Ozora Hospital Homecare, Bisnis Jasa Unik dengan Omset 180 Juta Per Bulan


By on July 25, 2013
Ozora Hospital Homecare, Bisnis Jasa Unik dengan Omset 180 Juta Per Bulan

Pernah dengar rumah sakit di rumah? Belum ya? Kalau Ozora Hospital Homecare? Belum juga ya? Mau saya ceritain dikit tentang bisnis jasa unik yang satu ini? Kalau mau okay… saya mulai. Soalnya, bisnis jasa unik Ozora Hospital Homecare adalah sebuah bisnis yang mampu menjawab perkembangan terbaru akan kebutuhan pasar. Sayang kalau Anda lewatkan ide bisnis kreatif ini.

Dan meski awalnya banyak yang bilang bisnis jasa unik ini sedikit “nyleneh”, usaha yang dimotori oleh Bernard Timoty ini sukses besar. “Kok bisa awalnya dibilang nyleneh dok?” Iya, lha wong beliau menyediakan layanan rumah sakit di rumah. Selama ini di Indonesia, yang namanya orang sakit ya berobat ke rumah sakit. Minimal ke puskesmas lah… So kehadiran bisnis jasa unik ini awalnya banyak ditolak masyarakat.

Sebenarnya bisnis jasa unik ini bukan yang pertama di dunia. Ia berasal dari trend bisnis hasil dari side efek perilaku masyarakat Singapura pada tahun 2000-an. Saat itu, banyak pasien pasca ICU yang merasa bosan karena harus berlama-lama di rumah sakit. Dan menurut para ahli medis, rasa bosan dan jenuh tersebut ternyata bisa memperlambat pemulihan.

Akhirnya para ahli medis di sana memutuskan untuk melakukan layanan hospital homecare sebagai jawaban dari permasalahan mereka. Memang sih, peluang usaha bisnis kreatif ini cukup memakan biaya. Apalagi jika diterapkan di Indonesia. Tapi menurut Bernard, di Jakarta banyak juga kok orang yang berkantong tebal dan sanggup membayar layanan yang Bernard tawarkan.

Dan kalau dihitung-hitung, layanan dari bisnis unik dan menarik ini bisa lebih hemat daripada Anda harus opname di rumah sakit kelas 1 dan VIP. Nah, Bernard memulai bisnis jasa unik miliknya dengan modal hanya 30 juta rupiah. Modal usaha yang tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan rumah sakit konvensional.

Bernard menggunakan cara yang cukup cerdas untuk memenuhi kebutuhan peralatannya yang tergolong mahal. Dari dana 30 juta rupiah tadi, Bernard hanya membeli tempat tidur ala rumah sakit, tabung oksigen dan perangkat monitor standar. Lalu untuk memenuhi kebutuhan peralatan, Bernard memesan hanya ketika ada pesanan masuk.

Setiap peralatan rumah sakit yang ia perlukan, beliau membeli dari supplier kolega sang istri, seorang fisioterapy. Caranya dengan sistem pembayaran kredit, termin 10 kali pembayaran. Kemudian setiap peralatan yang ia beli tersebut disewakan dengan harga 10% dari harga beli. Mantab teknik negosiasi pembelian beliau?

Jelas !! Peralatan tersebut ia sewakan dengan nilai 10% dari harga beli, artinya jumlahnya sama dengan nilai tagihan pembayaran yang harus ia bayarkan tiap bulannya. Jadi Bernard membayar tagihan dari hasil sewa. Kelihatannya mudah kan bro? Aslinya nggak sama sekali. Tidak mudah membuka pasar hospital homecare di Indonesia.

Selain bisnis jasa unik ini masih dianggap tidak lazim, banyak juga konsumen yang ragu dengan pelayanan yang diberikan. Pasalnya banyak yang masih menganggap bahwa jasa ini tak ubahnya seperti babysitter bagi pasien. Padahal Bernard sudah merekruit tenaga medis berijasah dan berpengalaman sebagai perawat.

Lalu cara bisnis seperti apa yang dilakukan Bernard agar bisnis jasa unik miliknya sukses? Ada beberapa tips pemasaran jitu yang Bernard lakukan.

  1. Bekerja sama dengan rumah sakit besar.
    Bernard mejalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit swasta besar untuk memberikan
    rekomendasi perawatan homecare ini kepada pasien yang memerlukan perawatan intensif dalam jangka panjang. Kalau yang memberikan rekomendasikan rumah sakit besar, kira-kira pasien dan keluarganya yakin nggak?
  2. Mendokumentasi berkas karyawan medis.
    Untuk meyakinkan konsumen, Bernard selalu memberikan portofolio dari setiap perawat yang ia gunakan. Dengan cara ini, keluarga pasien bisa mendapat informasi yang jelas bagaimana kapasitas perawat hospital homecare miliknya.
  3. Memaksimalkan layanan.
    Demi memaksimalkan layanan, Bernard rela menyediakan sarana ambulans untuk memberikan layanan antar dan jemput pasien. Selain itu, Bernard terus mengupdate karyawan dan peralatannya agar sesuai dengan standar kesehatan modern.

Kini dengan segala usaha kerasnya, Bernard bisa menjual jasanya kepada setidaknya 15 pasien sebulan. Biaya per hari untuk bisnis jasa uniknya berkisar antara 400 ribu rupiah untuk layanan medis intensif hingga 800 ribu rupiah untuk perawatan skala semi ICU. Dalam satu bulan, omset Ozora Hospital Homecare mencapai 180 juta dengan margin 30%.

Luar biasa kan ide bisnis unik beliau? Well, memulai bisnis besar ternyata tidak harus diawali dengan modal yang besar. Inilah bisnis modern, dimana Anda dituntut tidak hanya mampu untuk membaca kebutuhan masyarakat saja, tetapi juga bisa berpikir taktis dan inovatif demi mengoptimalkan hasil. Tertarik untuk menjalankan bisnis jasa unik di kota Anda? Silahkan…

(sumber gambar : asyah13.wordpress.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *