Ini Dia 5 Kasus Manajemen Keuangan Perusahaan yang Paling Buruk


By on June 30, 2013
Ini Dia 5 Kasus Manajemen Keuangan Perusahaan yang Paling Buruk

Pernahkah Anda mengambil sebuah keputusan penting dan ternyata mengacaukan manajemen keuangan perusahaan Anda? Kalau pernah tenang, Anda nggak sendiri kok. Saya juga pernah, sering malah… Usaha sebesar Multply-pun pernah salah dalam mengambil sebuah keputusan yang akhirnya meluluhlantakkan manajemen keuangan perusahaan mereka.

Nah, untuk mengindari kehancuran manajemen keuangan perusahaan Anda, ada baiknya Anda pahami beberapa kesalahan berikuti ini. Dan beruntungnya, deretan kesalahan manajemen keuangan perusahaan ini merupakan hasil survei dari studi kasus manajemen keuangan beberapa perusahaan global dunia. Sudah siap? Ini dia…

  1. Under estimasi kebutuhan usaha.
    Ikat pinggang terhadap anggaran bukanlah sebuah langkah yang salah dalam manajemen keuangan perusahaan. Tapi kalau Anda menentukan estimasi dan asumsi pada angka yang terlalu menyesakkan bisa mengacaukan cashflow dan operasional Anda. Contoh gampangnya adalah Anda ingin mempromosikan produk Anda menggunakan strategi pameran. Karena Anda ingin “ngirit”, Anda desain booth Anda terlalu sederhana sehingga hanya sedikit pengunjung yang mau datang. Well, Anda mengeluarkan biaya sedikit saat mengikuti pameran tetapi Anda kehilangan momentum untuk meledakkan omset dengan strategi pameran. Paham kan?
  2. Over estimasi anggaran.
    Kalau kesalahan manajemen resiko keuangan yang satu ini kebalikan dari yang pertama, Anda terlalu longgar dalam menentukan angka pada anggaran Anda. Angka yang terlalu besar bisa jadi membuka peluang bagi kebocoran dana dan pemborosan.
  3. Memulai dari angka besar.
    Anda sedang memulai usaha dan bermimpi akan memiliki usaha besar nih. Lalu Anda menyewa kantor dengan harga ratusan juta, membeli stok persediaan barang dalam jumlah besar dan merekruit tenaga S2 sebagai karyawan Anda. Pantaskah Anda melakukan semua langkah besar ini sementara usaha Anda baru saja mulai? Pemborosan semacam ini hanya akan menguras modal Anda tanpa memberi hasil yang seimbang.
  4. Proses produksi yang bertele-tele.
    Banyak pengusaha yang tidak sadar bahwa ternyata bisnis mereka melalui proses produksi yang melewati banyak pintu atau rangkaian yang panjang yang memaksa untuk melibatkan banyak pekerja dan ruang. Ini pemborosan !! Dan efeknya, mereka terpaksa harus membongkar ulang pabriknya demi efisiensi manajemen keuangan perusahaan. Jadi daripada Anda harus membongkar ulang pabrik yang sudah pasti akan memakan biaya, pertimbangkanlah di awal sematang mungkin teknik produksi Anda yang paling efisien.
  5. Lupa menentukan titik akhir.
    Kadang Anda perlu memiliki sebuah sekoci ketika usaha Anda akan karam. Nah, Anda sebagai seorang pelaku bisnis harus membuat plan B ketika semuanya sudah tidak bisa lagi diselamatkan. Tujuannya jelas, agar Anda bisa menyelamatkan keuangan usaha yang tersisa. Penjelasan detailnya bisa Anda baca di sini.

So, Anda bisa belajar dari hasil survei tentang dasar manajemen keuangan perusahaan di atas. minimal Anda bisa selamat dari kesalahan yang sama soal manajemen keuangan perusahaan. Begitu saja dari saya, ada yang mau menambahkan tentang artikel manajemen keuangan ini?

(sumber gambar : lidya-novita.blogspot.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. muhtar c'manis

    September 5, 2015 at 11:47

    baik baik sekalayyy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *