Bisnis yang Murah Hasil Jutaan dari Industri Makanan Kecil


By on September 20, 2013
Bisnis yang Murah Hasil Jutaan dari Industri Makanan Kecil

Lagi cari bisnis yang murah? Bagaimana kalau saya kasih ide bisnis yang murah tapi hasilnya jutaan dari industri makanan kecil? Mau kan? Ok… Anda buat aja kue pukis. “Halah dok !! Itu mah bisnis yang murah tapi hasilnya recehan !!” Bentar dulu… Baca sampai akhir artikel bisnis murah dan mudah ini. Anda akan shock dengan hasil yang bisa Anda dapat tiap bulannya.

Tahu kue pukis kan? Kue pukis adalah kue tradisional yang sering Anda jumpai di pasar-pasar tradisional maupun di toko-toko roti. Rasanya cukup menggoyang lidah, biasanya diselipi dengan coklat, selai nanas atau rasa lainya. Warnanya kadang kuning, kadang coklat bahkan ada yang hijau.

Saya punya teman yang cukup sukses sebagai pengusaha industri makanan kecil kue pukis ini. Namanya Mr. Kuat. Pria kelahiran Gombong 28 tahun yang lalu ini sudah berkecimpung di usaha ini lebih dari 10 tahun. Di tahun 1996, Mr. Kuat sudah memutuskan untuk merantau ke Jakarta untuk ikut salah seorang kerabatnya yang tengah berjualan kue pukis.

Kemudian dalam beberapa tahun, ia sempat singgah di beberapa kota besar seperti Banjarmasin dan Surabaya. Akhirnya Mr. Kuat memutuskan untuk mendirikan usaha pukisnya sendiri di kota Jogja mulai tahun 2006. Dari bisnis mudah dan murah inilah Mr. Kuat bisa menghidupi anak dan istrinya plus 4 orang karyawannya.

Dalam sehari, Mr. Kuat mampu menghabiskan 24 kg tepung terigu. Dari setiap 2 kg tepung terigu, Mr. Kuat bisa menghasilkan kurang lebih 150 buah kue pukis. Biasanya ia menjual 10 buah kue untuk setiap bungkusnya. Kue pukis tersebut ia jual dengan harga 4- 5 ribu rupiah per bungkus dengan desain kemasan yang cukup sederhana.

Omset yang diperoleh setiap harinya berkisar antara 500 ribu – 600 ribu rupiah. “Bahkan ada salah seorang pengusaha kue pukis yang biasa jualan di depan toko Progo mempunyai omset 1,2 – 1,5 juta per hari”, pungkasnya.

Lalu bagaimana cara memasarkannya bisnis yang murah ini? Tenang… saya akan share kan sedikit tentang bagaimana cara pemasaran industi makanan kecil ini langsung dari pengalaman si empunya.

Mr. Kuat punya 4 orang tenaga pemasaran. Ia mentargetkan wilayah pemasarannya meliputi 4 pasar yang berada di wilayah Jogja utara. Cara yang ia gunakan adalah menawarkan “paket pukisnya” yang berisi 150 buah kue. Untuk setiap paketnya,  tenaga penjualan beliau harus menyetor uang sejumlah 46 ribu rupiah kepada Mr. Kuat.

“Terus siapa pelanggan industri makanan kecil ini?”. Gud kuestien !! Para pelanggannya adalah ibu-ibu rumah tangga yang sering berbelanja di pasar tradisional. Kue pukis itu sering menjadi “incaran” anak-anak mereka. Jadi pas banget untuk dijadikan jajanan atau oleh-oleh sepulang dari pasar.

“Kalau kendala dari bisnis murah untung besar ini apa saja dok?”. Kendala bisnis kuliner kue pukis ini hanya terjadi pada saat musim hujan. Pada musim tersebut, penjualan turun karena tidak banyak orang yang berbelanja di pasar.

Satu lagi, ketika ditanya kenapa tidak meluaskan usahanya sampai ke pasar-pasar dalam kota, Mr. Kuat menjawab bahwa hampir semua pengusaha dan pedagang yang berada di Jogja saling mengenal dan berasal dari satu daerah. Sehingga timbul rasa tidak enak untuk merebut lahan penghidupan teman sendiri.

Now, mari kita bahas asumsi keuntungan dari bisnis yang murah ini. Perkiraannya saya ambil dari 24 Kg tepung terigu seperti yang Mr. Kuat katakan. Ini dia analisa keuangan dari industri makanan kecil kue pukis…

Bahan baku :

  • Tepung terigu : 24 kg x Rp. 7.000,00 = Rp. 168.000,00
  • Kelapa : 12 butir x Rp.3.000,00 = Rp. 36.000,00
  • Gula Pasir : 12 kg x Rp.6.000,00 = Rp. 72.000,00
  • Telur ayam : 36 butir x Rp.800,00 = Rp. 28.800,00
  • Soda kue : 3 bungkus x Rp. 5.000,00 = Rp. 15.000,00
  • Fermipan : 3 bungkus x Rp. 2500,00 = Rp 7.500,00
  • Jumlah = Rp. 327.300,00

Transportasi :

  • Bensin : 1 liter x Rp. 5.000,- = Rp. 5.000,00
  • Total Pengeluaran : Rp. 327.300,00 + Rp. 5.000,00 = Rp. 332.300,00

Keuntungan :

  • Penjualan : 1.800 buah kue atau 12 paket = 12 x Rp. 46.000,00 = Rp. 552.000,00
  • Laba usaha : Rp. 552.000,00 – Rp. 332.300,00 = Rp. 219.700,00 / hari

Dengan asumsi tersebut, Anda bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga Rp. 6.591.000,00 per bulan. Lumayan lah, gaji manager keuangan 1 bulan tuh di Jogja. Bener kan apa kata saya? Bisnis yang murah tapi hasil jutaan?

Well, asal Anda punya manajemen keuangan yang yahud, bisnis yang murah ini bisa Anda kembangkan ke skala yang lebih besar. So, bener-bener nyesel dah kalau Anda nggak baca sampai akhir artikel tentang industri makanan kecil yang satu ini. Semoga dapat menginspirasi…

(sumber gambar : recipe4you.blogspot.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. NUGROHO GERRY

    March 27, 2015 at 14:27

    Wah artikel ini bukan hanya cukup, tapi sangat membantu saya dalam memulai usaha.
    Apalagi saya yang masih pelajar perlu MOTIVASI seperti itu

    TANKS buat artikelnya semoga tambah SUKSES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *