Don't Miss

Bisnis Sampingan Modal Kecil : Jual Popok Kain Modern

By on July 19, 2013

bisnis sampingan modal kecil : jual popok kain modern

Bisnis Sampingan Modal Kecil : Jual Popok Kain Modern

Mau tahu informasi bisnis sampingan modal kecil yang menguntungkan? Coba Anda jual popok kain modern. Peluang bisnis modal kecil yang satu ini bisa tembus hingga ke pasar Internasional. Dan beruntungnya, produsen popok kain modern asal Indonesia lebih maju dari negara-negara tetangga.

So Anda jangan heran kalau penjualan popok kain modern ini bisa “nyebrang” sampai Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand hingga Timur Tengah. Beneran sampai bisnis sampingan modal kecil yang “cuman” jual popok kain modern ini bisa sampai ke Timur Tengah. Iya lah… Jangan popok kain modern. Catering akikah “Al-Madinah” saja bisa diorder dari Timur Tengah. Apalagi cuman popok kain modern.

Popok kain modern atau lebih dikenal dengan nama cloth diapers adalah pengembangan produk dari popok sekali pakai. Orang Indonesia kenalnya pampers. Fungsinya sama, hanya cloth diaper ini bisa dipakai ulang. Jadi “penampakannya” secara fisik adalah sebuah popok tebal dengan bahan yang mampu menyerap air dan tahan bocor, bisa Anda cuci dan dipakaikan lagi ke anak Anda.

Sudah kebayang kan? Kalau di negara Eropa, produk semacam ini banyak dicari. Apalagi yang punya diferensiasi yang kuat. Ada dua alasan kenapa produk ini cepat mendapat tempat di pasaran di negara Eropa. Pertama, beberapa ahli berpendapat bahwa popok sekali pakai menggunakan bahan kimia dan berbahaya bagi organ genital anak di kemudian hari. Kedua, limbah popok sekali pakai tersebut tidak mudah terurai sehingga merusak lingkungan.

Nah, sudah jadi “berita basi” kalau trend di negara barat cepat merambah ke Indonesia. Repotnya, ketika diapers cuci ulang tersebut masuk ke Indonesia, harga jualnya “luar biasa”. Satu bijinya bisa mencapai 300 ribu rupiah !! Siapa yang mau beli popok semahal itu? Anda mau, ha..ha..ha..

So, celah inilah yang bisa Anda manfaatkan sebagai bisnis sampingan modal kecil. Anda bisa menjadi produsen cloth diapers Indonesia. Dengan kata lain, Anda menjadi pembuat clodi lokal. Harga pasaran cloth diapers lokal lebih murah, hanya sekitar 80 ribu rupiah. Paling murah berkisar 35 ribu rupiah. Jauh kan jarak harga jual produk lokal dengan clodi diaper luar negeri?

Meski cloth diaper Indonesia jauh lebih murah, margin yang bisa Anda raih sekitar 20%. Anda beranggapan kecil? Kalau cuman laku tiga biji ya kecil lah. Tapi laku ribuan? Panen raya Anda !! Ada lho pelaku bisnis sampingan modal kecil ini yang bisa mencicipi omset puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Contohnya Anandapers dari Bandung. Grosir cloth diaper murah ini bisa mengantongi omset hingga 200 juta rupiah tiap bulannya. Mereka mampu menjual diaper kain loka tersebut hingga lebih dari 2000 pieces per minggu !! Contoh lainnya adalah usaha Emphilia Diapers asal Jakarta. Dalam tempo 1 bulan, ia bisa menjual 500 dengan omset 20 juta rupiah. Lumayan kan buat bisnis sampingan modal kecil?

Lalu gambaran usahanya seperti apa dok? Sip… Gud kuestien… Seperti ini gambarannya :

  1. Bahan baku.
    Cari bahan yang sesuai dengan standar cloth diapers yang akan Anda produksi. Lakukan survey perusahaan supplier bahan baku sebelum Anda memutuskan untuk membelinya. Sudah tentu bahan mahal seperti PUL atau micro fleece sebagai cover dan bamboo fiber sebagai insert akan lebih bermutu daripada bahan polyester biasa. So, pilih bahan yang paling pas sesuai dengan target pasar yang Anda bidik. Anda bisa membeli bahan melalui banyak whole seller dari Bandung dan Surabaya. Di toko online juga ada kok..
  2. Lengkapi peralatan standar.
    Lengkapi peralatan Anda. Minimal Anda harus punya seperangkat alat jahit. Kalau pesanan Anda nanti bertambah banyak, Anda bisa menambah inventaris secara bertahap. Tapi di awal, perlengkapan dasar “jahit-menjahit” harus Anda punyai.
  3. Cari modelnya.
    Untuk contoh model pempem cloth diaper, Anda bisa cari di “eyang” google. Ada berbagai model dan pola diapers disana. Untuk personalisasi produk, Anda perlu membuat sedikit unsur kreatifitas dari model diapers standar. Jangan lupa, tambahkan merek dagang bagi popok kain modern buatan Anda.
  4. Siapkan contoh produk.
    Foto produk-produk Anda dan jadikan portofolio atau sampel saat Anda berpromosi. Kalau Anda tidak bisa menjahit, Anda bisa merekrut seorang tenaga penjahit dulu untuk membuat contoh cloth diapers gaya Anda.
  5. Buka online shop.
    Cara ini jauh lebih efektif untuk memaksimalkan penjualan popok kain modern Anda. Saya melihat ada banyak kata kunci kategori “buying stage” untuk produk jenis clothdiaper yang bisa Anda gunakan untuk “menjaring” pembeli. Tidak perlu ragu jika Anda tidak bisa membuat online store. Ada banyak jasa yang berkualitas yang siap membantu menyelesaikan masalah Anda. Tirulah ibu Suryani dengan bisnis baju besar miliknya. Tanpa punya latar belakang fashion dan IT, beliau tetap bisa sukses menjalankan usaha onlinenya.
  6. Produk Anda buat berdasar pesanan.
    Jika modal usaha Anda belum besar, buatlah popok kain modern berdasarkan pesaran. Ini dapat mengurangi biaya produksi. Yang penting Anda siap dengan bahan baku dan simpan di tempat yang aman dan terhindar dari kerusakan. Jadi “no excuse” lah… Modal sedikit bukan masalah besar. Yang penting kemauan dan niat yang kuat, okay?

OK Sekarang Anda siap menjalankan bisnis sampingan ini kan? Sekali lagi, dimana ada kemauan, di situ pasti ada jalan. Semua pengusaha yang sukses selalu mengawali usaha dari kecil. Asal Anda mau berusaha keras dan tentu saja disertai dengan doa, omset 20 juta rupiah per bulan bukan mimpi. Bahkan bisa lebih !! Well, selamat menjalankan bisnis sampingan modal kecil, jual popok kain modern…

(sumber gambar : www.inhabitots.com)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>