menutup operasional bisnisnya. Sudah tentu banyak pihak yang sangat terkejut dengan keputusan ini mengingat aktifitas penjualan dalam Multiply tergolong sangat tinggi. Tapi faktanya, tidak ada yang tahu seberapa berat Multiply dalam menanggung “beban finansial-nya” di tiap transaksi.

Nah, kejadian di atas tentunya bisa Anda ambil hikmahnya. Saya yakin, Multiply sudah merancang bisnis mereka dengan baik. Tapi jika perusahaan besar yang “dihuni” oleh para profesional di bidangnya saja bisa hancur berkeping-keping karena kurang hati-hati, apalagi kita yang kemampuan dan modalnya sangat terbatas.

Tapi ingat, jangan gara-gara kasus di atas Anda menjadi takut untuk memulai bisnis karena Anda terlalu berhati-hati. So, lakukan perencanaan dan perhitungan seakurat mungkin kemudian laksanakan!!

Ketidakcermatan dalam merancang bisnis memang bisa berakibat fatal. Tapi terlalu “over” hati-hati sehingga Anda tidak pernah memulai akan membuat Anda tidak akan pernah gagal, tetapi Anda juga tidak akan pernah berhasil. Sukses untuk Anda yang sedang memulai belajar bisnis di internet…

(sumber gambar : pebisnismuslim.com)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>