Cari Ide Bisnis Sampingan Ibu Rumah Tangga yang Unik? Baca yang Satu Ini !!


By on July 11, 2013
Cari Ide Bisnis Sampingan Ibu Rumah Tangga yang Unik? Baca yang Satu Ini !!

Apakah Anda termasuk orang yang beranggapan bahwa bisnis sampingan ibu rumah tangga hanya bisa dijadikan sebagai sekedar sumber penghasilan tambahan? Ya atau tidak? Ya atau tidak jawaban Anda, ada baiknya Anda membaca info bisnis sampingan ibu rumah tangga yang satu ini.

Kisah bisnis sampingan ibu rumah tangga ini “asli” pengalaman pribadi dari ibu muda asal Semarang bernama Astari. Beliau mengawali bisnis sampingan karyawan tersebut pada tahun 2008. Ketika itu statusnya masih seorang karyawati sebuah bank. Dengan lokasi kantor yang berada tepat di tengah kota membuat beliau kesulitan mendapatkan makanan sehat dengan harga terjangkau.

Padahal saat itu beliau sedang menjalani diet untuk menurunkan berat badannya. Karena keinginannya yang kuat untuk bisa menurunkan berat badan, ibu Astari mencoba mencari informasi menu diet sehat dari internet. Sebelum menjalankan ide bisnis sampingan ini, awalnya ia hanya coba-coba resep atau menu diet dari internet ini dengan membuat sendiri bekal untuk makan siangnya setiap hari.

Ternyata hasilnya cukup memuaskan. Berat badannya turun dalam waktu yang cukup singkat. Tentu saja perubahan ini menarik minat banyak rekan kerjanya. Dan di zaman sekarang yang semuanya serba instan, masalah obesitas sudah jadi masalah mayoritas orang. Jadi kalau ada sebuah konsep diet yang efektif, pasti banyak orang yang pengen tahu.

Tingginya minat rekan kerjanya akan konsep diet “buatan” ibu Astari akhirnya membuka pikiran beliau. Dengan sedikit nekad, beliau menawarkan kepada rekan kerjanya “paket bekal menu diet” buatannya. Bak gayung bersambut, mereka langsung berbondong-bondong memesan paket bekal menu diet buatan ibu Astari.

Dan dalam sekejap, untuk satu harinya ibu Astari harus membuat 35 kotak ransum menu diet. Karena kerepotan, beliau akhirnya merekrut tenaga kerja masak untuk membantu membuatkan paket bekal menu diet tersebut. Pada awalnya memang sedikit melelahkan. Beliau harus berangkat ke kantor pukul 8 pagi. Jadi sebelum itu, beliau harus sudah bisa memastikan bahwa masakan dietnya harus sudah matang.

Jadilah dapur ibu Astari sudah “beroperasi” sejak pukul 4 pagi. Di sisi yang lain, karena masakan yang disediakan adalah bekal yang akan dimakan di siang hari tetapi harus dimasak di pagi hari, ibu Astari harus membuat masakan tersebut tetap segar dan lezat. Walhasil dia harus berkutat agar dua masalah tersebut selesai.

Hanya dalam tempo satu tahun saja, usaha bisnis sampingan ibu rumah tangga miliknya meroket. Kosumen pertamanya yakni rekan kerjanya telah berubah menjadi “mesin promosi” ke kantor “tetangga sebelah”. Sehingga pesanan yang tadinya hanya berasal dari kantor beliau kini juga datang dari kantor yang lain.

Akhirnya ibu Astari memilih untuk resign, fokus untuk lebih serius menjalankan bisnis sampingan dengan modal kecil tersebut. Dan ternyata inilah tahap dimana beliau merubah peluang bisnis sampingan tadi menjadi bisnis utama. Tapi keputusannya tidak berjalan dengan mulus.

Ternyata dengan hanya melayani pesanan yang masuk, hasil yang beliau peroleh tidak mampu menyamai penghasilannya ketika menjadi karyawan. Hal tersebut memaksa Ibu Astari memaksimalkan penawarannya dengan berbagai promo dan inovasi.

Setelah berjalan sekian tahun, barulah ide bisnis sampingan ibu Astari menunjukan hasil yang lebih maksimal. Saking maksimalnya hasil yang ia dapat, sang suami jadi ikut mundur dari pekerjaannya demi membantu mengelola manajemen bisnis istrinya. Hal ini dilakukan agar ibu Astari bisa lebih fokus di bidang produksi dan inovasi.

Sekarang, usaha kerasnya telah membuahkan hasil. Dalam satu bulan ibu Astari mampu membuat ransum hingga 450 buah. Bahkan kini usaha catering ransum diet miliknya tidak hanya melayani permintaan diet untuk menurunkan berat badan. Tetapi juga menu diet gula, diet kolesterol hingga menu ransum anak sekolah. Omsetnya per bulannya mencapai 30 juta rupiah. Lumayan kan?

Pada sebuah kesempatan, ibu Astari menyempatkan diri untuk berbagi kiat jitu dalam menjalankan usaha cateringnya sehingga bisa “menyebrang” dari peluang bisnis sampingan di rumah menjadi bisnis utama yang menguntungkan.

  1. Maksimalkan Layanan
    Karena usaha ini adalah catering ransum diet, maka pastikan menu yang Anda buat adalah menu yang memang efektif untuk diet. Selalu cari tahu menu diet apa yang bisa menjadi pilihan banyak orang. Dan bisnis ini bukannya bisnis sampingan tanpa modal. Ibu Astari rela mengeluarkan uang untuk berkonsultasi dengan ahli gizi demi mendapat informasi yang tepat seputar diet.
  2. Maksimalkan Inovasi
    Beliau melihat kebutuhan menu diet juga tumbuh dari kalangan penderita diabetes dan penyakit kolesterol. Maka beliau memutuskan untuk memperlebar target pasarnya agar bisa menjangkau pasar tersebut. Beliau juga melakukan riset khusus demi mendapatkan varian menu yang sesuai dengan standar kalori.
  3. Maksimalkan Kepekaan
    Tinggal dalam perumahan membuat ibu Astari mendapat pertanyaan seputar ransum anak dari tetangganya. Pada tahun 2011 beliau membuka layanan ini demi memenuhi permintaan yang terus datang. So dengan kepekaan dan insting beliau, usaha catering miliknya lambat laun semakin melebarkan sayapnya.
  4. Maksimalkan Kualitas
    Beliau selalu memastikan menggunakan bahan baku yang segar. Bahkan beliau membuat sendiri berbagai makanan seperti nugget dan sosis. Beliau juga membatasi pesanan sesuai dengan kapasitas produksinya supaya tidak keteteran hingga mengorbankan kualitas produk.

Itulah perjalanan panjang ibu Astari dari yang tadinya hanya menjalankan bisnis sampingan ibu rumah tangga hingga menjadi seorang pengusaha katering profesional. Pelajaran yang bisa diambil adalah Anda tidak perlu menjadi ahli gizi atau mempunyai latar belakang koki untuk sukses di usaha catering rumahan ini. Tirulah ibu Astari. Beliau hanya punya satu senjata yang lebih ampuh, yakni kemauan dan semangat.

(sumber gambar : darkbatman.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *