Bedah Bisnis Jajanan : Untung Usaha Lumpia Ini Tembus 16 Juta Rupiah Per Bulan !!


By on September 18, 2013

Saya hobi banget kuliner. Tiap ada info bisnis jajanan yang katanya enak, langsung saya buru. Warung angkringan, bakmi jawa, sop sumsum sampai lontong opor saya hajar. Dari sekian banyak usaha jajanan yang pernah saya datangi, ada satu usaha makanan yang cukup menarik buat saya, yaitu usaha lumpia milik bu Wagimun.

Rasanya aduh… cape deh… benar-benar “mak nyus”, delicious !! Iseng-iseng saya tanya-tanya usaha lumpia milik beliau tersebut. Ternyata bisnis jajanan ini telah digeluti beliau sejak tahun 1978 !! Benar-benar super fokus. Jarang ada orang yang mampu bertahan dengan pilihan usahanya selama itu. Yang saya tahu sebentar-sebentar pindah sana, pindah situ, termasuk saya, wkwkwkwkwkwkwk….

Awal mula bu Wagimun memulai usaha lumpia ini bisa dibilang unik. Beliau punya saudara yang menikah dengan orang Tionghoa. Dan bisa ditebak, akhirnya ia mendapatkan resep rahasia bagaimana cara membuat lumpia dengan rasa yang sangat pas, tidak kurang dan tidak lebih. Kemudian lahirlah bisnis ibu rumah tangga usaha lumpia “Lestari Mataram”. Lucky blow… kek tinju aja ya, ha..ha..ha..

Isi lumpia bu Wagimun padat dan rasanya sangat gurih karena dipadu dengan saus tauco yang legit. Kulit lumpianya kering dan tidak terasa hambar sehingga menghasilkan sensasi kriuk sekaligus nikmat di lidah. Mungkin inilah positioning bisnis jajanan Bu Wagimun, rasa yang menggugah.

Beliau menjual lumpianya menjadi 6 variasi. “Lumpia Spesial” berisi ayam, udang, uritan, telur puyuh, ampela ati serta wortel dan rebung, dijual dengan harga 2.600 rupiah.. Untuk “Lumpia Komplit” isinya sama dengan “Lumpia Spesial” namun tidak ada ampela ati. Harganya 2.400 rupiah.

Kemudian untuk “grade” di bawahnya, bisnis lumpia bu Wagimun menjual lumpia dengan isi ayam udang, ayam uritan, ayam ati ampela. Lumpia tersebut dijual dengan harga 2.200 rupiah. Untuk lumpia isi ayam puyuh dijual dengan harga 2.000 rupiah dan lumpia biasa yang berisi ayam, rebung dan wortel dijual dengan harga 1.500 rupiah.

Jam buka usaha makanan “outlet kaki lima” bu Wagimun mulai pukul setengah lima sore hingga pukul sembilan malam. Namun dalam waktu yang begitu singkat, usaha lumpia beliau mampu menjual lumpia rata-rata lumpia 800 buah tiap malamya. Dan itu belum termasuk yang pesanan. Angka yang sangat fantastis kan untuk bisnis jajanan kecil “kelas” kaki lima…

Saya akan share “a little” (saya bukan penganut vickinisasi lho), proses pembuatan lumpia milik beliau. Pembuatan lumpia tersebut dibagi menjadi 2 tahap, yakni pembuatan kulit dan pembuatan bahan isian. Untuk kulit, bahan yang digunakan adalah terigu dengan campuran telur dan air. Setelah diuleni selama 1 jam kemudian didiamkan dahulu sekitar 1/4 jam lalu barulah dioleskan ke dalam wajan namun dalam hitungan detik langsung diangkat karena cepat keringnya.

Untuk bahan isian, bu Wagimun selalu menggunakan rebung asli yang diperolehnya dari kota Malang. Selain rebung, isian menggunakan campuran wortel dan dibumbui bawang putih, bawang merah, telur, garam dan penyedap.

Peralatan yang digunakan untuk membuat kulit, bahan isian dan lainnya hanyalah peralatan masak pada umumnya seperti kompor, wajan, baskom, sothil, irus, pisau dan lain-lain. Tidak ada alat yang spesifik yang digunakan dalam proses pembuatan kulit maupun bahan isian lumpia tersebut.

Semua bahan-bahan lumpia seperti kulit lumpia, isian lumpia dan juga saus tauco beserta acarnya telah dipersiapkan sebelum sampai di tempat berjualan. Jika pembeli datang, bu Wagimun hanya tinggal mengisi kulit lumpia dengan isian yang dipesan pelanggannya kemudian langsung digoreng. Mungkin maksudnya untuk mengurangi antrian yang panjang kali ya?

Selain berjualan di kaki lima, lumpia “Lestari Mataram” juga menerima pesanan dalam jumlah kecil maupun banyak untuk berbagai keperluan. Pelanggannya-pun dari berbagai golongan. Mulai dari anak-anak, mahasiswa, ibu rumah tangga hingga pelayan toko. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang lalu lalang di sepanjang jalan Solo, tempat bu Wagimun berjualan.

Usaha lumpia bu Wagimun bukannya tanpa pesaing. Ada beberapa pedagang lumpia yang berjualan di sepanjang jalan tersebut, terlebih di depan swalayan Gardena. Namun hingga saya mengedit dan membuat tulisan ini, lumpia “Lestari Mataram”-lah yang selalu banyak didatangi para konsumen.

Sekarang, mari kita bahas simulasi keuntungan bisnis menjanjikan ini. Itu yang Anda tunggu-tunggu kan?

Pemasukan

  • Omset : 800 x Rp 2.000,00 x 24 = Rp 38.400.000,00
  • Pesanan : 250 x Rp 2.000,00 = Rp 500.000,00
  • Total pemasukan = Rp 38.900.000,00

Pengeluaran

  • Gandum 10 kg = Rp 75.000,00
  • Telur = Rp 22.000,00
  • Rebung 10 kg = Rp 80.000,00
  • Wortel 7 kg = Rp 21.000,00
  • Telur puyuh 300 biji = Rp 46.000,00
  • Ati ayam 50 buah = Rp 55.000,00
  • Uritan 1,5 kg = Rp 45.000,00
  • Udang 3 kg = Rp 90.000,00
  • Ayam 6 kg = Rp 162.000,00
  • Total Bahan baku = Rp 596.000,00 x 28 = Rp 16.688.000,00

Operasional

  • Tenaga 4 orang = Rp 4.000.000,00
  • Bensin = 2 x Rp 5.000,00 x 28 = Rp 280.000,00
  • Gas = 2 x Rp 14.000,00 x 28 = Rp 748.000,00
  • Listrik, air, dll = Rp 250.000,00
  • Total operasional = Rp 5.314.000,00
  • Total pengeluaran = Rp 22.002.000,00

Keuntungan Bersih

  • Rp 38.900.000,00 – Rp 22.002.000,00 = Rp 16.898.000,00

Lihat… keuntungannya 16 Juta rupiah per bulan !! Sekali lagi benar-benar angka yang fantastis untuk bisnis ukm makanan kelas “kaki lima”. Terakhir beliau pernah berkata kepada saya kalau dari hasil usaha lumpia tersebut, bu Wagimun sudah bisa membeli rumah buat dirinya dan buat anak-anaknya. Hadeeehhh… saya aja masih ngontrak bu, wkwkwkwkwkwk… Luar biasa !! Anda berniat mengikuti jejaknya membuat bisnis jajanan kaki lima juga? Silahken…

(sumber gambar : nyoknino.blogspot.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. syaidah

    August 24, 2016 at 13:18

    ass.saya syaidah dr lamongan gmn cara y agar bisa gabung saya tertarik dengan usaha lumpia y?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *