Usaha Kuliner Modal Kecil : Bisnis Ayam Bakar Kaki Lima


By on July 7, 2013

Lagi cari usaha kuliner modal kecil? Kalau iya, saya beri ide sederhana tapi berpeluang besar untuk memperoleh untung besar. Hebatnya, usaha kuliner modal kecil yang satu ini hanya perlu waktu 2 bulan untuk bisa balik modal. “Usaha apa ini dok?” Penasaran ya? Okay… usaha kuliner modal kecil nya adalah bisnis ayam bakar kaki lima.

Datanya insya Allah valid. Asisten online saya berhasil melakukan wawancara dengan seorang pelaku bisnis ayam bakar kaki lima di kota Gombong, Kebumen, Jawa tengah. Pemilik bisnis ayam bakar kaki lima ini namanya mbak Vera. Seorang ibu muda dengan dua orang anak.

Mbak Vera membuka bisnis ayam bakar ini karena dilataribelakangi oleh tuntutan ekonomi. Kedua anaknya yang sudah beranjak besar semakin membutuhkan biaya yang besar, terutama untuk pendidikan. Padahal saat itu sang suami hanya mampu menghasilkan tidak lebih dari 700 ribu rupiah tiap bulannya.

Keadaan itulah yang membuat Mbak Vera harus mencari penghasilan tambahan untuk keluarganya. Dengan latar belakang pendidikan yang tidak tinggi ditambah dengan lapangan pekerjaan yang semakin sulit dicari, ia membuka bisnis ayam bakar kaki lima. Ia merasa bahwa satu-satunya keahlian yang bisa dia banggakan hanyalah memasak.

Dan sebagai ibu rumah tangga, ia merasa percaya diri dengan masakannya. Selama ini para tetangga dan kerabatnya mengakui kalau rasa masakan Mbak Vera sangat pas di lidah. So, inilah jalan keluar untuk menyelesaikan problem keuangannya… membuka bisnis kaki lima.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Kebetulan Mbak Vera punya kenalan seorang pedagang nasi goreng yang berencana untuk menutup usahanya. Si pedagang nasi goreng ini meminta tolong untuk dicarikan orang yang mau membeli gerobak bekasnya. Tanpa pikir dua kali, mbak Vera langsung membeli gerobak tersebut.

Ia segera memutuskan untuk membuka usaha kaki lima kuliner, bisnis ayam bakar. Ia berpikir bahwa usaha kuliner modal kecil ini bisa segera ia jalankan. Kedainya sangat sederhana, hanya berupa sebuah tenda kecil dengan gerobak dan tungku. Terilaht seperti bisnis kuliner rumahan.

Mbak Vera memang tidak menyediakan tempat untuk makan di warungnya. Dia hanya melayani penjualan untuk dibawa pulang karena keterbatasan modal. Pada awalnya, bisnis ayam bakarnya sepi pembeli. Tapi Mbak Vera tak kehabisan akal. Dia gencar melakukan promosi ke sesama wali murid, promosi ke para tetangga hingga promosi ke hampir semua orang yang sedang berbelanja di pasar.

Berkat keteguhannya, dalam waktu 3 saja usaha kuliner modal kecil miliknya sudah menunjukan hasil yang luar biasa. Dalam satu hari, usaha kuliner modal kecil ini menghabiskan ayam hingga 8 kilo. Keuntungan per bulannya rata-rata lebih dari 3 juta rupiah. Padahal modal awalnya hanya sekitar 2 juta rupiah, sudah termasuk modal kerja harian. Mirip dengan penghasilan yang didapat dari usaha angkringan.

Untuk modal dan operasional hariannya, Anda bisa lihat perhitungannya sebagai berikut :

Modal Awal

  • Sewa Tempat : Rp. 300.000,00
  • Beli Gerobak Bekas : Rp. 800.000,00
  • Peralatan Kuliner : Rp. 350.000,00
  • Total : Rp. 1.450.000,00

Modal Kerja Harian

  • Ayam 8 kilo : Rp. 240.000,00
  • Bumbu : Rp. 80.000,00
  • Beras : Rp. 60.000,00
  • Bahan sambal : Rp. 75.000,00
  • Lalapan : Rp. 45.000,00
  • Kertas pembungkus : Rp. 20.000,00
  • Listrik : Rp. 5.000,00
  • Total : Rp. 525.000,00

Omset dan Profit

  • Omset per hari : Rp. 672.000,00
  • Profit harian : Rp. 147.000,00
  • Profit bulanan : Rp. 4.410.000,00

Bagaimana, termasuk bisnis kuliner yang menguntungkan kan? Menurut Anda, bagaimana dengan ulasan sederhana tentang bisnis kuliner yang menjanjikan di atas? Pelajaran apa yang bisa Anda ambil dari dari usaha ayam bakar milik mbak Vera? Kemauan yang keras, kegigihan dan keuletan. Benar demikian? Ya… Bisnis tidak melihat latar belakang pendidikan. Modal utama adalah keyakinan dan kerja keras.

So, jangan Anda lihat cara bisnis kuliner mbak Vera sekarang. Tapi Anda lihat dari apa yang ia lakukan. Bayangkan jika spektrum bisnis mbak Vera besar sehingga akhirnya ia memutuskan untuk membuka cabang usaha atau me-waralaba-kan bisnis ayam bakar miliknya. Who knows…

Well, Anda berminat mengikuti jejak mbak Vera untuk membuka usaha kuliner modal kecil ini?

(sumber gambar : rizna-pelangidiujungsenja.blogspot.com)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan.So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya.Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

2 Comments

  1. madam atmo

    January 25, 2014 at 19:15

    jd pengen coba usaha ini

  2. kim

    February 5, 2016 at 08:12

    saya jg lg cari usaha apa yg cocok.
    kayanya ini cocok, krn grobak saya nganggur stlh gagal dagang pisang gencet.
    tp saya kendala bumbu nya ni, krn blm prng bkin ayam bakar.
    admin bisa bantu tdk ya untuk kasih resep bumbu nya ?
    trimakasih.
    kimapriadhi1@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *