Usaha Tempe, Contoh Bisnis Kecil-Kecilan Sepanjang Masa


By on September 16, 2013
Usaha Tempe, Contoh Bisnis Kecil-Kecilan Sepanjang Masa

Siapa yang tidak kenal bisnis kecil-kecilan usaha tempe… Eh maaf, maksud saya tempenya, bukan usahanya. Saya ulang, siapa yang tidak kenal tempe. Meski sudah dipatenkan oleh Jepang (bener ya?) tempe tetaplah makanan turun temurun dikenalkan yang biasa dimakan dari jaman nenek moyang kita hingga ke jaman kita. Tempe juga tidak mengenal usia dan “kasta” seseorang.

Mulai orang kaya hingga yang hidupnya pas-pasan kayak saya, tempe tetap aja favorit kebanyakan orang. Apalagi tempe mendoan yang masih hangat dipadu dengan saos atau lombok rawit… nikmat banget di lidah !! Di tempat Anda ada yang buka usaha tempe mendoan? Ho..ho..ho..

Dan perlu Anda ketahui, tempe tidak hanya di konsumsi di Indonesia saja, tapi hampir di belahan dunia manapun. Contohnya adalah kaum vegetarian, mereka menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Jadi sekarang produksi tempe nggak hanya di Indonesia, tetapi di banyak tempat di dunia. Pas banget jika Anda bergelut di usaha tempe. Anda bisa jadi pemasok katering dan bisnis makanan era highspeed life style lainnya.

Nah, berhubung saya akan bahas alasan mengapa usaha tempe adalah usaha yang layak untuk Anda jalankan, maka di bawah ini adalah alasan-alasan mengapa orang suka dan gemar makan tempe.

Pertama, dengan mengkonsumsi tempe, Anda dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif seperti aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain. Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi dan lain-lain.

Kedua, tempe juga sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis. Dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk akan meningkat dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. So pasti target pasar Anda sangat luas kan? Joss gandos…

Ketiga, tempe juga dapat menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala kembung perut. Mutu gizi tempe yang tinggi memungkinkan penambahan tempe untuk meningkatkan mutu serealia dan umbi-umbian. Hidangan makanan sehari-hari yang terdiri dari nasi, jagung, atau tiwul akan meningkat mutu gizinya bila ditambah tempe.

Sepotong tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 gram nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita. Ganas kan fungsi tempe? So dengan alasan-alasan di atas, bagi Anda yang tertarik untuk membuka usaha pembuatan tempe, saya kan berikan sedikit kisi-kisinya. Teknik pemasaran usaha tempenya, Anda bisa buka arsip lengkap artikel dokter bisnis. Selengkapnya, Anda cari sendiri ya, ha..ha..ha..

Bahan Baku

Bahan baku tempe cukup mudah didapat. Anda bisa mendatangani pasar-pasar tradisonal untuk mendapatkannya. Saya akan contohkan dengan sedikit simulasi ya… Untuk percobaan, Anda bisa beli kedelai 5 kg, ragi tempe 20 gram (10 lempeng). Kemudian Anda siapkan air secukupnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bahan baku agar Anda bisa memperoleh tempe dengan hasil yang baik adalah :

  1. Kedelai harus dipilih yang baik (tidak busuk) dan tidak kotor;
  2. Air harus jernih, tidak berbau dan tidak mengandung kuman penyakit;
  3. Cara pengerjaannya harus bersih;
  4. Bibit tempe (ragi tempe) harus dipilih yang masih aktif (bila diremas membentuk butiran halus atau tidak menggumpal).

Peralatan

Peralatan yang harus Anda siapkan dalam membuat usaha tempe adalah tampah besar, ember, keranjang, rak bambu, cetakan, pengaduk kayu, dandang, karung goni, tungku atau kompor serta daun pisang atau plastik.

Cara Pembuatan

  1. Biji kedelai yang telah dipilih/dibersihkan dari kotoran, dicuci dengan air yang bersih selama 1 jam.
  2. Setelah bersih, kedelai direbus dalam air selama 2 jam.
  3. Kedelai kemudian direndam 12 jam dalam air panas/hangat bekas air perebusan supaya kedelai mengembang.
  4. Berikutnya, kedelai direndam dalam air dingin selama 12 jam.
  5. Setelah 24 jam direndam seperti pada butir 3 dan butir 4 di atas, kedelai dicuci dan dikuliti (dikupas).
  6. Setelah dikupas, kedelai direbus untuk membunuh bakteri yang kemungkinan tumbuh selama perendaman.
  7. Kedelai diambil dari dandang, diletakkan di atas tampah dan diratakan tipis-tipis. Selanjutnya, kedelai dibiarkan dingin sampai permukaan keping kedelai kering dan airnya menetes habis.
  8. Sesudah itu, kedelai dicampur dengan laru (ragi 2%) guna mempercepat/merangsang pertumbuhan jamur. Proses mencampur kedelai dengan ragi memakan waktu sekitar 20 menit. Tahap peragian (fermentasi) adalah tahap penentu keberhasilan dalam membuat tempe kedelai.
  9. Bila campuran bahan fermentasi kedelai sudah rata, campuran tersebut dicetak pada loyang atau cetakan kayu dengan lapisan plastik atau daun yang akhirnya dipakai sebagai pembungkus. Sebelumnya, plastik dilobangi/ditusuk-tusuk. Maksudnya ialah untuk memberi udara supaya jamur yang tumbuh berwarna putih. Proses percetakan/pembungkus memakan waktu 3 jam. Daun yang biasanya buat pembungkus adalah daun pisang atau daun jati. Ada yang berpendapat bahwa rasa tempe yang dibungkus plastik menjadi “aneh” dan tempe lebih mudah busuk (dibandingkan dengan tempe yang dibungkus daun).
  10. Campuran kedelai yang telah dicetak dan diratakan permukaannya dihamparkan di atas rak dan kemudian ditutup selama 24 jam.
  11. Setelah 24 jam, tutup dibuka dan campuran kedelai didinginkan/diangin-anginkan selama 24 jam lagi. Setelah itu, campuran kedelai telah menjadi tempe siap jual.
  12. Supaya tahan lama, tempe yang misalnya akan menjadi produk ekspor dapat dibekukan dan dikirim ke luar negeri di dalam peti kemas pendingin.

Catatan tambahan, tempe Anda buat hari ini, jadinya lusa pagi. Jadi tiap harinya selalu ada kedelai yang telah direbus, tempe yang sudah diolah dan siap dibungkus serta tempe yang siap dijual keesokan paginya. Sekarang, mari kita bahas analisa usaha tempe dari sisi keuntungannya.

Simulasi Keuntungan

Pemasukan
850 tempe x Rp. 200,00 x 30 hari = Rp 5.100.000,00

Pengeluaran
Kedelai : 5 kg x Rp 30.000 x 30 = Rp 4.500.000,00
Ragi tempe : Rp 8.000,00

Operasional
Bahan bakar : Rp 150.000,00
Daun pisang & koran : Rp 7.500 x 30 = Rp 225.000,00
Total Pengeluaran : Rp 4.883.000,00

Keuntungan Bersih
Rp 5.100.000 – Rp 4.883.000 = Rp 217.000,00

Hitungan di atas masih pakai data lama. Kalau yang baru, tinggal Anda masukin aja variabel-variabelnya. Dan kalau Anda pengen pendapatannya lebih besar, tinggal Anda rubah skala di atas menjadi skala industri menengah, ok… Ngomong-ngomong, harga kedelai naik dok, terus kalau mau usaha tempe gimana nih? Wah, kalau itu saya nggak tahu solusinya, wkwkwkwkwk…

Tapi ingat, dari dulu yang namanya isu kedelai naik kan udah berkali-kali. Dan menurut Anda, apakah tempe lalu hilang di pasaran? No !! Semuanya tergantung pada spektrum bisnis Anda. Jadi pikiran positif adalah kuncinya. So, walaupun usaha tempe adalah bisnis kecil-kecilan, tetap aja bisa berkembang menjadi bisnis besar dan menguntungkan. Gitu aja dari saya, nuwun...

(sumber gambar : m.poskotanews.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *