6 Mesin Kompos yang Harus Anda Miliki Saat Anda Terjun di Usaha Pupuk Kompos


By on October 1, 2013
6 Mesin Kompos yang Harus Anda Miliki Saat Anda Terjun di Usaha Pupuk Kompos

Pupuk kompos, satu dari sekian jenis pupuk pertanian permintaannya cukup tinggi. Bagaimana tidak, pupuk kompos selalu menjadi andalan dan kebutuhan penting di semua lini pertanian, baik itu usaha pertanian pangan, pertanian buah hingga usaha hutan rakyat.

Jadi jangan sudah jadi rahasia umum kalau usaha pupuk kompos itu bisnis yang cukup menjanjikan. Apalagi modal utamanya hanya 1 paket mesin kompos. Jadi bila Anda tertarik untuk terjun di bisnis produksi kompos, Anda tidak memerlukan modal kerja atau “capital working” yang terlalu banyak. Karena hampir seluruh proses bisa Anda lalui dengan paket mesin kompos. Anda akan hemat tenaga kerja dan hemat waktu.

Asyiknya, bisnis kompos tidak memerlukan banyak modal kerja, karena bahan baku utamanya adalah sampah. Sesuatu yang sudah tidak terpakai lagi dan terbuang begitu saja. Jadi bisa dikatakan Anda hampir tidak perlu membayar sepeserpun untuk menyediakan bahan baku dari kompos.

Tapi maaf, fokus pembahasan utama saya sekarang adalah mesin pembuat kompos, bukan usaha kompos. Baiklah, saya mulai ulasan 6 mesin kompos atau mesin pengolahan sampah ini dari definisi mesin kompos itu sendiri. Mesin kompos  adalah mesin yang memproses sampah organik menjadi kompos yang sepenuhnya siap pakai. Dalam paket mesin produksi kompos, terdapat 6 mesin kompos yang masing-masing memiliki fungsi sendiri-sendiri.

  1. Mesin Pencacah Kompos
    Ketika Anda mengumpulkan sampah organik, Anda akan menemukan sampah dalam bentuk dan ukuran yang beragam dari yang sangat besar hingga yang kecil-kecil. Untuk menghasilkan kompos berkualitas, Anda perlu membuat sampah organik ini menjadi dalam ukuran kecil dan ukuran semi pasir. Untuk itu, langkah pertama Anda adalah mencacah sampah organik degan mesin penghancur sampah. Hasil dari mesin pengolah sampah organik ini adalah sampah dalam potongan kecil yang kasar. Di pasaran harga mesin kompos pencacah sampah ini mencapai 13 juta hingga 15 juta rupiah dengan kecepatan pencacahannya sekitar 500 kg /jam.
  2. Mesin Grinder
    Mesin kompos ginder ini adalah lanjutan dari mesin pencacah. Pada tahap ini hasil, cacahan akan melalui pemrosesan kembali hingga menghasilkan ukuran yang sangat kecil dan lembut, menyerupai pasir. Ukurannya akan lebih kecil dan bobotnya lebih ringan dari biasanya. Dengan mesin grinder, Anda bisa menghasilkan pupuk kompos yang halus dan sesuai standar pasar. Harga pasaran mesin grinder ini sekitar 20-an juta rupiah dengan kapasitas 300 kg/jam.
  3. Mesin Konveyor
    Bila ruangan produksi Anda besar dan produksi Anda massal, maka Anda perlu menggunakan mesin konveyor yang berfungsi untuk mengangkat sampah organik hasil grinder menuju ruang pengayakan. Di ruang pengayakan inilah sampah organik masal Anda mengalami proses peragian hingga menjadi kompos.
  4. Mesin Pengayak
    Pada tahap ini, bahan kompos berupa butiran halus sampah organik harus Anda ayak hingga terpisah antara butiran halus dengan butiran kasarnya. Kemudian kedua bagian ini diproses secara terpisah.
  5. Mesin Mixer Kompos
    Mesin kompos mixer adalah mesin yang isinya adalah sebuah tabung yang berfungsi sebagai ruang reaksi dan pencampuran  bahan baku butiran sampah dengan ragi kompos dan bahan pelengkap. Pencampuran ini bisa meredam bau tidak sedap dari sampah. Jika Anda mencampurnya secara manual, prosesnya akan memakan waktu sangat lama. Maka agar lebih efektif, Anda gunakan mesin mixer. Setelah tercampur rata, Anda bisa menyimpan campuran tersebut ke dalam wadah khusus yang tertutup untuk mempercepat fermentasi.
  6. Mesin Granulator
    “Apa lagi itu mesin granulator dok?” Mesin ini berfungsi sebagai mesin pencetakan butiran kompos. Jadi setelah kompos terbentuk sempurna pada pasca penyimpanan, maka Anda harus memproses butiran halus dari pupuk organik ini agar berbentuk bulatan kecil. Bentuk kompos menjadi bulatan kecil bisa menekan biaya dan memaksimalkan hasil, selain pada umumnya pasar lebih suka dengan permukaan kasar dari material ini.

Perkiraan dari total biaya pembelian dan perakitan 6 alat pembuat pupuk organik ini adalah sekitar Rp. 100 jutaan. Dengan asumsi per plastik adalah satu kilo, Anda bisa menjual pupuk kompos dengan harga 35 ribu rupiah.

Jika Anda punya kemampuan penjualan rata-rata sehari 15 bungkus, Anda sudah bisa memperoleh omset harian 525 ribu rupiah atau sekitar Rp. 15.750.000 perbulan. Dalam satu tahun saja Anda sudah bisa mengembalikan modal mesin kompos.

Tidak terlalu sulit kan menjalankan bisnis pupuk kompos? Bermodal mesin kompos bernilai Rp 100 jutaan, Anda sudah bisa mengantongi omset belasan juta rupiah per bulan.

(sumber gambar : itrademarket.com)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

About L@dY-NoEL

8 Comments

  1. Nasir

    January 8, 2016 at 22:56

    Di desa saya kotoran sapi melipah. Untuk itu apakah saya harus membeli keseluruhan dari 6mesin itu. Ataukah cukupmembeli mesin pencetak nya saja (granulator ) saja????

  2. Muslimin St

    March 3, 2016 at 19:53

    Mohon di informasikan no.telp/Hp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *