Prospek Cantik Usaha Budidaya Ikan Bawal dan Pembesaran Ikan Nila


By on September 23, 2013
Prospek Cantik Usaha Budidaya Ikan Bawal dan Pembesaran Ikan Nila

Sebagai negara yang beriklim tropis, Indonesia sangat diuntungkan dengan curah hujan yang cukup tinggi. Curah hujan yang cukup tinggi inilah yang membuat sumber air di Indonesia sangat baik. Jelas hal ini sangat menunjang bagi Anda yang ingin usaha budidaya ikan bawal atau pembesaran ikan nila.

Selain itu, kebutuhan ikan air tawar di kota-kota besar sangat tinggi. Dan lagi, budidaya ikan bawal tawar dan pembesaran ikan nila terhitung lebih mudah jika Anda bandingkan dengan usaha perikanan lainnya seperti budidaya ikan arwana misalnya. Modal yang dibutuhkan juga tidak besar. Hasilnya, cukup potensial untuk Anda seriusi.

Lalu pertanyaannya sekarang adalah, apakah ada yang menekuni usaha budidaya ikan bawal dan budidaya ikan nila yang sukses? Ada !! Namanya Pak Sudaryo. Awalnya beliau hanya coba-coba. Setelah melihat hasilnya beliau memutuskan untuk menambah 4 kolam dengan memanfaatkan tanah sawah yang dimilikinya.

Ternyata hasil dari 1 kolam yang ia dapatkan setara dengan hasil panen padi 1 lahan penuh. Dengan penuh semangat, pak Sudaryo mulai mengajak saudara dan tetangganya untuk mengembangkan usaha. Dalam waktu singkat terbentuklah kelompok tani Mina Sejahtera yang beranggotakan 40 orang.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, usaha budidaya ikan air tawar yang dilakukan oleh kelompok Mina Sejahtera adalah budidaya ikan bawal dan pembesaran ikan nila. Dipilihnya kedua jenis ikan tersebut karena disamping mudah pemeliharaannya, juga cepat siklus panennya, Anda hanya butuh waktu untuk panen sekitar ± 2 bulan.

Secara teknis, kelompok Mina Sejahtera mempunyai 36 kolam dan 4 kolam terpisah, dimana 1 kolam bisa menghasilkan 50-80 kg ikan sekali panen. Setiap kolam ditebar bibit ikan ± 1000 ekor dengan berukuran 15-40 ekor per kg. Harga bibit ikan bawal adalah 20 ribu rupiah. Sedangkan bibit nila berkisar 25 ribuan per kg.

Untuk teknik pembesaran ikan nila dan budidaya ikan bawal tawar, kuncinya adalah di pakan. Pakannya, tidak full pelet dari pabrik. Mereka melakukan inovasi dengan melakukan substitusi, terutama pakan alami dari daun-daunan dan sisa makanan rumah tangga dan industri makanan. Sebagai nutrisi, digunakan ikan teri rancah. Dan berita baiknya, berdasar pengamatan mereka, penggunaan pakan alami lebih efektif. Kualitas ikan lebih baik, bobot ikan lebih besar dan rasanya lebih gurih.

Biaya pakan ikan yang mereka butuhkan untuk budidaya ikan bawal dan pembesaran ikan nila selama 1 siklus panen adalah 20% dari harga jual. Pada proses pemeliharaannya, masing-masing anggota mengelola sendiri kolamnya. Saat panen, mereka saling bergotong royong membantu memanen anggota lainnya. Dengan cara demikian, biaya tenaga kerja yang dibutuhkan tidak besar.

Menurut pak Sudaryo, cara budidaya ikan nila dan ikan bawal ini cukup sederhana. Setelah panen, kolam dikeringkan dengan tujuan untuk membunuh bakteri-bakteri yang ada sekaligus meningkatkan kandungan oksigen dalam tanah. Agar hasil lebih maksimal, Anda harus menambahkan pupuk kandang untuk menciptakan plankton yang berfungsi sebagai pakan bagi bibit ikan. Setelah itu, kolam siap untuk Anda airi air dan bibit sudah bisa Anda tebarkan.

Untuk 1 meter persegi, populasi idealnya adalah 50 ekor ikan. Angka tersebut disesuaikan dengan ransum dan sirkulasi air, dimana sirkulasi air mempengaruhi kandungan oksigen. Kandungan oksigen itulah yang mempengaruhi nafsu makan dan pertumbuhan ikan.

Untuk proses pembesarannya, kolam yang Anda pakai harus berbeda. Bila hanya menggunakan 1 kolam, maka Anda lakukan penjarangan. Panen ikanpun juga Anda lakukan secara bertahap supaya populasi ikan dalam 1 area bisa optimal. Sedangkan bila menggunakan beberapa kolam, maka setelah mencapai ukuran tertentu, ikan harus Anda pindahkan ke kolam yang telah disiapkan untuk ukuran tertentu tersebut.

Sebagai catatan tambahan, ada perilaku khusus untuk cara budi daya ikan bawal dan nila terkait dengan bibit berukuran besar. Anda harus memberi pakan bibit ikan yang besar tersebut dengan gulma yang ada di tanaman padi.

Ikan dikatakan siap panen bila berukuran 2-3 ekor per kg. Dengan ukuran tersebut, harga jual yang akan Anda dapatkan akan maksimal. Anda bisa pasarkan ikan hasil panen Anda ke pedagang ikan, karena merekalah yang akan mendistribusikan ke rumah makan dan pemancingan.

Harga jual ke pedagang besar tersebut berkisar Rp. 9.500,00 per kg. Dan jika Anda bisa melakukan “penetrasi pasar” sendiri ke pembeli rumah makan atau pemancingan, harga bawal mencapai Rp. 12.000,00 per kg dan nila Rp. 15.000, per kg. Biasanya jika Anda ikut kelompok tani, setiap penjualan dikenakan fee 5% untuk kas kelompok tani.

Setelah kita bahas prospek, harga dan teknis tentang usaha budidaya ikan bawal dan pembesaran ikan nila, mari kita bahas kendala di kedua usaha tersebut. Kendala yang akan Anda hadapi dalam usaha budidaya ikan bawal dan pembesaran ikan nila ini adalah terbatasnya lahan untuk pengembangan usaha.

Masyarakat belum terbuka untuk bisa beralih dari pertanian padi ke usaha perikanan. Selain itu, saat Anda melakukan pemasaran, sulit untuk memutus rantai penjualan. Untuk langsung ke pembeli akhir seperti rumah makan dan pemancingan, Anda harus mampu mennyuplai rutin setiap bulannya. Bukan perkara yang gampang…

Juga masalah penyeragaman harga. Terkadang harga jual ikan sering dipermainkan oleh tengkulak. Maka dengan memperbanyak titik-titik penjualan, Anda bisa punya “nilai tawar” yang kuat. Sekarang, mari kita lanjutkan dengan simulasi usaha budidaya ikan bawal dan pembesaran ikan nila.

Asumsi :

Penebaran bibit tiap jenis setiap 1000 ekor. Tingkat kematian dari penebaran sampai panen 25%. Pengeluaran pakan sebesar 20% dari harga jual. Ukuran konsumsi 3 ekor/kg.

Pengeluaran

  • Pembelian bibit bawal : 40 kg x Rp. 20.000,00 : Rp. 800.000,00
  • Pembelian bibit Nila : 40 kg x Rp. 25.000,00 : Rp. 1.000.000,00
  • Total biaya Bibit : Rp. 1.800.000,00

Pakan

  • Pembelian pakan : 20% x Rp. 5.125.000,00 : Rp. 1.025.000,00
  • Biaya Penjualan : 5% x Rp. 5.125.000,00 : Rp. 256.250,00
  • Total : Rp. 1.281.250,00

Total Pengeluaran

  • Rp. 1.800.000,00 + Rp. 1.281.250,00 = Rp. 3.081.250,00

Pendapatan

  • Penjualan Ikan Bawal : 250 kg x Rp. 9.500,00 : Rp. 2.375.000,00
  • Penjualan Ikan Nila : 250 kg x Rp. 11.000,00 : Rp. 2.750.000,00
  • Total Penjualan : Rp. 5.125.000,00

Keuntungan

  • Rp. 5.125.000,00 – Rp. 3.081.250,00 = Rp. 2.043.750,00

Dengan 1000 ekor yang Anda tebar di masing-masing jenis ikan, lumayan kan keuntungan 2 juta rupiah? So, jika Anda ingin meningkatkan hasil usaha budidaya ikan bawal dan pembesaran ikan nila ini, tinggal Anda tambah saja kolam dan bibit yang akan Anda tebar. Ada yang mau menambahkan?

(sumber gambar : booskecil.blogspot.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

One Comment

  1. agus

    May 8, 2015 at 14:54

    pembelian bibit ikan bawal tsb alokasinya dimn ?klo skala kcil dengan jangka waktu ckup lma(2 Bln ) gmn?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *