Waspadai 3 Trik Kotor yang Bisa Menjatuhkan Nilai Kontrak Bisnis Anda


By on July 5, 2013
kontrak-bisnis

Nah, bagi Anda yang sudah pernah mengalami nasib seperti di atas saya ucapkan selamat. Saya yakin Anda akan belajar banyak dari kesalahan Anda. Sebagai “pelajaran pelajaran”, saya coba mengupas beberapa “trik klasik” tentang hukum kontrak bisnis yang bisa mengecoh Anda serta menurunkan posisi tawar Anda.

  1. Tembakan dalam nilai besar.
    Apa itu tembakan dalam nilai yang besar? Begini, kalau tiba-tiba penawaran Anda mendapat tanggapan positif dengan nilai yang luar biasa, Anda perlu waspada !! Jangan terkecoh dengan janji manis yang tak berujung. Tujuan mereka adalah mendorong Anda untuk “melepas” semua penawaran atau perjanjian kontrak bisnis yang masuk kepada Anda. Mereka yakin bahwa Anda yakin bahwa mereka akan menjadi calon mitra bisnis Anda. Tapi ketika deadline “sudah tiba” dan mereka belum juga memberikan sebuah kepastian, Anda dengan terpaksa akan mengejar mereka kan? Apa efeknya? Posisi Anda tersudut dan nilai tawar Anda menjadi rendah. Anda paham kan maksud saya? Lanjut ke poin berikutnya…
  2. Tekanan psikologi.
    Beberapa “pemain lama” akan menjalankan trik kotor dengan mempermainkan emosi Anda. “Caranya bagaimana dok?” Caranya dengan mengadakan “meeting dadakan” pada detik-detik terakhir. Mereka berbicara seolah-olah kontrak bisnis mereka dengan Anda terancam bubar. Dalam posisi kerjasama bisnis usaha ini, Anda pasti dalam keadaan yang  tertekan dan tanpa persiapan. Benar kan? Dan bisa ditebak, di detik terakhir tersebut Anda sudah melepas semua pilihan atau opsi-opsi yang menguntungkan Anda. Artinya apa? Artinya tidak ada pilihan lain kecuali Anda harus mengikuti permintaan mereka.
  3. Performa usaha Anda menurun.
    Sederhananya dari poin yang ketiga begini… ketika Anda mencari seorang mitra bisnis akan akan mengadakan kontrak bisnis, seharusnya posisi Anda dan mitra Anda adalah sejajar. Tapi kalau pada situasi tersebut tiba-tiba kondisi usaha Anda mendadak menurun, bukan tidak mungkin ini adalah permainan dari calon mitra atau investor lokal Anda. Disini Anda berada pada posisi yang lemah. Sudah tentu posisi tawar Anda turun. Dan percayalah, jangan Anda kira kalau hal ini mustahil terjadi pada kerjasama usaha dagang Anda. Terutama jika kontrak bisnis Anda nilainya cukup besar. Di dunia bisnis, hal kotor semacam ini sudah bisa terjadi, bahkan dengan cara yang tanpa Anda duga !!

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana menghadapai permainan kotor dari calon mitra kontrak bisnis Anda? Simple, jangan mudah terkecoh !! Ketika calon mitra bisnis sudah Anda dapatkan, beri waktu 30 hari untuk kepastian. Bila perlu mintakan uang jaminan. Setidaknya ini bisa memberi ikatan yang lebih jelas pada kontrak bisnis Anda.

Dan jika Anda dihadapkan pada situasi untuk menghadiri sebuah meeting dadakan, sebaiknya Anda sudah menyiapkan plan B sedari awal kalau-kalau pada detik-detik terakhir kontrak bisnis Anda batal. Well, tidak ada salahnya Anda tetap menahan satu atau dua calon mitra bisnis lainnya sebagai cadangan.

Yang terakhir “always keep your eyes”… !! Bisnis Anda bisa saja sedang dalam “target” oleh investor yang jahat selama Anda sedang dan akan membuka penawaran ke beberapa pihak. So, berhatilah-hatilah dalam melaksanakan agenda kontrak bisnis Anda.

Gali selalu informasi mitra bisnis Anda dan terapkan prinsip yang satu ini, percayai infonya, tapi buktikan kebenarannya. Ada tanggapan tentang artikel kontrak bisnis ini?

(sumber gambar : jpmi.or.id)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *