Mau Bangun Loyalitas Pelanggan? Jangan Lakukan Sebelum Anda Baca yang Satu Ini !!


By on June 28, 2013
Mau Bangun Loyalitas Pelanggan? Jangan Lakukan Sebelum Anda Baca yang Satu Ini !!

Apakah Anda termasuk orang yang menganut “paham marketing” bahwa loyalitas pelanggan adalah kunci sukses sebuah pemasaran? Kalau ya, sebaiknya Anda baca artikel berikut ini. Anda akan berubah pikiran !!

Menurut Anda apa sih pengertian loyalitas pelanggan? Apakah pelanggan yang loyal atau loyalitas pelanggan adalah konsumen setia yang terus melakukan repeat order? Ataukah loyalitas pelanggan adalah konsumen yang tidak terpengaruh bujuk rayu dari pesaing Anda?

Atau Anda punya definisi lainnya tentang konsep kepuasan pelanggan agar mereka loyal? Tapi yang jelas Anda pasti sangat senang ketika Anda bisa meraih loyalitas pelanggan untuk tetap setia di bisnis Anda.

Well, pelanggan yang loyal saja tidak cukup. Anda perlu pelanggan yang lebih dari sekedar loyal. Apa itu? Pelanggan yang ekstra loyal !! So, Anda harus membangun hubungan yang baik agar Anda menemukan loyalitas pelanggan tingkat lanjut. “Lho, apa bedanya dengan pelanggan loyal dok?”. Beda !! 

Gini, jika Anda ingin mempunyai usaha yang sukses, meraih “ekstra” loyalitas pelanggan sangat penting. Tidak sekedar pelanggan yang loyal saja. Pelanggan ekstra loyal adalah pelanggan yang “mampu dan bersedia untuk berbuat lebih” kepada Anda. Bukan hanya menjadi pembeli setia bagi usaha Anda. Mereka “harus” bersedia melakukan 4 hal penting di bawah ini, karena 4 hal inilah indikator loyalitas pelanggan yang ekstra.

  1. Memberikan Umpan Balik
    Loyalitas pelanggan yang ekstra terlihat dari karakternya. Jika Anda mempunyai pelanggan yang bersedia menyampaikan keluhannya kemudian Anda bisa memperbaiki produk, jasa atau layanan Anda, selamat !! Anda telah menemukan pelanggan yang ekstra loyal. Mereka tidak hanya protes belaka. Mereka memberikan umpan balik. Anda paham? Mari kita lanjutkan…
  2. Memberikan Rekomendasi
    Pelanggan yang bersedia memberikan rekomendasi kepada rekan dan koleganya untuk mencoba produk dan jasa Anda adalah pelanggan yang ekstra loyal. Mereka tidak akan segan menceritakan kepuasan yang mereka rasakan saat mereka menggunakan produk atau jasa Anda. Kesediaan mereka inilah yang disebut loyalitas pelanggan yang ekstra. Anda ingin jadi pengusaha yang sukses? Temukan pelanggan yang seperti ini.
  3. Memberikan Bantuan
    Tahukan Anda bahwa pelanggan ekstra loyal bahkan ingin dan mampu memberikan bantuan nyata kepada Anda? “Bantuan seperti apa dok…?”. Banyak !! Contohnya memberikan rekomendasi investor bisnis yang bisa membantu problem permodalan Anda, membantu konsumen lain ketika mereka kesulitan menggunakan produk Anda atau sekedar mengenalkan petugas yang bisa membantu Anda untuk mematenkan produk Anda. Tidak percaya? Saya pernah…
  4. Memiliki Toleransi
    Ini dia derajat yang paling tinggi dari loyalitas pelanggan yang ekstra. Pelanggan tipe ini bersedia mengantri ketika gerai makanan Anda sedang penuh dan bersedia mentoleransi keterlambatan layanan Anda. Meski Anda terkadang memberikan pelayanan yang kurang pas, mereka tetap kembali dan selalu berwajah riang. Pada level selanjutnya, ada beberapa pelanggan ekstra loyal ini yang tetap memberikan umpan balik dan bantuan walaupun Anda tidak bisa memberikan yang terbaik bagi mereka. Mereka tetap mempercayai figur bisnis Anda.

Nggak gampang lho menciptakan loyalitas pelanggan yang ekstra seperti kriteria di atas tadi. Tapi kalau Anda mampu membuat loyalitas pelanggan Anda hingga ke tingkatan ekstra, jangan tanya saya bagaimana imbas yang nantinya akan Anda nikmati.

(sumber gambar : bisnisukm.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *