Tips Agar Strategi Pemasaran Hotel dan Usaha Anda Apapun Itu Sukses

By on September 20, 2013

tips agar strategi pemasaran hotel dan usaha anda apapun itu sukses

Tips Agar Strategi Pemasaran Hotel dan Usaha Anda Apapun Itu Sukses

Anda punya hotel? Atau Anda punya usaha jasa lainnya? Kalau ya, saya punya masukan agar strategi pemasaran hotel, pemasaran jasa atau “whatever” bisnis Anda sukses. Strategi apa itu dok? Yaitu dengan memaksimal “context” Anda. “Context? Bahasa jorok apalagi itu dok?”. Baik, saya akan jelaskan.

Pertama, Anda harus bisa memahami apa itu content dan apa itu context. Bahasa Indonesianya untuk kedua “kata planet” itu adalah konten dan konteks. Menurut teorinya om Hermawan yang saya jiplak, pengertian content dan context adalah sebagai berikut :

  1. Content (What to Offer)
    Umumnya terkait dengan sisi rasional yang telah menjadi suatu keharusan. Contohnya misalkan Anda buka jasa aqiqah, maka kambing Anda tidak cacat dan gemuk, masakan Anda enak, gulai Anda nggak berbau prengus dan proses penyembelihan kambing Anda sesuai syari’e. Jika Anda jualan makanan, maka makanan Anda harus enak, bergizi dan memenuhi standar kesehatan. Sudah paham? Ok, lanjut ke poin berikutnya…
  2. Context (How to Offer)
    Adalah bagaimana cara Anda menawarkan produk dan layanan Anda kepada pelanggan. Contoh kasusnya adalah Kacang Dua Kelinci. Dalam komunikasi pemasarannya, Kacang Dua Kelinci menawarkan diri sebagai kacang yang tidak mengandung kolesterol. Sekilas tampak strategi pemasaran retail mereka menonjolkan konten, yaitu kacang non kolesterol. Tapi kalau Anda mau mencermati dengan seksama, “slogan” kacang non kolesterol hanyalah permainan konteks, yaitu cara bagaimana menawarkan produk kacang milik mereka. “Kok bisa dok?”. Iya lah, yang namanya kacang tentu saja bebas kolesterol karena berasal dari bahan nabati !! Tapi dengan cara ini, Kacang Dua Kelinci berhasil “mengganggu” hegemoni si pemimpin pasar, Kacang Garuda.

Untuk memperkuat “teori” di atas, saya akan ambilkan satu lagi contoh nyata dari “permainan konteks”… minyak goreng Tropical. Pada saat melakukan iklan pemasaran, minyak goreng Tropical menonjolkan sisi penyaringannya yang dilakukan 2 kali.

Jadi, persepsi yang diinginkan adalah minyak goreng Tropical merupakan minyak goreng yang lebih sehat karena melewati 2 kali proses pernyaringan. Padahal, metode 2 kali penyaringan adalah metode standar yang juga dilakukan oleh pabrik minyak goreng lainnya.

Inilah salah satu pergeseran yang terjadi di dunia pemasaran, bahwa konsumen saat ini lebih emosional. Dan untuk melayani konsumen yang semakin potensial, konten alias “what to offer” saja tidak cukup. Anda perlu memaksimalkan konteks Anda. Balik ke masalah strategi pemasaran hotel (ini contoh, bisa Anda terapkan di bisnis apa saja), Anda jangan hanya terfokus untuk memperbaiki konten Anda.

Benar… memperbaiki kamar hotel, mengganti kasur yang sudah nggak up to date atau mempercantik kamar mandi hotel Anda adalah penting. Tapi jangan lupakan konteks Anda. Saya punya teman seorang pengusaha hotel. Kalau Anda lihat apa yang ada di tiap kamar hotelnya, haduh… biasa saja. Untuk kelasnya sudah bagus sih, tapi yang lebih bagus dari dia lebih banyak, ha..ha..ha..

Tapi dia mempresepsikan hotelnya sebagai “hotel khas Jogja murah untuk turis domestik”. Sedangkan semua hotel yang ada di situ rata-rata adalah hotel yang target market-nya turis luar negeri. So, jadilah “konteks” hotel miliknya berhasil “mencuri hati” para konsumennya. Terutama yang datangnya rame-rame satu kampung tapi duitnya pas-pasan, wkwkwkwkwkw…

Well, kesimpulannya adalah first, buat konten yang bagus. Second, saat merancang strategi pemasaran hotel, strategi pemasaran properti, strategi pemasaran perumahan, strategi pemasaran jamur, strategi pemasaran beras atau strategi pemasaran apapun, maksimalkan konteks !! Ingatlah selalu bahwa “Content is Only Basic, Context is the Winning Formula”… (*ini njiplak lagi dari Om Hermawan, maap ya om… hi..hi..hi..). Eni kuesien?

(Sumber gambar : www.pullingrabbits.co.za)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>